Kuliner's posts with tag: nasi
 | Category: | | Breakfast & Brunch | | Servings: | | Untuk 6 porsi |
Ingredients:Bahan I:- 1000 gr beras, cuci bersih
- 1200 ml air
Bahan II:- 300 gr ketela rambat warna kuning, kupas, cincang kasar
- 3 lbr daun pandan
Bahan III (haluskan): - 100 gr kerupuk udang, goreng, remas halus
- 1 sdt garam
- 2 sdt gula pasir
- 3 sdm bawang putih goreng
Directions:Cara Membuat:- Campur bahan I dalam panci, masak hingga airnya habis (diaron).
- Campur beras yang telah diaron dengan ketela cincang, aduk rata.
- Letakkan daun pandan di dasar kukusan letakkan beras aron dan ketela.
- Kukus hingga matang selama 40 menit. Angkat.
- Bubuk Kerupuk: Masukkan semua bahan III dalam dry mill kemudian haluskan.
- Hidangkan nasi ketela bersama bubuk kerupuk dan sate ikan.
© Tabloid Nova 
 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Asian | | Location: | Jalan Cipaku I No.2 - Kebayoran Baru, Jakarta Selatan |
Nasi Komplet
Mumpung sedang meriah suasana perayaan ulang tahun kemerdekaan, Anda bisa menguji selera lewat racikan nasi khas Indonesia. Tak ada duanya, sedap dan bikin ketagihan!
Sejujurnya sudah berminggu-minggu saya memendam rindu masakan Manado. Belum sampai rindu terbalas, saya tiba-tiba ingat dengan racikan nasi bogana yang dibungkus daun pisang khas kota Tegal. Aduh, sedap benar makan pakai tangan dengan nasi beraroma daun pisang. Segera saya memutuskan untuk 'memaksa' 3 orang teman saya menemani saya menebus rasa kangen ini. Maklum, air liur nyaris menetes!
Sasaran saya tentu saja rumah makan spesial nasi rames nusantara, Koko Bogana yang berlokasi di kawasan Kebayoran Baru. Dari luar rumah makan ini telihat seperti rumah biasa. Hanya payung berwarna merah dan putih di pagar depan menjadi aksesori meriah di bulan Agustus. Jajaran pot berisi teratai menambah kesejukan beranda depan yang juga menjadi tempat santap. Di bagian tengah, hingga lantai atas rumah yang berfungsi sebagai ruang makan nyaris sudah penuh. Padahal jam belum menunjukkan pukul 12.00.
Selebaran menu yang disodorkan membuat kami panik campur bingung. Ada 13 jenis nasi rames plus Soto Gombyang, Soto Plered dan Gulai Ikan Melayu. Nasi rames atau nasi dengan lauk-pauk komplet yang ditawarkan oleh Koko Bogana ini antara lain; nasi bogana, nasi pagongan, nasi Rembang, nasi Aburi, nasi Toek-toek, nasi pepes ayam, nasi kuring, nasi kulo, nasi pepes peda, nasi pepes gepek, dan lain-lain.
Nasi bogana yang jadi signature dish rumah makan ini merupakan nasi rames khas Tegal. Teridiri dari nasi puth,telur pindang, suwir opor ayam, serundeng daging, sambal goring hati, orek tempe plus tumis sayuran. Paduan nasi dengan lauk gurih, manis dan pedas ini menjadi ciri utama nasi rames gaya Tegal.
Karena tertantang mencicipi racikan nasi rames yang lain, jadilah kami memesan nasi Rembang, nasi toek-toek, nasi aburi dan nasi pagongan. Sementara menunggu pesanan, beragam jajan pasar yang ditata di lemari kaca menarik perhatian kami. Ada celorot, jentik manis, kue lapis, putu mayang, cenil, jongkong kelapa, bubur lolos, lumpia, risoles, kroket dan jongkong kelapa muda.
Beragam camilan kering dari usus ayam, aneka rempeyek, keripik singkong dan kentang juga memenuhi rak-rak. Rasanya malah seperti pulang kampung di Jawa. Ditambah lagi mas dan mbak pelayan juga berbahasa Jawa! Godaan mata akan jajan pasar akhirnya membuat kamipun membuka makan siang dengan apem kuah gula merah, ongol-ongol dan jentik manis. Apemnya mungil harum, empuk dengan aroma gula yang wangi dan sirop gulanya bersih.
Kenyil-kenyil Ongol-ongol yang disajikan dalam 2 potongan kecil terasa 'kenyil-kenyil' lembut manis dengan balutan kelapa parut yang gurih. Jentik manis yang lama tak saya makanpun tak terlalu manis, dengan taburan biji mutiara yang kenyal. Dessert yang jadi pembuka inipun nyaris habis kami santap!
Persis yang saya bayangkan, nasi rames yang kami pesan semuanya disajikan dengan bungkusan daun pisang. Ada tambahan lalap kol, kemangi dan timun plus sambal. Saat membuka bungkusan nasi toek-toek, terlihat gaya penyajian nasi rames khas Jawa. Nasi putih diberi alas daun pisang dan di atasnya ditaruh berbagai lauk. Ada 2 iris kecil paru goreng, suwiran empal, sambal teri dengan cabai merah hijau plus sepotong kecil ikan peda goreng, dan pepes tahu yang dibungkus mungil.
