Kuliner's posts with tag: mie

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag mie
Photo AlbumMie Hijau (2 photos)Jul 25, '08 7:05 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Pilih Mana, Mi Hijau
atau Udang Telur Asin?


Begitu mendengar Lippo Cikarang yang ada di benak saya adalah Waterboom, wahana rekreasi air yang sudah tak asing lagi. Namun, kali ini teman saya membawa saya menjelajahi aneka makanan yang ada di area Lippo Cikarang.

Hmm… ada apa ya di kawasan yang dalam benak saya kering dan panas itu? Tetapi, tertarik dengan ajakan icip-icip kuliner, saya dan dua orang teman pun berangkat dari Jakarta menjelang jam makan siang. Perjalanan dari Semanggi ke Cikarang memakan waktu satu jam karena kami tidak harus melalui kemacetan.

Kesan pertama, kawasan ini memang seperti yang saya pikirkan. Namun, itu tak lama. Perlahan, kesan itu menghilang ketika memasuki Lippo Cikarang. Tak ubahnya seperti kawasan perumahan di Jakarta, pengembang Lippo menata daerahnya dengan apik dan asri.

Kami pun tiba di Ruko Plasa Menteng yang terletak tak jauh dari Waterboom. Rasa lapar dan dahaga membuat tak sabar melihat hidangan-hidangan yang menanti. Kedai 12 Bakul adalah rumah makan tujuan pertama kami. Kedai mungil yang buka sejak 1992 itu menyajikan aneka macam masakan Indonesia dan China.

Beberapa yang istimewa adalah nasi udang telur asin, mi hijau organik, gado-gado, dan rujak ulek. Tak perlu berpikir lama, kami segera memesan semuanya. Nurhayati, pemilik restoran, menuturkan, dua menu terakhir merupakan resep keluarga yang diwariskan turun-temurun.

Sementara itu, untuk mi organik tidak seperti kebanyakan mi hijau yang terbuat dari bahan dasar bayam, ia menggantinya dengan sawi hijau. "Kalau memakai sawi hijau, mi jadi lebih kenyal. Beda dengan bayam yang membuat mi agak lembek," tuturnya.

Sembari mengobrol, satu per satu makanan tersaji di depan mata. Wow, semuanya begitu menggoda selera. Saya harus menahan lapar dulu karena kami harus memotret menu-menu itu satu per satu. Akhirnya, sesi pemotretan pun usai. Semua mata pun melirik aneka makanan yang sedari tadi siap disantap.

Pilihan pertama saya jatuh pada udang telur asin. Eits, salah jika Anda membayangkan ada udang dan telur asin dalam satu wadah. Tetapi, ini udang yang digoreng dengan bumbu yang telah dicampur telur asin. Kolaborasi antara udang laut dan bumbu telur asin menghasilkan rasa yang gurih, asin, dan sedikit rasa manis yang berganti-ganti di lidah saya. Sedap! Hanya, jika bumbu telur asin ditambahkan sedikit lagi, saya yakin rasanya akan jauh lebih mantap.

Lebih kenyal & lembut
Masakan kedua yang saya cicipi adalah mi hijau organik. Benar kata ibu Nurhayati, mi terasa lebih kenyal dan lembut jika dibandingkan dengan mi yang terbuat dari bayam. Rasanya nyaris sama dengan mi kuning biasa bahkan lebih alami dan sehat. Kuahnya juga segar dan gurih. Apalagi, ditambah dengan potongan jamur dan ayam yang tersebar di atas mi. Tak salah jika pengunjung memilihnya sebagai menu favorit.

Lalu, bagaimana dengan dua menu warisan keluarga? Kesimpulan kami tak jauh beda dengan masakan sebelumnya, sedap. Gado-gado ulek yang terdiri atas potongan tahu, kacang panjang, kentang, kol, dan telur benar-benar mantap dengan bumbu kacangnya yang medok. Sesuatu yang unik saya temukan di menu rujak ulek, ada yang menggelitik rasa. Ada aroma yang berbeda di bumbu rujak karena mampu meninggalkan after taste yang kuat, agak-agak langu gimana gitu…

Ternyata, itu rahasianya. Istri Eddy Himawan ini mengungkapkan, keistimewaan rujak ulek miliknya terletak di bunga laos. Jadi, selain asam dan gula merah, ia menambahkan bunga laos sebagai penambah aroma sehingga menimbulkan sensasi tersendiri bagi penikmatnya ketika dimakan dengan aneka buah-buahan segar.

Petualangan pertama pun berakhir di sini. Meski perut ini sudah cukup penuh, perjalanan belum selesai karena kami beranjak ke tempat kedua, kawasan Sirkus, pusat jajajan kaki lima pada sore hari. Dinamakan Sirkus karena tenda-tenda mirip dengan tenda Sirkus, dengan ujung lancip di tengah.

