Kuliner's posts with tag: kepiting
 | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Asian | | Location: | Jl. Teuku Umar Nyak Arif No 10, Simprug |
Kepiting Jumbo
Tak hanya sop palumara alias sop ikan bandeng ini saja yang menggugah selera, namun kepiting jumbo dan kerang dara rebus resto seafood ini patut diacungi jempol. Apalagi jika Anda penyuka pedas, pastilah bakal kepincut oleh sambal mangganya yang jempolan!
Dalam rangka traktiran ulang tahun bapak mertua, dua minggu yang lalu saya dan keluarga mencari-cari tempat makan. Sesuai dengan pesanan beliau, saya diminta untuk hunting resto yang menyediakan menu seafood. Akhirnya diputuskan untuk menuju ke daerah permata hijau. Tak lama saya mencoba masuk ke restoran yang bernama 'Seafood Laut Sulawesi'. Lokasinya persis di depan BINUS Arteri Permata Hijau.
Berdasarkan list di menunya, restoran ini menyediakan bermacam-macam seafood dan aneka makanan asal Makasar. Entah karena kalap atau memang kami terbiasa untuk memesan macam-macam makanan (berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah karena porsinya takut gak cukup).
Menu pesanan kami antara lain kerang dara rebus, jalang kote (2 potong), es Palu butung, dan coto Makasar sebagai makanan pembuka atau trial and error food. Kepiting saos padang yang ukuran jumbo, cumi saos padang, cah kangkung, ikan bawal Jepang (katanya kandungan Omega tiganya tinggi lho!), dan sop Palumara (kalo ga salah) untuk sebutan sayur pindang ikan bandeng yang udah ga ada durinya sebagai makanan inti. Es teh manis dan teh manis panas yang ampunnnn manisnya sebagai minumannya.
Tak lama dari kami memesan, satu persatu pesanan datang didahului dengan makanan pembuka. Well menurut saya nih kerang daranya berbeda dari tempat seafood lain, woww... gede-gede!
Coto Makasarnya lumayan lah, es palung butunya saya gak tahu rasanya cuma katanya sih kaya bubur sumsum dicampur pisang trus diberi es. Untuk jalang kotenya rasanya standar kaya pastel-pastel biasa gitu, tetapi sambel encernya pedes banget sampai-sampai membuat saya tersedak.
Makanan pembuka yang pertama datang itu ikan bawalnya (besar dan segar ikannya), terus cumi saos padang plus cah kangkung yang rasanya gak jauh beda dari resto-resto seafood lain. Untuk sup pindang bandengnya sendiri wuihhh... seger pisan, rasanya daging ikannya itu loh mantab, gede dan tanpa duri.
Makanan yang terakhir datang adalah kepiting jumbo saus padang. Begitu si kepiting tiba diatas meja woww.. ternyata kepitingnya super jumbo, lebih besar dari kepiting 'Raja Kepiting' yang ada di BSD. Dagingnya tebal, hmm... mantap sekali! Saya jadi membayangkan bagaimana kalau memesan yang King crab ya, kalau yang jumbonya saja sebesar itu.
Hmm... pokoknya kami benar-benar tidak menyangka kalau pesanan kami saat itu banyak sekali. Sampai-sampai saya yang biasanya suka nyemil kepala ikan plus tulang-tulangnya jadi menyerah. Akhirnya karena sup bandeng masih tersisa lumayan banyak, maka kami membungkusnya untuk dibawa pulang.
Untuk harganya sendiri? Hmmm... yang mahal sih sepertinya kepitingnya, soalnya kepiting jumbo ukuran 1kg lebih yang kami pesan saat itu dibandrol dengan harga Rp 120 ribuan. Nah, berarti per onsnya sekitar sebelas ribuan. Sedangkan harga makananya yang lain, saya rasa standard saja.
Over all, saya recomended jika berkunjung ke resto ini untuk mencoba kepiting dan sup pindang bandengnya. Dijamin bukan hanya top markotop, tetapi maknyossss...