Kunyahan pertama nasi yang diaduk dengan remahan opak terasa sangat pulen, lembut, nyaris mirip beras ketan dengan aroma harum. Paduan rasa gurih teri dan peda, terasa sangat pas dengan pedas cabai apalagi dicocol dengan sambal rawit hijau yang jadi pelengkapnya. Empalnya juga empuk pas legitnya. Dalam beberapa menit, nasi yang tak terlalu besar porsinya ini pun licin tak bersisa.
Puas menikmati nasi toek-toek, saya pun melirik nasi pagongan yang dipesan teman saya. Wah, nasinya kehijauan dan aromanya kok wangi juga! Akhirnya sesendok nasipun saya cicipi. Hmm..rasanya sangat sedap, nasinya pulen dan aroma daun bayam juga sangat lembut. Saat melirik ada kering kentang ebi plus oseng jambal roti hampir saja saya menyendok lagi. Untung teman saya buru-buru menyingkirkan piringnya!
Akhirnya saya menutup makan siang dengan pisang goreng tepung. Terus terang saya tertarik akan tampilan pisang yang utuh dengan balutan tepung yang sedikit basah plus lelehan madu pisang yang agak gosong. Ternyata saya tak salah pilih, pisang gorengnya terbuat dari pisang raja yang tua, empuk, legit dan wangi. Persis pisang goreng buatan nenek saya. Demi nostalgia pada nenek sayapun membeli 3 potong pisang goreng untuk dibawa pulang.
Yang membuat kami makin puas adalah harga yang ditawarkan. Untuk nasi rames harganya berkisar dari Rp. 12.500 sampai Rp. 17.500 dan soto Rp. 20.000. Sedangkan aneka jajan pasar berkisar Rp. 3.500 – Rp. 9.000. Relatif murah untuk sebungkus kenikmatan khas daerah yang tak ada duanya.
Pastinya saya ingin kembali untuk mencicipi semangkuk soto Plered dan sebungkus jongkong kelapa muda. Tak ada salahnya juga di hari-hari peringatan kemerdekaan ini Anda juga ikut melestarikan kuliner nenek moyang lewat sebungkus nasi rames yang enak ini!
Koko Bogana Jalan Cipaku I No.2 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telpon: 021-720-3754, 08121228160
(dev/Odi) Odilia Winneke © 2008 detikcom 
 | Category: | | Breakfast & Brunch | | Style: | | Soulfood | | Special Consideration: | | Quick and Easy | | Servings: | | Untuk 2 orang |
Description:Nasi komplet ini bisa jadi alternatif kalau sedang tak ada waktu berlama-lama di dapur. Rasanya sangat gurih karena serpihan salmon yang enak. Sajikan semuanya dalam keadaan panas mengepul. Boleh saja ditambahkan irisan cabai rawit jika suka rasa pedas! Ingredients:Bahan:Topping:- 1/2 sdm mentega
- 2 butir telur ayam, kocok lepas
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 sdt garam
- 1 sdm keju Cheddar
- 100 g daging salmon matang
- 1/2 sdt garam
- 1 sdt bawang putih goreng, haluskan
Taburan:Directions:Cara membuat:- Topping: Lelehkan mentega, tuangkan telur kocok, kecilkan api.
- Taburi merica dan garam. Aduk-aduk telur hingga bergumpal kecil.
- Masukkan keju, aduk rata. Angkat.
- Suwir daging salmon kecil-kecil.
- Lalu aduk dengan garam dan bawang putih goreng hingga rata.
- Taruh nasi dalam 2 buah mangkok.
- Taburi sebagian permukaannya dengan telur dan sebagian lagi dengan salmon.
- Taburi daun bawang, sajikan hangat.
(dev/Odi) Odilia Winneke© 2008 detikcom 
|  | Nasi Campur Kedewatan, Favorit Mbak Mega
PULAU DEWATA bukan cuma pemandangan indah. Makanan enak yang menggoda selera bisa ditemui di banyak tempat. Salah satunya adalah Nasi Campur Kedewatan di Ubud. Dari Kota Denpasar rumah makan milik Ibu Mangku ini bisa dicapai setelah menempuh perjalanan 45 menit.
Lurus saja melalui Batu Bulan ke arah Ubud, rumah makan Nasi Campur Kedewatan bisa ditemukan. Anda akan menemui sebuah bangunan khas Bali yang disulap menjadi rumah makan dengan konsep terbuka. Bisa memilih lesehan atau duduk di depan meja.
Nasi Campur Kedewatan berbeda dengan nasi campur ala Chinese Food atau nasi rames ala Warung Tegal. Kalau nasi campur Chinese Food biasanya ada potongan daging babi, sate babi, dan telur ayam, nasi campur dari Ubud ini terdiri dari ayam suwir (semacam bumbu kari), sambel goreng tempe kacang, sayur urap bali, dan kulit ayam goreng kering. Kemudian diguyur kuah ayam suwir itu dan diberi potongan telur.