Beragam makanan tersedia di setiap sudut, mulai dari bakso, kwetiauw, satai, seafood, hingga sop kaki kambing. Begitu banyak yang harus dipilih. Kami akhirnya singgah di Seafood 68 yang mempunyai menu spesial udang saos padang. Selain itu, saya memesan cumi saos mentega dan kerang rebus.

Rasanya? Udangnya lumayan enak, tetapi cuminya biasa saja, tidak ada yang istimewa. Selanjutnya, saya mencicipi sop kaki kambing meski perut saya sudah totally full, tapi mumpung di Cikarang, pantang kan kalau tidak menjelajahinya? Karena sudah kekenyangan, kami hanya memesan satu porsi saja untuk dicicipi ramai-ramai.

Warung makan yang merupakan cabang dari Tanah Abang ini layak dijadikan pilihan. Seporsi sop kaki kambing yang kami pesan memang sedap. Kaki-kaki kambingnya empuk dengan kuah yang begitu segar. Meski saya hanya mencicipinya sedikit, tetapi cukuplah untuk menyimpulkan rasanya.

Tak sadar, hari sudah berganti malam. Saatnya kami kembali ke Jakarta setelah beberapa jam menyambangi tempat-tempat kuliner di Lippo Cikarang.

Angelina Maria Donna
© 2008 Kompas

ReviewReviewReviewReviewReviewPidie 2000Jul 5, '08 2:42 PM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Margonda Pondok Cina No. 339, Depok
Mie lezat

Mandi Keringat Menyantap Mie Aceh!

Tempatnya sederhana, namun siapa sangka di warung tenda nan sederhana ini tersimpan kelezatan kuliner tanah rencong. Mie dengan racikan bumbu yang kaya rempah dan bercita rasa pedas benar-benar menggetarkan lidah. Shtttt... bisa-bisa Anda ketagihan dibuatnya!

Ya, ditilik dari namanya 'Pidie 2000 Mie Aceh Centre' sudah dapat ditebak bahwa warung makan ini menyediakan hidangan khas Aceh khususnya mie. Letaknya yang tepat berada di Jl. Margonda, Depok membuat warung makan mie Aceh ini tak sulit dicari. Selain sudah cukup dikenal bukan hanya oleh orang Aceh sebagai pelepas rindu, namun juga oleh warga Depok dan sekitarnya.

Meskipun di sisi kiri dan kanannya terdapat berbagai restoran besar, ternyata Pidie2000 tak kalah pamor. Ketika kami menyibak spanduk yang nyaris menutup rapat warung, hampir semua bangku telah terisi penuh. Namun untunglah masih ada sebuah meja kosong yang dapat kami tempati.

Mie yang asal muasalnya dari Cina, di warung tenda ini diracik dengan bumbu khas Aceh. Karena mi jadi kegemaran banyak orang makan racikan mi yang ini juga bikin kami ingin menjajal rasanya. Dari daftar menu yang sederhana, mie tumis dan mi goreng special menjadi pilihan kami.

Sambil menunggu pesanan sang pelayan menyajikan sepiring kue timpan yang menurut teman saya merupakan jajanan khas Aceh. "Cobain deh enak loh," ujarnya sambil mengambil sebuah. Suapan pertama rasa dominan pisang dan manis gula langsung menyerbu lidah. Hmm... benar juga rasanya enak! Tak lama kami pun sudah asyik mengunyah kue yang mirip dodol dan berbalut daun pisang ini. Kue ini terbuat dari tepung ketan, pisang, dan gula yang dilumatkan.

Tempat kami duduk persis bersebelahan dengan tungku tempat memasak mi, maka dengan leluasa kami mengamati proses pembuatan mie. Satu wajan besi besar berisi bumbu merah kecokelatan berminyak, mirip bumbu rendang yang diaduk oleh sang koki. Gaya mengaduknya mirip orang Betawi mengaduk dodol, pakai gaya ‘mendayung’. Kami tahu untuk membuat bumbu dengan belasan rempah ini pasti diperlukan waktu beberapa jam plus kesabaran dalam mengaduk. Aroma harum bumbupun mulai menusuk-nusuk hidung!

Setelah menunggu antrian akhirnya mie tumis tersaji mengepul. Kuahnya 'nyemek', kental, mirip lo mie dengan warna semburat kemerahan. Disajikan dengan sepiring kecil irisan timun bawang merah, cabe rawit dan emping goreng. Tampilan yang sangat eksotik menggoda untuk segera dicicip. Saat diaduk, aroma wangi rempah langsung menyerbu hidung.

Beraroma kari
Mie kuning besar, jenis mi hokkian merupakan ciri khas mie Aceh ini. Dilengkapi dengan irisan tomat, daun bawang dan iris tipis daging plus tauge. Rasa mienya kenyal lembut, dagingnya juga mulus saat dikunyah dan kuahnya memang istimewa. Beraroma kari yang lembut dan rasa ‘panas’nya langsung menyengat, membuat dahi dan muka saya langsung berlelehan keringat! Wuah..sedap nian!