O ya, di sini juga disediakan 3 jenis sambel sebagai pelengkap hidangan seafood ini, yaitu sambel tomat ijo plus bawang merah, sambel terasi, dan sambel mangga (sebenarnya lebih tepat dibilang asinan mangga karena nyaris tidak ada sambalnya). Meskipun begitu saya suka dengan sambel mangga disini. Jadi jangan heran kalau Anda makan disini dan bakal nambah seporsi sambal mangga!
Seafood Laut Sulawesi Jl. Teuku Umar Nyak Arif No 10, Simprug Jakarta
Penulis: Anies Anggara Email: simple_anies[at]yahoo.com Alamat: Jl. MPR VII No.2
(dev/Odi) © 2008 detikcom 
|  | Berwisata ke Balikpapan
Balikpapan. Kota di wilayah Kalimantan Timur itu sedari dulu sudah populer. Menyebut Balikpapan, selalu menghubungkannya dengan minyak. Banyak yang menjuluki kota itu kota minyak, karena di situ terdapat kilang-kilang minyak Pertamina, belum lagi eksplorasi minyak di perairannya yang semakin menegaskan predikatnya.
Kadang orang mengira, Kota Balikpapan adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Timur. Padahal, ibu kota Kalimantan Timur adalah Samarinda. Namun, mobilitas orang ke dan dari Balikpapan melalui Bandara Sepinggan, konon lebih banyak ketimbang mobilitas ke dan dari ibu kota provinsi itu.
Aktivitas bisnis di kota itu, kabarnya memang lebih banyak. Bila Anda suatu ketika berkesempatan bertandang ke Kota Balikpapan, jangan gundah dulu jika hanya bisa menikmati kota itu di sela-sela urusan bisnis atau pekerjaan yang ditugaskan kepada Anda. Kota itu masih bisa dinikmati sebagai kota wisata. Wisata dalam hal ini tentunya adalah membeli barang-barang khas sebagai suvenir dan juga wisata jajanan.
Apa yang bisa dieksplorasi di kota itu? Coba kita mulai dari Bandara Sepinggan. Begitu mendarat di bandara itu, Anda masih diberi suasana Jakarta dengan adanya gerai Roti Boy di situ. Bolehlah sejenak menggigit roti aroma mocca dengan isian butter yang gurih manis itu dengan ditemani secangkir kopi atau teh panas agar penat di perjalanan udara sirna.
Selanjutnya, nikmati perjalanan darat Anda dengan menebarkan pandangan ke seluruh penjuru kota. Jalanan Kota Balikpapan berbukit-bukit dan Anda pasti akan terkesan dengan kebersihannya. Hampir tidak ada sampah bertebaran. Semuanya serbabersih, tak hanya jalan akses bandara, tetapi juga di setiap penjuru kota. Memang layak kota ini 13 kali mendapat Adipura karena kebersihannya itu.
Sensasi Kepiting Masih punya sisa waktu? Ingin mencicip menu khas ala Kalimantan Timur? Pasti pengelola hotel tempat Anda menginap atau warga Kota Balikpapan yang Anda tanya, akan menyarankan untuk mencicip kepiting dan menu makanan laut lainnya.
Restoran yang menyajikan hidangan laut (seafood) memang mendominasi kota itu. Sebut saja Jalan Marsma Iswahyudi. Di jalan itu antara lain bisa dijumpai Rumah Makan Kepiting Dandito dan Kepiting Kenari. Semuanya mengunggulkan menu kepiting dan udang dengan bumbu racikan khas masing-masing.
Rumah Makan Dandito misalnya, selain menyediakan saus tiram dan lada hitam untuk mengadon kepitingnya, juga mengunggulkan saus spesial Dandito yang rasanya sangat lezat. Bila menyukai saus tiram, tapi bosan dengan rasa dominan tiram yang kadang bikin eneg, saus Dandito itu menjadi alternatif. "Saus Dandito ini hasil uji coba saya di dapur dengan mencampur bumbu-bumbu seperti jahe, bawang, dan sebagainya," kata Rudi Setiawan, pemilik rumah makan tersebut kepada SP baru-baru ini.