Mengutip istilah orang Bali Nasi Campur Kedewetan itu memakai bumbu megenap yang artinya bumbu genap atau semua bumbu masuk. Rasa rempah-rempahnya sangat terasa. Bagi Anda penggemar rasa pedas, nasi campur ini bisa menjadi pilihan, sebab rasa sambel di dalamnya sangat menonjol. Tapi, bila Anda tidak ingin pedas, sambalnya bisa disingkirkan.
Namun, agar dapat menikmati makanan ini memerlukan perhitungan waktu yang tepat. Pasalnya, terlambat sedikit seluruh makanan pasti sudah habis. Buka jam 11.00, jam 15.00 biasanya sudah ludes. Kalau masih beruntung, pukul 17.00 masih ada sisanya. Saran bagi yang mencoba, silahkan mampir sebelum pukul 15.00 agar tidak kehabisan. Kalau hari libur sekolah, rumah makan ini dipenuhi turis domestik. Tak heran kalau pengunjung terkadang harus antre agar dapat menikmati sepiring nasi campur.
Jangan pernah berharap rumah makan ini sepi, karena penggemarnya bukan cuma orang yang berdomisili di sekitar Ubud. Mereka yang tinggal di Denpasar atau bahkan di luar Bali banyak yang menyukainya. Ssst...Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri adalah salah satu penggemar Nasi Campur Kedewatan. Mau coba?
Nama: Nasi Campur Kedewatan Lokasi: Kedewatan - Ubud Pemilik: Ibu Mangku Harga: Rp. 8000/porsi Halal: Ya
Franciska Savitri © 2008 Kompas |
|  | Jambi, dari Nasi Gemuk hingga Tempoyak
Nasi gemuk atau nasi uduk termasuk masakan favorit di Jambi. Biasanya, nasi gemuk disantap pagi hari sebagai menu sarapan, selain lontong. Salah satu pedagang nasi gemuk yang dikenal di Jambi adalah pasangan suami-istri Maliner (28) dan Yusmawardi alias Yus (35), yang berjualan di bilangan Jl. Jend. Sudirman.
Maliner membuat nasi gemuk dari bahan-bahan beras, santan, daun pandan, daun salam, dan daun jeruk. "Caranya, beras dicampur bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan, diaron, lalu dikukus selama sejam," ujar Maliner yang mengerjakannya malam hari. "Jadi, begitu dijual pagi harinya tinggal dipanasi," lanjut ibu 4 anak yang buka jam 6 pagi hingga 12 siang.
"Soalnya, jualan saya khusus untuk sarapan. Biasanya sampai antri. Ada juga yang minta diantar. Jadi sayalah yang mengantar ke sana," ujar Maliner mengaku dalam sehari nasi gemuk bisa laku 50-100 porsi.
Sebagai ‘teman' nasi gemuk, cukup tambahan kerupuk, telur, kacang tanah, teri , timun, bawang goreng, dan acar. "Lalu ditambah telur rebus atau mata sapi. Tak perlu ayam goreng," lanjut Maliner yang menjual seporsi nasi gemuk dengan harga Rp 4000.
Maliner baru 4 bulan berjualan nasi gemuk di lokasi itu. "Dulu saya kerja di rumah makan. Salah satu menu yang dijual di situ nasi gemuk. Jadi, sambil jualan saya perhatikan cara meramu nasi gemuk yang enak dan lezat. Nah, setelah menikah, saya sempat berhenti kerja karena melahirkan. Setelah anak empat orang, saya pun buka usaha sendiri bersama suami," lanjut Maliner.
Jika Maliner bertanggungjawab terhadap nasi gemuk, maka sang suami, Yus, mengurusi jus pinang, yang juga merupakan jus favorit warga Jambi. "Juice ini banyak khasiatnya, di antaranya meningkatkan stamina, melancarkan peredaran darah, ketahanan tubuh, dan masuk angin," ujar Yus menimpali.
Satu gelas jus pinang segar dibuat dari 4 buah pinang, gula merah, jahe merah, pandan, serai, cengkeh, dan kulit manis. "Semua bahan diblender jadi satu. Setelah itu siap diteguk," lanjut Yus yang dalam seminggu bisa menghabiskan 4 tandan pinang. Satu tandan berisi ratusan buah. "Sehari bisa jual 10-20 gelas. Harga segelasnya Rp 5000 dan Rp 7000 jika ditambah telur."
Tempoyak Salah satu warung tempoyak di Jambi adalah Kedai Ombai yang terletak Jl. Jelanai Pur. Kedai yang dikelola Fachridawatirazi (50) yang sehari-hari karyawan PNS ini sudah buka dejak 1,5 tahun lalu. Fachrida melihat belum ada yang buka warung tempoyak di sana. Makanya, ia kemudian membuka Kedai Ombai.