Untuk mie goreng rupanya aroma rempah jauh lebih terasa kuat. Mie nya terlihat agak basah dan berwarna kecokelatan berlumur rempah. Sungguh menggoda dan nyaris membuat saya menitikkan air liur sebelum mencicipinya. Karena mi goreng ini spesial maka isinya juga komplet, udang, daging, seledri, telur, dan tomat.

Ternyata bumbu mi goreng lebih kuat menonjok lidah kami sehingga keringatpun makin deras berlelehan. Rasa pedas inilah yang justru membuat saya tak berhenti menyuapnya. Tenggorokan justru terasa lega setelah dilumuri racikan bumbu tanah rencong ini.

Meskipun berbagai aneka jus segar seperti jus anggur, pear New Zeland, dan jus timun tersedia namun untuk mengalahkan rasa pedas kami memutuskan untuk memesan segelas es teh manis. Seporsi mie tumis dihargai Rp 14.000,00 dan mie goreng Rp 12.000. Sedangkan untuk aneka jus harganya berkisar dari Rp 5000 - Rp 6000,00. Nah, tak mahal bukan?

Selain tak perlu jauh-jauh datang ke Aceh, untuk merasakan keunikan kuliner Aceh, Anda tak perlu membayar mahal. O ya, selain itu sebagian dari penghasilan warung Pidie 2000 ini akan disisihkan untuk membantu pendidikan anak-anak di Aceh.

'Pidie 2000' Mie Aceh Centre
Jl. Margonda Pondok Cina No. 339, Depok
Telp: 021-78887882 / 77212658

(dev/Odi) Devita Sari
© 2008 detikcom


Blog EntryMie daging kangkungApr 1, '08 10:35 AM
for everyone





















.
Mie Kangkung
.
Bahan:
  • 300 gr mie basah, siram dengan air mendidih, tiriskan
  • 1 ikat (± 350 gr) kangkung, petik daunnya, cuci bersih, tiriskan
  • 12 buah telur puyuh, rebus, kupas
Bumbu kuah:
  • 1 sdm minyak goreng
  • 150 gr daging sukiyaki/ has dalam (iris tipis-tipis)
  • 1 batang daun bawang, iris tipis-tipis
  • 1300 ml kaldu/air
  • 1½ - 2 sdm kecap asin
  • 1 sdm kecap manis
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt minyak wijen
  • 2 sdm tepung kanji, larutkan dengan sedikit air
Bumbu halus:
  • 1 sdm ebi kering, rendam air panas sebentar, tiriskan
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • ½ sdt merica butiran
  • 1½ sdt garam
Cara membuat:
  1. Kuah: panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum.
  2. Masukkan daging dan daun bawang.
  3. Masak hingga daging berubah warna. Angkat.
  4. Panaskan kaldu hingga mendidih.
  5. Tuang tumisan daging ke dalam kaldu. Masak hingga mendidih.
  6. Tambahkan kecap asin, kecap manis, garam, minyak wijen.
  7. Setelah mendidih, tuang larutan kanji, masak hingga kaldu agak kental. Angkat.
  8. Penyajian: atur mie, kangkung dan telur puyuh dalam mangkuk.
  9. Siram dengan kuah panas beserta irisan daging.
  10. Sajikan dengan sambal rawit.
sumber: dekap.com

Blog EntryMie Loaf AyamApr 1, '08 10:05 AM
for everyone





















.
Mi Goreng Jawa

Bahan:
  • 500 gr mi basah
  • 2 buah tomat
  • 250 gr kol
  • 3 batang daun bawang
  • 2 batang seledri
  • ½ ekor ayam goreng
  • 3-4 sdm minyak goreng
  • 75 ml kaldu
  • 2 sdm kecap manis
  • 2 butir telur, kocok lepas
  • sdt garam
  • bawang goreng
Bumbu Halus:
  • 5 siung bawang putih
  • 5 buah bawang merah
  • 5 butir kemiri sangrai
  • ½ sdt merica
  • 1 sdt garam
Cara membuat:
  1. Cuci/siram mi dengan air panas, tiriskan.
  2. Belah-belah tomat, iris kasar kol, sisihkan.
  3. Iris daun bawang dan seledri 1 cm.
  4. Buang tulang ayam, ambil dagingnya, lalu suwir-suwir dagingnya, sisihkan.
  5. Panaskan minyak goreng dalam wajan, tumis bumbu halus sampai harum.
  6. Masukkan tomat, aduk sampai tomat layu.
  7. Masukkan kol, daun bawang, seledri, aduk sebentar.
  8. Tambahkan ayam suwir, kaldu dan kecap, aduk rata.
  9. Kocok telur bersama garam.
  10. Sisihkan sayuran tumis ke arah pinggir wajan, masukkan telur kocok.
  11. Diamkan sampai agak beku.
  12. Kemudian aduk-aduk hingga menjadi butiran-butiran kecil.
  13. Setelah itu aduk menjadi satu dengan sayuran.
  14. Masukkan mi dan kecap manis.
  15. Aduk perlahan sampai rata dan kaldu mengering, angkat.
  16. Pindahkan mi goreng atas piring saji, taburi bawang goreng.
  17. Hidangkan selagi panas dengan pelengkap acar mentimun dan cabai rawit.
sumber: dekap.com