Sementara itu, bila menjajal menu kepiting di Rumah Makan Kepiting Kenari, Anda akan dihadapkan pada pilihan saus asam manis dan lada hitam. Bagi penyukai rasa manis, menu kepiting asam manis adalah pilihan tepat. Kepiting berukuran besar yang memang menjadi andalan rumah makan itu, dibelah menjadi beberapa bagian dan dimasak dalam genangan kuah asam manis yang kental.
Menyantapnya dengan mencocolkan potongan kepiting pada sambal yang juga rasanya manis, tetapi menggigit lidah karena pedas cabai merahnya yang berpadu dengan cuka yang kuat. Bila semula merasa saus asam manis itu kemanisan, Anda akan susah berhenti menyantap kepiting dalam menu itu, akibat sensasi sambalnya.
Bagaimana dengan menu kepiting lada hitamnya? Di Rumah Makan Dandito, saus lada hitam ini disajikan kental dengan rasa dominan manis gurih dengan tingkat kepedasan lada hitam yang pas, yang menggenangi setiap potongan kepiting. Menyantap kepitingnya, Anda tak akan berhenti menyendok saus lada hitamnya yang kental, dan membubuhkannya pada daging kepiting.
Apalagi bila memesan kepiting betina, telur kepiting yang gurih padat berwarna oranye, bercampur dengan saus kental lada hitam itu, pasti membuat Anda lupa kandungan kolesterol kepiting yang tinggi! Tentang kolesterol ini, Rudi menyarankan untuk meminum air kelapa muda sebagai penetralisir.
Bagaimana dengan menu yang sama di Rumah Makan Kepiting Kenari? Menu kepiting lada hitam di rumah makan itu sangat berasa pedas lada hitam. Potongan kepiting pun, setiap cangkangnya dipenuhi bintik-bintik lada hitam yang ditumbuk kasar. Dengan kuah minimalis yang encer, menu kepiting lada hitam itu hanya diolah dengan irisan bawang bombay. Sensasi rasa pedas lada, bikin Anda, sekali lagi, susah berhenti mencari daging kepiting di sela cangkang kerasnya.
Kenikmatan menyantap kepiting itu, berefek sama ketika memesan udang galah dalam racikan bumbu yang sama. Di kedua rumah makan tersebut, udangnya juga sulit diacuhkan. Semuanya diracik dengan bumbu yang tepat oleh koki yang cerdas memuaskan konsumennya.
Mantau Menyerah dengan efek kepiting dan udang yang mungkin menyebabkan ambang batas kolesterol Anda memberikan sinyal lampu merah? Ingin mencari menu khas lainnya di hari berikutnya? Cobalah mencicip soto banjar. Soto banjar ini aslinya memang masakan khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang bila ditempuh dari Kota Balikpapan melalui jalan darat memakan waktu sekitar enam hingga tujuh jam perjalanan.
Soto banjar ini sajiannya seperti soto ayam biasa, dengan soun, sedikit taoge, suwiran ayam, dan pelengkap berupa perkedel kentang dan emping goreng. Tetapi, bumbunya yang kuning bening, membuat rasa soto berbeda. Di samping bumbu soto ayam pada umumnya yang terdiri dari kunyit, bawang, merica, dan kemiri, soto banjar juga dibubuhi adas dan kayu manis. Porsi kayu manis yang sedikit, dan bertempur dengan adas, membuat soto banjar jauh dari wangi kayu manis. Setiap suap hangatnya bikin Anda tidak akan berhenti menyantap hingga soto tandas dari mangkoknya.
Makanan khas lain di kota itu adalah mantau. Mantau adalah bakpao padat. Anda pasti pernah menjumpai mantau kemasan di toko swalayan, di bagian frozen food. Di Kota Balikpapan, mantau menjadi menu utama yang disantap dengan aneka menu masakan ala Tionghoa. Bisa disantap dengan daging sapi atau ayam bumbu kungpao, atau bumbu merica.