Di Jambi, kedai Ombai satu-satunya kedai yang menyediakan masakan khas Jambi, yakni tempoyak. "Tempoyak dibuat dari durian yang ‘digosongkan.' Bisa tahan setahun, lho," kata Aris Budi Prasetyo yang dipercaya mengelola Kedai Ombai.
Ada beberapa menu andalan yang paling disukai, antara lain Tempoyak Gurame, Tempoyak Patin, Tempoyak Udang dan Gurame Kerutup serta Malbi (masakan daging hitam seperti rendang). "Meski berbahan dasar durian, tapi setelah diolah, rasa duriannya hanya sedikit."
Tempoyak patin, ulas Aris, bahannya ikan patin dengan bumbu-bumbu tempoyak, cabe rawit, cabe merah, kunyit dan sere. "Cara membuatnya, semua bumbu dihaluskan kemudian diberi air masak sampai mendidih. Setelah itu tempoyak dimasukkan dan terakhir masukkan ikan. Satu ekor ikan bisa dipotong jadi empat bagian." Dalam sehari, Kedai Ombai bisa menjual 4 kg patin.
Harga tempoyak di Kedai Ombai bervariasi dari Rp 5.500 per potong hingga Rp 19.000 per pors. "Pelanggan yang datang beragam, dari pejabat hingga artis ibukota," kata Artis seraya menyebut nama Micky dan Haikal AFI. Kedai yang buka sejak pukul 8 pagi hingga 10 malam ini tak jarang juga menerima pesanan untuk arisan, perkawinan, atau acara ulang tahun.
Srikaya Muso, Gandus Jika Anda pergi ke Jambi, jangan lupa beli kue khas Jambi, Srikaya Muso, Gandus dan Padamaran. Adalah pasangan suami istri Junaidi (40-an) dan Wilda (40-an) yang menjual kue-kue ini dengan merek Malvinas. Pabrik merangkap rumah mereka terletak di Lorong Ikhlas. Selain menjual kue khas Jambi mereka juga menjual ratusan jenis kue basah.
Awalnya, Jun, begitu sapaan Junaidi, memperkenalkan kue-kue khas Jambi ini dengan menjual berkeliling kota Jambi dengan gerobak roti. "Saya meneruskan usaha kakak di Lampung. Kakak saya paling pintar buat kue. Begitu saya pindah Jambi tahun 94' saya mulai cari tahu apa kue khas Jambi yang harus dikembangkan."
Salah satu kue yang paling disuka yakni gandus. Bahan gandus dari tepung beras, sagu,santan dan daun. Bumbunya, bawang putih dihaluskan, cabe dipotong-potong kecil dan santan diaduk. Setelah bahan dicampur lalu tambah garam.
Untuk mencetaknya ada dua macam, satu cetakan bulat ada juga yang ditaruh dalam loyang dan dikukus selama 10 menit. Setelah matang, kemudian dipotong-potong. Sebelum disiapkan kue dihias dulu atasnya dengan taburan udang, ebi, ayam, daging giling atau abon ikan.
Soal rasa, tak perlu ditanya. "Legit dan gurih seperti bubur ayam. Legit karena ada campuran tepung beras," lanjut bapak dua anak yang mengaku akan terus mempertahankan kue-kue khas Jambi agar tak punah. Yang jelas, meski promosinya cuma dari mulut ke mulut, kue-kue Jun banyak dipesan untuk acara perkawinan, ulang tahun, arisan dan acara-acara kantoran.
Debbie Safinaz Sumber: NOVA © 2008 Kompas |
 Ayam Ciragil
Warung yang satu ini memang bukan warung biasa. Ada ketoprak, nasi khas Ciragil, dan tahu telor yang membuatnya makin istimewa. Cobain yuk!
Di dekat rumah baru saja dibuka Warung Ciragil, sejenis warung makan yang menjual berbagai macam makanan khas Indonesia. Ternyata pemilik Warung Ciragil sama dengan Gado-Gado Boplo yang terkenal itu.
Harga yang ditawarkan tidak jauh berbeda dan kebetulan saat saya makan disana untuk pertama kali sedang dalam masa promosi, jadi dapat diskon 20%. Tentu saja hal ini membuat saya dan keluarga makin bersemangat untuk makan disana. Pelayanan cukup baik walaupun terkadang sedikit lama.
Menu makanan yang ditawarkan cukup bervariasi. Yang patut dicoba adalah nasi khas warung ciragil. Rasanya memang sedikit unik dengan berbagai bumbu khas Indonesia. Namun memang patut diacungi jempol dengan segala keunikan rasa. Benar-benar nikmat dan harga yang ditawarkan pun cukup sebanding.
Selain nasi khas warung ciragil ada pula tahu telor yang merupakan makanan khas Indonesia. Namun rasa yang ditawarkan kembali enak, walaupun dapat dikatakan bahwa menu ini sudah umum. Tapi saya suka dengan rasa yang ditawarkan.
Oh ya selain itu, saya dan keluarga juga mencoba gado-gado, sop buntut, soto ayam, soto daging dan nasi rames. Dapat saya katakan bahwa setiap makanan tersebut memiliki rasa ciri khasnya masing-masing yang membuat kami ingin balik lagi untuk menikmati nya.