ReviewReviewReviewBoy, Mie Ayam JadulMar 5, '08 4:13 PM
for everyone
Category:Other
Mie Boy

Mie ayam termasuk makanan yang tidak mengenal batas usia. Disukai semua orang, dari anak-anak hingga kakek nenek. Di Jakarta, menemukannya mudah saja. Mulai dari gerobak dorong yang berkeliling dari rumah ke rumah, mangkal di dekat perkantoran hingga restoran mie ayam. Diantara sekian banyak tempat makan yang menjajakan mie ayam, ada satu restoran kecil di sudut Jakarta Selatan yang berdiri sejak puluhan tahun lalu. Namanya Mie Boy. Karena rasanya yang khas, mie ini mampu bertahan di tengah derasnya serbuan makanan serupa di ibukota.

Siang itu, ketika saya kesana, tempat ini dipenuhi pengunjung yang rata-rata sekeluarga. Mungkin, karena hari Sabtu, jadi makan bersama keluarga di luar rumah menjadi acara yang menyenangkan. Syukurlah, masih ada meja satu yang tersisa buat saya.

Langsung saja saya memesan Yamien Bakso Pangsit Goreng dan teh hangat. Di restoran mungil ini, ada dua jenis mie yang bisa dipilih. Bagi penyuka asin, tersedia mie ayam, sedangkan bagi penyuka manis, tersedia yamien (mie ayam yang diaduk dengan tambahan kecap manis, sehingga rasanya menjadi lebih manis dan mie agak kecoklatan). Sudah lama saya tidak menemukan mie dengan balutan kecap manis ini. Kebetulan, saya menemukannya di tempat makan jadul tersebut. Setelah menunggu agak lama, pesanan saya pun datang. Yamiennya juga tidak terlalu manis.

Berbeda dengan bakmi Gajah Mada yang kecil-kecil, tipis dan lembut, Mie Boy mempunyai tekstur yang lebih besar dan tebal tetapi tidak mengurangi kelembutan mie. Tanpa tambahan apa pun, mie ayam sudah terasa gurih di lidah bercampur manis, karena saya memesan yamien. Kuahnya juga sedap dengan aroma kaldu ayam yang kuat.

Lalu bagaimana dengan bakso dan pangsit gorengnya? Tidak kalah seru. Kulit pangsitnya yang renyah ditambah daging cincang di dalamnya, menambah kenikmatan yamin yang saya santap. Baksonya buat saya istimewa. Bulatan-bulatannya cukup besar, dagingnya padat dan rasanya benar-benar gurih. Pantas saja Mie Boy mampu bertahan hingga puluhan tahun, karena rasanya memang tidak mengecewakan.

O ya, selain aneka macam mie, ada lagi satu menu yang disukai pengunjung, Nasi Tim Ayam Jamur. Sayang, saya tidak sempat mencicipinya, karena perut saya mulai kenyang. di samping masih ada beberapa tempat di sekitar Cikajang siang itu....

Mie Boy
Jl Cikajang No.2 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan

Angelina Maria Donna
© 2008 Kompas


Blog EntrySoto MieFeb 25, '08 5:05 PM
for everyone





















.
Soto Mie
.
Bahan:
  • 6 buah tomat, dipotong-potong
  • 8 lembar daun jeruk
  • 3 lembar daun salam
  • 4 buah kentang
  • 2 batang serai, memarkan
  • ½ kg mie kuning/mie basah, dikukus sebentar
  • ¼ kol, iris tipis
  • ½ kg sandung lamur
  • ½ kg kulit sapi/kikil
  • 3 batang daun bawang, iris tipis
  • 10 buah lumpia/risoles, siap pakai, potong-potong
  • 3 sdm minyak goreng untuk menumis
Bumbu halus:
  • 15 buah bawang merah
  • 8 buah bawang putih
  • 1 sdt merica bubuk
  • 2 cm jahe
  • 2 cm kunyit
  • 5 buah cabai merah
  • garam secukupnya
Cara membuat:
  1. Kentang, kupas, belah 2, goreng hingga matang, potong-potong
  2. Sandung lamur, kulit sapi/kikil, rebus sampai daging empuk, potong-potong.
  3. Saring kuah bekas merebus daging sebanyak 1500 ml liter, sisihkan.
  4. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum baunya.
  5. Kemudian masukkan serai, daun jeruk dan daun salam. Aduk rata.
  6. Masukkan tumisan bumbu ke dalam panci air sisa rebusan daging.
  7. Lalu masukkan potongan daging dan masak sampai mendidih. Angkat. Sisihkan.
  8. Cara penyajiannya: taruh dalam mangkuk mie, potongan tomat.
  9. Tambahkan potongan kentang, dan risoles.
  10. Siram dengan kuah beserta potongan daging.
  11. Taburi dengan daun bawang iris.
  12. Santap selagi panas dengan perasan air jeruk nipis dan kecap manis.
Membuat lumpia/risoles sendiri:
  1. Siapkan 10 - 15 lembar kulit lumpia.
  2. Rebus 150 gr bihun hingga matang, angkat dan tiriskan.
  3. Tumis 1 siung bawang putih cincang, lalu masukkan bihun.
  4. Tambahkan garam dan merica secukupnya, aduk rata. Angkat.
  5. Isikan setiap lembar kulit lumpia dengan 1 sdm bihun.
  6. Lipat kemudian gulung, rekatkan pinggirannya dengan putih telur.
  7. Goreng lumpia hingga matang dan berwarna kekuningan.
sumber: dekap.com