Ada dua pilihan mantau yang bisa dinikmati, kukus atau goreng. Satu mantau berukuran diameter 10 cm, dihargai Rp 2.500 untuk penyajian kukus yang berwarna putih dan Rp 3.000 untuk penyajian goreng. Pastikan Anda memesan mantau goreng.
Jangan takut dengan minyak yang dipakai untuk menggoreng. Kendati digenangkan dalam minyak, mantau goreng tidak berminyak. Tampilannya berwarna cokelat sawo matang, dengan permukaan kering mengkilat. Ini karena mantau diolah padat. Saking padatnya adonan, tidak memberi kesempatan minyak goreng menelusup dan menggenangi mantau sehingga membuatnya basah berminyak.
Penjual mantau kesohor di Kota Balikpapan bisa ditemui di Restoran Suky di ruko baru Balikpapan dan Depot Simpang 4 Jalan Pandansari. Mantau-mantau itu bahkan disantap dengan daging menjangan yang dibumbu kungpao dan ditaburi kacang mede, dikenal dengan sebutan masak mede. Sepertinya, penjual tidak mengetahui bahwa berdasarkan lampiran PP No 7/1999 tanggal 27 Januari 1999, hewan menjangan termasuk fauna yang dilindungi.
Oleh-oleh Puas mencicip dan perut sudah tak bisa menerima asupan lagi, kini saatnya berburu suvenir dan penganan kering. Di seantero Kota Balikpapan banyak yang menjual amplang kuku macan. Amplang adalah camilan yang terbuat dari ikan, bentuknya seperti kerupuk ikan ala Palembang dengan rasa yang nyaris sama, gurih ikan. Dibentuk kecil-kecil gemuk seperti kuku macan, kerupuk ikan ini disebut amplang kuku macan.
Amplang bisa diperoleh di setiap toko kue. Beberapa toko mengemasnya lengkap dengan tulisan "oleh-oleh khas Balikpapan". Bila ingin membawa oleh-oleh berupa makanan, menu kepiting tersebut di atas juga bisa dibawa. Dua rumah makan tersebut mengemas kepiting dalam bungkus plastik bening yang tebal, untuk kemudian dimasukkan ke dalam kardus-kardus kecil yang ditutup rapat sehingga tidak berbau.
Suvenir apalagi yang bisa ditenteng dari Kota Balikpapan? Cobalah ke Pasar Inpres Kebun Sayur. Beli sayur? Sekilas namanya memang berkonotasi seperti itu, tetapi Pasar Kebun Sayur ini justru menjajakan aneka barang dan hiasan kerajinan khas Kalimantan Timur.
Di pasar itu Anda bisa membeli segala macam jenis kain batik dari batik bintik Kaltim hingga sasirai, sarung Samarinda, aneka batu untuk cincin, hiasan dinding, gelang, lukisan dan sebagainya. Tampilannya nyaris seperti Pasar Sukawati di Tabanan dan Pasar Kumbasari di Denpasar Bali yang isinya kerajinan. Bila terobsesi dengan nama Kebun Sayur dan bersikeras membeli sayur, ya tak mengapa, tinggal berjalan ke pasar di sebelahnya yang memang menjual sayur-mayur.
Bila senja mulai menjelang, cobalah menikmati pemandangan matahari terbenam di kota itu. Anda bisa menuju salah satu bukit dekat kawasan Pertamina, untuk melihat pemandangan Kota Balikpapan. Jika penjaga portal kawasan itu berbaik hati, di malam hari Anda bisa menikmati terangnya instalasi minyak di kawasan milik Pertamina itu. Kalaupun kesempatan itu tidak datang, di siang hari Anda bisa melihat gedung-gedung kuno peninggalan Belanda yang dijadikan kantor milik Pertamina.
Apalagi yang bisa dinikmati dari kota itu? Sebagai kota yang memiliki pantai, pantai di Kota Balikpapan bisa dinikmati tanpa terganggu pemandangan tanker minyak yang sedang berlabuh.