Warung ciragil pun didesain sangat unik dengan sentuhan minimalis namun juga tradisional. Tempat yang nyaman juga membuat kami betah berlama-lama disana untuk sekedar berbincang-bincang sambil menikmati makanan yang sudah terhidang ataupun setelah itu.
Oya, warung ciragil juga memberikan fasilitas wi-fi untuk setiap tamu yang makan disana loh. Dapat dikatakan bahwa Warung Ciragil memang di desain untuk membuat setiap tamunya merasa nyaman setiap kali berkunjung.
Masalah harga pun bukan menjadi yang utama karena dapat dikatakan bahwa Warung Ciragil hadir dengan harga yang cukup masuk akal. Pernah kami makan disana untuk makan berenam dan membayar sekitar Rp 120.000,00. Porsinya pun juga mengenyangkan. Nah, bagi para pencinta makanan boleh juga cobain makanan disini!
Penulis: Steffy Email: Ste_Graf[at]hotmail.com Alamat: Komp GG Blok I-1/33, Jakarta
(dev/Odi) © 2008 detikcom 
 | Category: | | Other | | Servings: | | Untuk 2 porsi |
Description:Hmm ... si kecil pasti suka dengan penampilan lucu bekal yang satu ini. Nasi yang ditumis dengan keju dan mentega, diberi topping sayuran plus lauk burger dan telur favorit mereka. Penampilan yang menarik bakal menggoda seleranya untuk menghabiskan bekal. Energinya juga bertambah dengan bekal komplet ini. Ingredients:Nasi Tumis Keju:- 2 sdm mentega
- 1 siung bawang putih, cincang halus
- 300 g nasi putih hangat
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 sdt garam
- 2 sdm keju cheddar parut
Burger, aduk rata: - 100 g daging sapi cincang
- 1 sdm tepung roti
- 1 sdt saus BBQ
- 1 sdm bawang Bombay cincang halus
- 1 kuning telur ayam
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 sdt garam
Pelengkap:- 100 g setup sayuran (jagung, kacang polong, wortel)
- 2 butir telur ayam rebus, kupas, potong-potong
Directions:Nasi Tumis Keju:- Tumis bawang putih hingga harum.
- Masukkan nasi, aduk hingga rata.
- Tambahkan merica, garam dan keju.
- Aduk hingga rata. Angkat.
Burger:- Bagi adonan menjadi dua bagian. Bentuk bundar pipih.
- Panaskan 1 sdm mentega.
- Masak burger hingga kecokelatan kedua sisinya. Angkat.
- Taruh nasi di wadah bekal, beri burger di tengahnya.
- Taburi kelilingnya dengan setup sayuran.
- Dan hiasi dengan potongan telur rebus.
(dev/Odi) Odilia Winneke© 2008 detikcom 
 | Category: | | Other | | Servings: | | Untuk 6 orang |
Ingredients:Bahan:- 400 gr beras
- 600 ml kaldu daging
- 100 gr jamur kancing, iris tipis
- 100 gr daging ayam, potong kotak 1 cm
- 50 gr udang kupas
- 2 btg serai, memarkan
- 3 sdm minyak untuk menumis
Haluskan:- 3 bh cabai merah
- 3 bh bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1 sdm garam
Pelengkap:Directions:Cara Membuat:- Tumis bumbu halus dan serai sampai harum.
- Masukkan kaldu, didihkan.
- Tambahkan beras, jamur, ayam dan udang.
- Aduk hingga terserap.
- Kukus sampai aron matang.
- Hidangkan dengan pelengkap.
© Tabloid Nova 
This is a tutorial for students of the Niagara Culinary Institute on a simple fried rice dish. Note: in Indonesia they would not likely use pork! Import.flv (12.0 MB)
Nasi Pecel Bu Sumo Semarang From: e1d4tin Import.flv (5.1 MB)

. Nasi Goreng Kambing.Bahan:- 3 sendok makan minyak samin
- 50 gram lemak kambing, potong kotak kecil
- 200 gram daging kambing, potong kotak
- 500 gram nasi putih yang dingin
- 3 sdm kecap manis
- garam secukupnya
- merica secukupnya
Bumbu halus:- 3 buah cabai merah
- 3 buah cabai rawit
- 3 siung bawang putih
- 1/4 sendok teh jintan
- 1/2 sendok teh terasi goreng
Pelengkap:- emping goreng
- acar ketimun/wortel
Cara membuat:- Tumis bumbu halus dalam minyak samin sampai harum.
- Masukkan lemak kambing dan daging kambing.
- Aduk sampai daging matang.
- Tambahkan nasi. Aduk sampai nasi panas.
- Tambahkan kecap manis, garam, dan merica.
- Aduk sampai semua bahan matang.
- Sajikan nasi bersama pelengkap.
untuk 3 porsi sumber: Sedap Sekejap
 Nasi Berkat
Rumah makan ini tempatnya sederhana saja dan tidak begitu banyak menyediakan menu pilihan seperti rumah makan Jawa lainnya. Namun saya kepincut oleh nasi berkat di rumah makan ini, rasanya enak dan dijamin memiliki cita rasa khas Jawa yang tinggi.