Blog EntryMie lontong isi ayamFeb 8, '08 10:55 PM
for everyone





















.
Lontong Mi
.
Bahan:
  • 4 bks mi instant, ambil 2 bks bumbunya
  • 550 ml santan dari 1 btr kelapa
  • daun pisang untuk membungkus
Bahan isi:
  • 250 gr daging ayam giling
  • 5 bh bawang merah, cincang
  • 2 siung bawang putih, cincang
  • 2 lbr daun salam
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 100 ml santan dari 1/4 btr kelapa
  • 1 sdt garam
  • ¼ sdt gula pasir
Haluskan:
  • 3 cm kencur
Cara membuat:
  1. Buat isi: tumis bumbu halus, bawang merah, bawang putih, daun salam dan lengkuas sampai harum.
  2. Masukkan ayam giling, aduk hingga berubah warna, tambahkan santan.
  3. Masak terus sambil diaduk hingga mengering.
  4. Didihkan santan sambil diaduk.
  5. Masukkan mi dan bumbunya, aduk hingga mengental.
  6. Ambil selembar daun pisang, sendokkan adonan mi, pipihkan.
  7. Tambahkan bahan isi, bungkus, lipat dan semat kedua ujungnya.
  8. Kukus selama 45 menit.
Untuk 12 buah

foto: Widi Nugroho
© TabloidNova

ReviewReviewReviewReviewMie Celor 26 Ilir, Santapan Pulang KampungFeb 5, '08 7:13 PM
for everyone
Category:Other
Mie Celor

Rumah Makan 26 Ilir HM Syafei, yang menyediakan menu khusus mi celor di Palembang, sebenarnya boleh disebut warung kecil karena hanya menyediakan sembilan meja. Meski begitu, kala musim liburan tempat ini bisa menjual hampir seribu piring mi celor dalam sehari.
 
Mi celor atau mi celup sesungguhnya tak hanya ada di Kota Palembang, tetapi hampir di semua kota di Pulau Sumatera, seperti Jambi dan Lampung. Namun, di Palembang, mi celor menjadi makanan khas, nyaris sepopuler pempek.

Terutama saat musim liburan karena banyak orang Palembang yang pulang kampung, pada saat itu mi celor jadi menu wajib selain pempek. Makanya tak heran kalau antrean pesanan di warung "mie celor 26 Ilir Haji Syafei" bisa jadi lebih panjang pada saat liburan. Salah seorang karyawan warung Haji Syafei, Edi, mengatakan, dua presenter bersaudara, Tantowi dan Helmy Yahya, setiap ke Palembang pasti mampir di warungnya. Selain itu, pemain sinetron Anwar Fuady termasuk salah satu pelanggan tetapnya.

Bahkan, menurut Edi, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri juga sangat menyukai mi celor Haji Syafei. Hal ini tak mengherankan karena suami Megawati, Taufik Kiemas, asli Palembang. "Waktu Ibu Mega masih presiden yang datang membeli biasanya orang dari istana. Kemudian, mi celor dibawa secara khusus ke Jakarta dari Palembang," ujar Edi.

Sebenarnya bukan cuma pendatang yang singgah ke warung Haji Syafei karena jumlah konsumen mi celor pada hari-hari biasa juga lumayan banyak. Jika pada hari libur, warung ini bisa menghabiskan 90 kilogram mi atau setara dengan 900 piring, sementara pada hari-hari biasa hanya rata-rata 40 kilogram mi. Edi juga mengaku, Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman termasuk pelanggannya. Hanya saja, sang gubernur punya pesanan khusus, yaitu udang harus lebih banyak dan ditambah satu telur rebus.

Edi memastikan, semua orang bisa menikmati racikan seperti gubernur asal mau membayar lebih mahal. Jika sepiring untuk porsi normal hanya Rp 8.000, pesanan seperti pesanan gubernur itu harganya Rp 21.000 karena udangnya lebih banyak dan ditambah satu butir telur rebus.