Pantai yang umum didatangi masyarakat adalah Pantai Lamaru dan Pantai Manggar. Pasir putihnya yang tebal, asyik ditapaki hingga ombak menghapus jejak-jejak kaki. Selain dua pantai tersebut, Pantai Monumen yang terletak di depan Taman Monumen, juga menjadi tempat masyarakat berkumpul dan sekadar lari pagi atau sore.
Tidak hanya itu, pantai lain yang tidak bernama, seperti pantai di depan Hotel Le Grandeur, juga sering disambangi penduduk setempat. Entah untuk bermain layangan, bola, ataupun menjaring ikan. Karena lokasinya yang dekat Bandara Sepinggan, di pantai itu pula, pemandangan take off dan landing pesawat bisa dinikmati. Nyaris seperti Pantai Jimbaran Bali.
Pantai itu juga menawarkan tumpukan pasir tebal dan yang pasti bersih, tak ada sampah. Jadi, sudah tidak ragu lagi bukan menikmati Kota Balikpapan di sela-sela menunaikan tugas?
Nuke Ernawati © 2008 Suara Pembaruan |
 Bakso Kepiting
ANDA penggemar bakso dan mie? Rasanya belum lengkap disebut penggemar bakso dan mie jika belum mencicipi bakso dan mie kepiting. Daging kepiting dijadikan campuran dalam bakso dan mie yang biasa menggunakan daging sapi dan ayam.
Tanpa direncanakan, Tribun Kaltim mencicipi bakso dan mi kepiting di salah satu stand Expo UMKM Borneo 2008 yang digelar menyambut PON XVII di Gedung KNPI, Balikpapan hingga 17 Juli mendatang.
Seperti bakso biasanya dalam satu mangkuk berisi mie kuning, mie putih, empat bakso berukuran sedang dan satu butir bakso yang ukurannya lebih besar. Rasa mie memang seperti biasanya. Taburan daging kepiting yang lembut membuatnya semakin nikmat.
Pentolan, begitu biasanya orang Balikpapan menyebut bakso yang berbentuk bulat itu rasanya cukup enak. Pentolan yang ukurannya sedang memang secara keseluruhan terbuat dari daging sapi. Tapi, tunggu saat membelah pentolan yang ukurannya paling besar. Di bagian tengahnya ada campuran daging kepiting yang halus. Rasanya makin nikmat. Tidak ada rasa amis yang mengikutinya.
Jangan lupa cicipi pula, mie kepiting. Jika biasanya mie ayam dengan menggunakan daging ayam, maka kini diganti dengan daging kepiting. Rasanya juga nikmat. Tak ketinggalan ada juga beberapat pentolan bakso dalam satu mangkuk mie kepiting. Pentolan yang paling besar juga dicampur dengan daging kepiting.
Sebagai pelengkap bersantap, Peno, pemilik warung bakso dan mie kepiting ini menyediakan aneka es dengan nama yang unik. Mulai dari es sejuta rindu, es patah hati, dan es tebar pesona. Nama-nama ini bukan dibuat begitu saja.
Tapi, namanya disesuaikan dengan perasaan yang ada. Misalnya es patah hati, ada citarasa kecut. Atau penampilan si tukang tebar pesona yang diterjemahkan dalam es tebar pesona dengan aroma duriannya yang menarik. Jadi, jangan lupa kunjungi Expo UMKM Borneo 2008 yang hanya tinggal beberapa hari lagi. Selamat mencoba.