Dalam perjalanan menuju rumah kerabat saya yang berada di daerah Cawang-Jakarta Timur, saya melihat sebuah rumah makan kecil yang berlokasi di rumah penduduk. Hari kebetulan sudah siang, saya menyempatkan diri untuk mampir ke rumah makan ini untuk makan siang disana.
Rumah makan ini bukanlah sebuah rumah makan besar, ini merupakan rumah makan kecil yang sederhana yang terletak disebuah rumah didaerah Cawang, oleh karena itu rumah makan ini dinamai Depot 49 (Depot merupakan bahasa jawa, yang artinya warung). Tenyata rumah makan ini sudah cukup lama berdiri dan keberadaannya sebetulnya sangatlah terjangkau.
Tibalah saatnya untuk memilih menu makanan. Makanan yang disajikan oleh rumah makan ini ternyata merupakan makanan - makanan Jawa Tengah. Disamping itu, terdapat makanan-makanan pelengkap lainnya yang disajikan langsung, kita tinggal memilih mau menambah lauk apa.
Variasi makan yang ditawarkan memang tidak sebanyak rumah makan besar khas Jawa lainnya. Pada saat memilih menu, saya tertarik pada satu buah menu, yaitu 'Nasi Berkat'. Nama yang unik untuk sebuah menu masakan saya pikir. Akhirnya saya memutuskan untuk memesan Nasi Berkat ini dengan minumannya adalah juice wortel - jeruk.
Penampilan Setelah beberapa saat menunggu akhirnya pesanan saya datang. Saya sudah tidak sabar menyantap makanan saya. Ternyata menu yang saya makan sangatlah cocok dengan selera saya. Menu yang ditawarkan dalam nasi berkat ini adalah nasi disajikan dengan ayam opor, sayur pecel, ati ampela, serta sambal goreng tempe. Penampilan yang menarik membuat saya semakin tertarik untuk menyantap terus makanan yang saya pesan ini.
Setelah saya rasakan, makanan yang disajikan sangatlah enak. Jika ingin dibandingkan, lebih baik menyantap nasi berkat dibanding dengan nasi langgi (menurut saya, silahkan anda coba). Rasa yang pas, ayam opor yang lezat membuat saya terus merasakan seperti layaknya makan di daerah Jawa asli.
Harga yang ditawarkanpun tidaklah mahal. Harga makanan yang ditawarkan berkisar dari Rp.10.000,00 hingga Rp 15.000,- (untuk menu utama). Untuk Nasi Berkat yang saya pesan, harganya adalah Rp.12.500,- dan juice wortel jeruk seharga Rp.6.000,-. Harga yang termasuk murah bukan?? Pengalaman makan siang yang menyenangkan menurut saya.
Bagi pembaca, silahkan rasakan nikmatnya perjalanan kuliner saya di rumah makan ini. Biarpun rumah makan sederhana, tetapi memiliki sebuah citarasa khas Jawa yang tinggi. Selamat mencoba ya!
Depot 49 Jl.Cawang Baru Tengah No.49 Jakarta Timur Telp: 021-8194125
Nama penulis: Anton Setiawan Email: me_ant0nz[at]yahoo.ca Alamat: Kelapa Gading
[dev/Odi] © 2008 detikcom 

. Nasi Seafood.Bahan:- 200 gr udang sedang, kupas, sisakan ekornya
- 200 gr ikan kakap fillet, potong 2 x 1 x 1 cm
- 200 gr cumi, kupas, potong bulat 1 cm
- 75 gr tepung maizena
- 4 siung bawang putih, halus
- 2 cm jahe, parut
- 1 sdt garam
- 600 gr nasi pulen
- 2 sdm mentega
- minyak untuk menggoreng
Tumisan:- 50 ml saus teriyaki
- 150 gr kembang kol
- 150 gr wortel, iris serong
- 2 siung bawang putih, cincang
- ½ sdt garam
- ½ sdt lada
- 1 sdt gula pasir
- 100 ml air kaldu
Cara Membuat:- Campur bawang putih, jahe, dan garam.
- Masukkan udang, ikan, dan cumi rendam 15 menit.
- Lumuri ikan, cumi, udang dengan tepung maizena.
- Goreng satu persatu dalam minyak panas hingga matang dan kering.
- Angkat, tiriskan. Sisihkan.
- Tumisan: panaskan 2 sendok makan minyak.
- Tumis bawang putih hingga harum.
- Masukkan kembang kol, wortel, tuangi air kaldu, garam, lada, gula pasir, saus teriyaki.
- Masak sampai semua bahan matang. Angkat, sisihkan.
- Campur nasi panas dengan mentega, aduk rata.
- Sajikan nasi dalam mangkuk saji.
- Beri seafood goreng dan sayuran di atasnya.