Otak Udang
Rahasia kelezatan mi celor 26 Ilir Haji Syafei terletak pada penggunaan udang sebagai pelezat utama sehingga aroma udang paling dominan dibandingkan dengan bahan-bahan lain. Anwar, yang juga karyawan warung Haji Syafei, menuturkan, setiap hari menerima minimal 5 kilogram udang. Namun, jika pemasok membawa udang dalam jumlah berapa pun, tetap akan dibeli.

Dia juga mengatakan, jangan remehkan istilah "otak udang" sebab bagian yang paling kecil dari tubuh udang inilah yang memberikan kontribusi terbanyak dalam melezatkan mi celor 26 Ilir. Otak udang dikumpulkan satu demi satu sampai terkumpul cukup banyak untuk membuat kuah mi celor.

Bentuk mi telur yang digunakan berbeda dengan mi telur yang biasa kita santap di rumah makan bakso atau mi. Mi celor menggunakan mi telur yang berwarna kuning, tetapi ukurannya jauh lebih besar dan lurus tidak keriting, lebih mirip spageti. Yang belum pernah menyantap mi celor akan menyangka makanan yang dihadapinya adalah varian spageti atau pasta khas Italia.

Menurut Anwar, setiap hari rumah makan tersebut menerima pasokan mi telur sebanyak 30-50 kilogram. Supaya kesegaran mi tetap terjaga, pemasok mendatangkan mi pukul 06.00 dan pukul 12.00.

"Kalau dikirim sekali sehari, pada sore hari mi pasti sudah berbau. Oleh karena itu, kami selalu meminta yang masih segar," kata Anwar. Bagi sebagian masyarakat Palembang, mi celor sudah menjadi santapan wajib selain pempek. Warga Palembang yang tinggal di pinggiran kota rela datang ke kawasan 26 Ilir hanya untuk menikmati mi celor.

Menurut Ida (34), warga kawasan Kilometer 10 (sekitar 15 kilometer dari kawasan 26 Ilir, untuk ukuran Palembang jarak tersebut sudah cukup jauh), setiap bulan dia selalu menyempatkan diri ke kawasan 26 Ilir khusus untuk makan mi celor. "Yang membedakan mi celor di sini dan tempat lain adalah kuahnya. Di sini memakai udang satang, yaitu udang berukuran besar. Kalau rasa mi-nya, sama saja," ujar Ida.

Ida mengaku pernah bereksperimen memasak sendiri mi celor di rumah, tetapi rasanya tidak seenak mi celor 26 Ilir Haji Syafei. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk ke warung Haji Syafei kalau lagi ingin menikmati mi celor.

Pendatang dari Jakarta yang ingin membawa pulang mi celor sebagai buah tangan juga tidak ada halangan karena makanan ini bisa bertahan beberapa jam. Namun, harus dikemas secara terpisah, antara kuah dan bahan mi celor lain. Biasanya, pembeli yang ingin membawa ke Jakarta memesan terlebih dahulu dan diambil saat akan ke bandara. Tujuannya, agar mi celor tetap segar sampai di Jakarta.

Sayangnya, warung Haji Syafei belum membuat kemasan khusus untuk pemesan yang ingin membawa ke Jakarta sebagai oleh-oleh. Padahal, jika kemasannya rapi dan aman, tentu banyak orang Palembang yang akan memesan untuk membawa makanan tradisional tersebut.

Namun, pengelola warung Haji Syafei punya alasan, kemasan khusus akan menimbulkan biaya baru. Bahkan, kemungkinan harga kemasan sama mahalnya dengan produk mi celor itu sendiri. Selain itu, dengan bungkus plastik yang dilakukan saat ini, belum pernah ada keluhan dari pelanggan karena bungkus kuah mi celor pecah saat dibawa dalam kabin pesawat.

Jadi beruntunglah jika punya teman orang Palembang karena Anda bisa menitip sebungkus mi celor. Namun, kalau mau mengetahui rahasia resep mi celor warung Haji Syafei, lebih afdal kalau datang sendiri ke Palembang.

Kuah Tak Boleh Tersentuh Api
Pepatah ”lain kuali, lain pula masakannya” mungkin bagi santapan mi celor harus dibalik menjadi ”lain masakan, lain pula pancinya”. Pasalnya, panci untuk kuah mi celor harus dibuat secara khusus. Harus terdiri dari dua bagian, yakni tempat air untuk mencelup mi serta taoge dan bagian yang mengapung sebagai tempat kuah.

Menurut Anwar, salah seorang pelayan di warung Haji Syafei, kuah mi celor tak boleh menyentuh api karena akan terus mengental. Oleh karena itu, pada panci yang dibuat secara khusus tersebut terdapat bagian terapung untuk kuah.

Cara memasak dengan panci khusus tersebut membuat air rebusan terus-menerus mendidih dan kuah menjadi tetap hangat hingga kekentalan tertentu. Jika kuah menjadi terlalu panas, dikhawatirkan akan menjadi terlalu kental.

Bahan:
Udang, mi telur, taoge, telur rebus, bawang merah, bawang putih.