(amalia husnul) Tribun Kaltim/Fachmi Rahman © 2008 Kompas 

. Lumpia Kepiting.Untuk bekal piknik atau camilan anak-anak saat liburan, lumpia yang satu ini pasti jadi favorit. Daging kepiting, kelapa parut, dan sayuran membuat isinya jadi padat dan rasanya juga makin gurih. Enak dimakan hangat dengan cocolan saus cabai favorit. Bahan:- 10 lembar kulit lumpia, siap pakai
- minyak goreng
Isi:- 2 sdm minyak sayur
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 1 batang daun bawang, iris halus
- 50 g udang kupas cincang
- 100 g daging kepiting rebus
- 50 g wortel, potong kecil
- 150 g rebung kalengan, potong halus
- 1 sdm kelapa parut
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 sdm kecap asin
- 1 sdt garam
- 1 butir telur ayam, kocok lepas
Cara membuat:- Isi: Tumis bawang putih hingga kuning dan harum.
- Masukkan daun bawang, aduk hingga layu.
- Tambahkan udang, kepiting, aduk hingga kaku.
- Tambahkan wortel, rebung, kelapa dan bumbu. Aduk hingga rata.
- Tuangkan telur kocok.
- Aduk cepat hingga bergumpal halus dan semua bahan agak kering. Angkat.
- Isi tiap lembar kulit lumpia dengan 1 sdm adonan Isi.
- Lipat, gulung hingga rapi. Rekatkan ujungnya dengan larutan terigu.
- Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga kering.
- Angkat dan tiriskan.
Untuk 10 buah (dev/Odi) Odilia Winneke© 2008 detikcom
|  | Kenikmatan Kepiting Bumbu Rahasia
Mencari pengganjal perut di "gudang" makanan di kawasan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat, tidak lah sulit. Jika rajin menelusuri jalan di kawasan itu, maka akan ada saja makanan unik ditemukan. Akan ada banyak cerita di balik keberadaan warung-warung makan di sana.
Maklum, usia warung itu rata-rata sudah puluhan tahun. Jika ditambah makanan non halal, yang sangat mudah ditemukan di sana, kumpulan makanan di tempat ini lebih dari cukup untuk menyebut kawasan itu sebagai pusat wisata kuliner.
Dibandingkan jalur wisata kuliner Sabang, Jakarta Pusat, makanan yang ditawarkan di Pancoran jauh lebih beragam. Lebih dari itu, kawasan ini menawarkan suasana dan nuansa lain sebagai kawasan Kota Tua.
Sayangnya kawasan itu hanya hidup jika matahari masih mencorong saja. Begitu matahari lelap, tempat ini hanya sedikit hidup dengan sedikit warung yang buka hingga sekitar pukul 22.00 saja.
Padahal sebelum kerusuhan Mei 1998 terjadi, tempat ini hidup hingga lewat tengah malam. Apalagi ketika bioskop di kawasan ini masih beroperasi, bisa dibilang tempat ini hidup 24 jam sehari.
Salah satu dari sedikit warung atau pedagang yang mulai berdagang mulai sore hingga pukul 22.00 adalah Warung Kepiting Soka. Letaknya di ujung Jalan Pancoran, di mulut Jalan Pancoran IV, dan tak jauh dari Jalan Toko Tiga serta Jalan Pintu Kecil.
Di dekat gardu di lokasi itu, Andri Kustanto, dengan tekun setiap menjelang petang masih terus melanjutkan warung warisan Kam Bun Ciau, sang ayah.
Keong macan Kepiting soka, bukanlah satu-satunya menu makanan yang ditawarkan di warung tenda ini. Kerang dan keong macan bisa jadi cemilan. Nasi tim, bubur, hingga rujak shanghai pun bisa dinikmati di sini. Tapi bisa dibilang, sejak 61 tahun lalu, kepiting soka yang digoreng kering yang menjadi primadona.
Buat mereka yang belum paham apa itu kepiting soka, ini adalah kepiting yang sedang berganti kulit sehingga semua cangkangnya bisa dilepas dengan mudah untuk kemudian tersisa daging saja.
Daging kepiting inilah yang kemudian diberi bumbu rahasia yang sudah berusia lebih dari setengah abad, selanjutnya digoreng dalam minyak panas hingga kering. Rasanya krenyes krenyes renyah seperti keripik, gurih, dan semua bagian kepiting soka bisa dimakan.