Untuk 6 orang Resep: Nuraini WUji Dapur: Klub NOVAFoto: Ahmad Fadillah© Tabloid Nova

. Nasi Tumpang.Bahan:- 200 gram nasi putih
- 50 gram kacang panjang, potong 4 cm
- 50 gram taoge
- 50 gram bayam
- 50 gram kecipir, potong-potong
- 3 tempe semangit
- 3 tempe biasa
- 3 lembar daun jeruk
- 1 tangkai serai
- 300 ml santan encer
- 1 liter santan kental
Isi:- 5 butir telur rebus
- 100 gram krecek yang sudah digoreng
- 10 buah petai, potong 2 bagian
- 2 buah tahu putih goreng setengah matang
Bumbu halus:- 3 buah cabai merah
- 5 buah cabai rawit
- 3 siung bawang putih
- 5 butir bawang merah
- 5 cm kencur
- garam secukupnya
- gula secukupnya
Cara membuat:- Rebus tempe dan sedikit santan encer hingga tidak bau langu. Tiriskan.
- Rebus kembali tempe di dalam santan kental dan bumbu.
- Masukkan telur rebus, krecek, petai, dan tahu.
- Rebus kembali lalu angkat setelah bumbu meresap.
- Tumpang dimakan bersama sayuran rebus dan nasi panas.
untuk 5 porsi sumber: Sedap Sekejap

. Rice Bowl Tuna.Bahan:- 750 gr nasi hangat
- 2 sdm mentega
- 300 gr tuna oil
- 50 gr bawang bombai
- 100 gr jagung manis pipilan
- 50 gr kacang polong
- 50 gr wortel, potong dadu
Saus:- 300 ml saus pizza siap pakai
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 1 bh cabai merah, iris serong
- 2 btg daun bawang, iris tipis bagian putih
- ½ sdt lada
- ¼ sdt oregano
- 1 sdt garam
- 1 sdt kecap manis
- 3 sdm minyak
- 100 ml kaldu ayam
Cara Membuat:- Campur nasi hangat dengan mentega, aduk rata, sisihkan.
- Saus: panaskan minyak, tumis bawang bombai dan bawang putih hingga harum.
- Masukkan saus pizza, aduk rata.
- Masukkan wortel, cabai merah, lada, oregano, garam, kecap manis, kaldu.
- Masak sampai matang dan kuah kental.
- Tambahkan kacang polong, jagung manis, wortel, daun bawang, ikan tuna, aduk rata.
- Masak sampai semua bahan matang. Angkat.
- Sajikan nasi dalam mangkuk saji, siram atasnya dengan tuna.
Untuk 6 orang Resep: Nuraini WUji Dapur: Klub NOVAFoto: Ahmad Fadillah© Tabloid Nova

. Rice Bowl Beef Broccoli.Bahan:- 1 sdm tepung maizena
- 2 sdm kecap asin
- 200 gr daging sukiyaki
- 2 sdm minyak sayur
- 3 siung bawang putih, keprek, cincang kasar
- ½ sdt garam
- ½ sdt lada
- 1 sdt saus tiram
- 200 gr brokoli, rebus, tiriskan, potong per kuntum
- 200 gr jamur kancing
- 600 gr nasi pulen
Cara Membuat:- Campur daging sukiyaki dengan kecap asin dan tepung maizena, aduk rata.
- Diamkan 10 menit
- Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum.
- Masukkan daging sukiyaki bersama perendamnya.
- Tambahkan saus tiram, lada, dan garam, aduk rata.
- Masukkan brokoli dan jamur, masak sebentar sambil diaduk rata.
- Taruh nasi panas dalam mangkuk saji.
- Beri tumisan daging brokoli di atasnya.
- Sajikan segera.
Untuk 6 orang © Tabloid Nova

. Nasi Iga Kacang Mede.Bahan:- 500 gr iga sapi tipis, siap pakai
- 2 sdm minyak sayur
- 2 sdt jahe parut
- 2 sdm madu
- 50 ml saus BBQ
- 2 sdm saus tomat
- 1 sdt cabai giling
- 1 sdt bawang merah, iris halus
- 100 ml air kaldu
- 100 gr kacang mede, goreng kering
Nasi (campur rata): - 500 gr beras pulen
- 1 sdm mentega
- ½ sdt lada
- ¼ sdt garam
Pelengkap:- 150 gr brokoli, rebus, petik per kuntum
- 150 gr wortel, rebus, potong 1 x 5 x 1 cm
Cara Membuat:- Campur iga, jahe, madu, saus BBQ, saus tomat.
- Tambahkan cabai giling, bawang merah, aduk rata. Diamkan 15 menit.
- Panaskan minyak goreng, masukkan iga dan perendamnya dan air kaldu.
- Masak hingga empuk. Angkat, masukkan kacang mede, aduk rata.
- Taruh nasi dalam mangkuk saji, beri iga dan rebusan sayuran.
- Sajikan segera.