Bahan kuah:
Kaldu udang, gula pasir, garam, tepung terigu, telur, daun bawang.

Cara membuat:
Bawang merah, bawang putih, lada, garam, digiling sampai halus. Panaskan minyak goreng, lalu tumis bumbu sampai harum. Masukkan udang cincang, tambahkan air dan biarkan hingga mendidih. Setelah itu, masukkan tepung terigu yang telah dilarutkan dengan air. Biarkan hingga mendidih, tambahkan gula pasir dan daun bawang.

foto: Alec K
Buyung Wijaya Kusuma
© Kompas


Photo AlbumMie Tapioka (5 photos)Feb 4, '08 9:06 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Pabrik Mie Tradisional

Riuh rendah suara laki-laki bercampur derit kayu saling bergesek. Sesekali terdengar lenguhan sapi. Nuansa itu yang akan kita ditemui setiap mengunjungi pabrik mi di Dusun Bendo, Trimurti, Srandakan, Bantul, DI Yogyakarta, sekitar 30 km arah barat Kota Bantul. Pabrik mi yang berdiri sekitar tahun 1940-an tersebut masih menampakkan "wajah" aslinya. Menurut Yasir Ferry Ismatrada, cucu pendiri mi dengan merek Garuda itu, kondisi pabrik mi yang saat ini dikelolanya mirip ketika pertama kali didirikan. Semua peralatan masih tradisional.

Alat pres menggunakan kayu tepeng sepanjang 4,5 meter, alat giling memakai batu seberat satu ton yang ditarik sapi, sedangkan oven masih menggunakan tungku berbahan bakar kayu.

Pabrik mi yang menghabiskan enam kuintal tepung tapioka sekali  produksi ini menjadi saksi bisu gigihnya pejuang melawan penjajah Jepang. Tempatnya yang strategis, di pinggir Sungai Progo dan jalur penghubung dua kabupaten, Bantul-Kulon Progo, menjadikannya salah satu markas pejuang. Bahkan, Umar Bisyir Nahdi, pendiri pabrik, menamakannya "pabrik mi revolusi".

Pabrik yang mempekerjakan sekitar 40 orang tersebut sempat berhenti beroperasi dari tahun 1983 hingga 2003 karena tidak ada yang  mengelola. Selama itu, warga yang dulu menjadi pekerja mi berubah menjadi penambang pasir dan batu di Sungai Progo.

Seiring menipisnya pasir dan batu di Sungai Progo, warga kemudian  meminta keluarga Umar Bisyir kembali memproduksi mi. Melihat semangat warga yang besar serta dorongan memberikan lapangan pekerjaan, akhirnya pada pertengahan tahun 2003 perusahaan tersebut kembali beroperasi. Tidak heran apabila semua proses pembuatan mi mengandalkan tenaga manusia. Alasannya sederhana, agar warga kampung bisa sebanyak-banyaknya ditampung jadi pekerja.

Foto dan Naskah: Kompas / Heru Sri Kumoro

Blog EntryMie goreng keringJan 21, '08 10:55 PM
for everyone





















.
Mie Baba Celup
.
Bahan:
  • 150 gr mie telur
  • 2 sdm margarin
  • 3 siung bawang putih, cincang halus
  • 5 cm jahe, iris halus
  • 50 gr cumi, kupas kulitnya, potong-potong
  • 200 gr udang pancet, buang kepalanya
  • 150 gr wortel, potong-potong
  • 150 gr bokcoy
  • 2 btg daun bawang, iris serong
  • 50 gr jamur kuping, rendam sampai mekar, potong-potong
  • 2 sdm saus tiram
  • 1/2 sdt minyak wijen
  • 1/2 sdt lada bubuk
  • 1 sdt gula pasir
  • 1/2 sdm kecap asin
  • 150 ml kaldu ayam
  • 1 sdm tepung maizena, cairkan dengan sedikit air
  • minyak goreng
Cara membuat:
  1. Didihkan air, masukkan mi, rebus selama 5 menit, angkat, tiriskan.
  2. Panaskan minyak goreng.
  3. Masukkan mi, goreng sambil disiram-siram sampai kering.
  4. Angkat, tiriskan, taruh di piring saji, sisihkan.
  5. Panaskan margarin, tumis bawang putih sampai harum, masukkan jahe,
  6. cumi, dan udang, aduk-aduk sampai cumi kaku dan udang berubah warna.
  7. Masukkan wortel, bokcoy, daun bawang, jamur, saus tiram, minyak wijen.
  8. Tambahkan lada, gula pasir, dan gula pasir, ratakan, tuang kaldu ayam.
  9. Tambahkan cairan maizena, aduk rata.
  10. Setelah mendidih, angkat, tuang ke atas mi, sajikan.
Untuk 3 orang

© TabloidNova

Blog EntryKeranjang Mie Isi SaladOct 15, '07 2:35 PM
for everyone




















.
Mie Salad

Bahan:
  • 200 gr mi keriting, rebus, tiriskan
  • minyak untuk menggoreng
  • 150 gr wortel, kupas, serut halus
  • 150 gr timun hijau, serut halus
  • 100 gr selada bokor, iris halus
  • 100 gr jagung manis, tiriskan
  • 100 gr paprika merah, potong dadu
Saus: (aduk rata)
  • 100 gr mayonaise
  • 2 sdm saus tomat
  • 2 sdm saus cabai
  • 2 sdt gula halus
  • 1 sdt air jeruk lemon
  • 1/4 sdt lada halus
Cara membuat:
  1. Susun mi dalam cetakan sarang burung, tekan dengan penutupnya.
  2. Panaskan minyak, celupkan cetakan hingga terendam.
  3. Goreng hingga berwarna kuning kecokelatan. Angkat, tiriskan.
  4. Penyajian: susun bahan salad dalam mangkuk mi.
  5. Siram dengan saus, taburi kacang tanah. Sajikan.
Untuk 6 buah

foto: Agus Dwianto
© TabloidNova

Blog EntryMie Ayam SpesialOct 15, '07 2:25 PM
for everyone




















.
Mie Ayam

Bahan:
  • 300 gr mi keriting segar
  • 1 sdm minyak ayam
  • 1 sdm kecap asin
Taburan:
  • 2 sdm minyak sayur
  • 1 sdt minyak wijen
  • 4 siung bawang putih cincang kasar
  • 250 gr daging ayam, potong kecil-kecil
  • 100 gr jamur merang potong dadu
  • 1 sdm saus tiram
  • 1 sdm kecap asin
  • 100 ml air
  • 1/2 sdt lada halus
  • 2 sdm kecap manis
  • 1/2 sdt garam
Kuah:
  • 2 siung bawang putih, cincang
  • 1 ltr kaldu ayam
  • 2 sdm daun bawang iris halus
  • 1/2 sdt lada
  • 1 sdt garam
Pelengkap:
  • 3 sdm bawang merah goreng
  • 2 sdm daun bawang iris halus
  • 100 gr sawi hijau, potong 4 cm
  • 75 gr taoge seduh air panas
  • 18 bh pangsit goreng
Cara membuat:
  1. Didihkan air secukupnya.
  2. Seduh mi dengan air mendidih hingga tepungnya larut dan mi lunak, tiriskan
  3. Campur kecap dan minyak sayur, masukkan mi, aduk rata dan sisihkan.
  4. Taburan: panaskan minyak yang sudah dicampur minyak wijen.
  5. Tumis bawang putih, dan jahe hingga harum, masukkan daging ayam.
  6. Aduk hingga kaku.
  7. Tambahkan jamur dan bahan lainya, aduk hingga kuah habis dan ayam lunak.
  8. Kuah: rebus semua bahan menjadi satu hingga mendidih.
  9. Penyajian: taruh mi dalam mangkuk, tambahkan sawi hijau, taoge, bahan taburan, daun bawang, bawang merah goreng, pangsit goreng beserta kuahnya.
  10. Sajikan selagi hangat.
Untuk 6 porsi

foto: Agus Dwianto
© TabloidNova

Blog EntrySup bakso ayam diberi mieAug 30, '07 9:53 PM
for everyone




















.
Sup Bakso Ayam Mie

Bahan:
  • 1 sdt lada
  • 4 siung bawang putih
  • 75 gr mie instan
  • 125 gr ayam cincang
  • 1 sdm tepung terigu
  • 1/2 sdt garam
  • 25 ml air
  • 1 sdt kaldu instan
  • minyak goreng
Kuah:
  • 1 ltr air
  • 4 siung bawang putih, memarkan
  • 1/2 sdt lada bubuk
  • 50 gr daun bawang, potong tipis
  • 1 sdm seledri cincang
  • 10 gr jamur kuping, rendam air panas
  • 10 gr sedap malam, rendam air panas
  • 1 sdt kaldu instan
  • bawang goreng
Cara membuat:
  1. Mie instan, rendam air panas, tiriskan
  2. Bakso mie: haluskan bawang putih dan lada, sisihkan.
  3. Panaskan 1 sdm minyak, tumis bumbu halus hingga harum.
  4. Masukkan ayam cincang, mie, tepung terigu, dan air, masak hingga menyatu.
  5. Bentuk adonan bakso menjadi bola-bola sebesar kelereng.
  6. Celupkan ke dalam putih telur lalu goreng sampai kuning kecokelatan.
  7. Angkat, sisihkan.
  8. Kuah: didihkan air dan kaldu instan hingga mendidih.
  9. Masukkan bawang putih, lada, garam, daun bawang, dan seledri, masak hingga harum.
  10. Tambahkan jamur kuping, sedap malam, dan bakso mie, masak hingga matang.
  11. Sajikan sup bakso ayam mie dengan taburan bawang goreng.
Untuk 6 porsi

Pengirim: Rizna Handayani - Jakarta
foto: Agus Dwianto
© TabloidNova

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.