Untuk 6 orang Resep: Nuraini WUji Dapur: Klub NOVAFoto: Ahmad Fadillah© Tabloid Nova

. Nasi harum & enak.Ada rebon ada talas, jadilah nasi yang harum dan enak ini. Bukan hanya rasa nasi lebih bervariasi tetapi nutrisi talas juga memberi pasokan lebih lengkap untuk tubuh. Apalagi ditambah dengan irisan sayuran segar dan disantap selagi masih hangat mengepul! Bahan:- 300-400 ml kaldu ayam
- 2 siung bawang putih, parut
- 1/2 sdt merica bubuk
- 2 sdt garam
- 250 g beras pulen, cuci, tiriskan
- 200 g talas Bogor/Pontianak, potong-potong
- 2 sdm rebon yang utuh
- 50 g sawi hijau, potong kecil
Cara membuat:- Rebon, rendam air hangat hingga mengembang, tiriskan.
- Didihkan kaldu bersama bawang putih, merica dan garam.
- Masukkan beras, talas dan ebi.
- Aduk hingga kaldu habis terhisap oleh beras. Angkat.
- Masukkan ke dalam kukusan panas. Beri daun sawi, aduk rata.
- Kukus selama 30 menit hingga seluruhnya matang.
- Angkat, sajikan hangat.
Untuk 4 orang [dev/Odi] Odilia Winneke© 2008 detikcom
 Nasi Kucing
Jika ditanya restoran favorit kami sekeluarga, salah satunya adalah Nasi Kucing yang ada di Serpong ini. Biasanya nasi kucing disantap diatas tikar sambil memandang taburan bintang, ditambah segelas teh jahe hmm... rasanya makin asyik saja!
Bagi keluarga kami hari Sabtu adalah hari keluarga. Jadi biasanya kami sekeluarga selalu menyempatkan diri untuk keluar bersama-sama mencari menu baru untuk makan, ya biar tidak bosan dengan menu yang disuguhkan dari Senin hingga Jumat tentunya.
Kebetulan kami mendengar dari teman ada tempat yang menjual 'Nasi Kucing'. Ya, disebut nasi kucing karena nasi bungkus ini besarnya hanya sekepalan tangan seperti ingin memberi makan kucing saja. Di tempat asalnya (Solo/Jogja) nasi kucing ini diberi potongan ikan bandeng goreng dan sambel. Hmm biar rasanya nambah sedap...
Cuma sayang sepertinya penjual nasi kucing di Serpong ini sepertinya kesulitan mendapatkan ikan bandeng. Alhasil ikannya diganti dengan ikan teri yang dimasak dengan orek tempe, tapi jangan khawatir karena rasanya tetap oke kok...
Teman makannya bisa dipilih dibungkus terpisah ada jamur, udang, ati ayam, daun pepaya yang semuanya ditambah dengan kata 'mercon' (dalam bahasa Indonesianya petasan), untuk menggambarkan rasa pedasnya yang seakan meledak-ledak di dalam mulut kita.
Buat yang kurang suka pedas, ada juga dijual nasi liwet, tahu & tempe bacem Untuk minumannya bisa teh hangat, teh jahe, kopi jahe ataupun kopi tubruk biasa. Dan yang lebih asyik lagi adalah pemandangan yang didapat selama makan nasi kucing ini yaitu 'open air', karena makannya sambil duduk ditikar yang diletakkan di atas jalan aspal sambil memandang bintang dan bulan yang bersinar (he..he..itu kalau tidak hujan ya).
Harganya cukup murah kok, makan bertiga (porsi kami) hanya menghabiskan sekitar Rp 40.000,- saja... Nah, kalau yang belum pernah makan nasi kucing cobain deh!
Nama: Linda Email: identic_16[at]yahoo.com Alamat: Villa Melati Mas U5/8
[dev/Odi] Linda © 2008 detikcom 

. Nasi Bakar Ayam.Bahan:- ½ ekor ayam, potong 15 bagian
- 2 sdm minyak goreng
- 8 bh bawang merah & 5 siung bawang putih, haluskan
- 5 cm jahe, memarkan
- 3 lbr daun jeruk
- 3 cm jahe
- 500 ml santan
- 1 sdt garam
- ½ sdt lada
- 1 sdt gula pasir
- 200 gr jamur kancing, iris tipis
Nasi:- 3 sdm mentega
- 750 gr nasi hangat
- ½ sdt garam
- ½ sdt lada
Pelengkap:- Kering tempe
- sambal terasi
- telur pindang
Cara Membuat:- Ayam: panaskan minyak goreng.
- Tumis bawang putih, bawang merah halus, jahe, daun jeruk.
- Masukkan potongan ayam, masak hingga ayam berubah warna.
- Tambahkan santan dan jamur kancing, masak sampai kering.
- Nasi: campur nasi hangat dengan mentega, garam, lada, aduk rata.
- Masak sebentar, angkat.
- Penyelesaian: ambil 2 lembar daun pisang, taruh 75 gr nasi, ayam, telur pindang, kering tempe.
- Bungkus, kukus dalam dandang panas selama 15 menit.
- Panggang di atas bara api atau oven hingga daun mengering.
- Sajikan hangat.
Untuk 10 bungkus © Tabloid Nova
| |