Soal harga tentu saja tergantung ukuran. Paling murah Rp 20.000/ekor dengan berat kepiting sekitar 1,5 ons. Tapi kepiting soka di sini rata-rata berukuran 2 ons dengan harga Rp 30.000. "Kadang ada juga yang ukuran setengah kilogram tapi jarang," ujar Andri.
Untuk merasa puas pelanggan biasanya makan dua sampai tiga ekor kepiting. Sebab ukuran kepiting soka mungil sehingga makan sepotong tak kan pernah cukup. Kepiting soka segar yang setiap hari menanti pelanggan, diambil dari Bone, Banjarmasin, Balikpapan, dan Lampung.
"Kami jual fresh semua. Kalau sampai ada lebih, kita kupas, kita jual ke restoran. Besok kita beli lagi yang fresh," kata Andri. Selain kepiting soka, ada pula keong macan. Ini hanya tambahan untuk ngemil sambil menunggu makanan disajikan. Kerang itu disebut keong macan karena rumah atau kulitnya bercorak bagaikan kulit macan rasa dagingnya kenyal.
Selain kepiting soka, menu lain yang juga legendaris adalah rujak shanghai. Di seputaran Pancoran Glodok ada dua pedagang rujak shanghai, selain racikan Kam Bun Ciau, ada juga rujak shanghai Encim yang terkenal.
Menurut Andri, ketika pertama kali ayahnya membuka kedai, kepiting soka dan rujak shanghai adalah menu pertama yang dijual dan hingga kini paling banyak dicari. Sekali lagi, jangan salah waktu karena warung ini tak buka di siang hari. Warung ini mulai buka pukul 17.00 sampai sekitar pukul 22.00 setiap hari.
artikel/foto: Warta Kota/Pradaningrum Wijarto © 2008 Kompas |
|  | Udang 'Genit' Racikan Mang Engking
Penggemar udang sebaiknya mampir ke saung ini. Udangnya segar, gendut dengan balutan bumbu yang aduhai rasanya. Belum lagi kepiting saus Padang yang dijamin bikin keringat berlelehan. Sementara semilir angin dan suara gemericik air menjadi pengiring santapan yang enak ini.
"Makan di 'Mang Engking' aja yuk?," tawar seorang teman ketika kami sedang berputar-putar mencari tempat makan pada suatu siang. "Restoran apa tuh 'Mang Engking'?" tanya saya. "Pokoknya ikut aja deh dijamin mantab," ujar teman saya langsung meluncurkan mobilnya.
Beberapa saat sadarlah saya bahwa mobil melaju ke arah Depok, tepatnya di kawasan Universitas Indonesia. Lalu lintas yang bersahabat siang itu membuat perjalanan kami lancar dan mobil langsung diparkir persis di sebelah pintu masuk yang terbuat dari bambu. Di atas pintu masuk yang bertuliskan 'Gubug Makan Mang Engking' Spesial Udang Galah & Gurame, akhirnya terjawablah pertanyaan saya tentang Mang Engking!
Sesuai namanya yang memakai kata 'gubug', resto ini memang jauh dari kesan bangunan modern yang biasa ditemui pada restoran lain. Kami pun langsung menuju jembatan kayu yang dihubungkan ke sebuah gubug besar dengan sentuhan bambu dan kayu. Letaknya persis diatas empang yang penuh ikan dan menghubungkan ke gubug-gubug lainnya yang tersebar di kiri kanan.
'Mang Engking' sendiri pertama kali buka di Yogyakarya dan di Depok inilah beliau membuka cabangnya yang kedua. Warga Depok yang memang belum lama berkenalan dengan resto seafood lesehan ini rupanya cukup antusias menyabut kehadirannya. Hal tersebut tampak dari penuhnya gubug-gubug lesehan, sehingga dengan terpaksa kami pun mengambil tempat di gubug utama berbaur dengan pengunjung lainnya.
Kami yang baru datang celingak-celinguk mencari sang pelayan yang tak tampak menghampiri, hingga teman saya memencet bel yang terdapat di tiang bambu. Meskipun terlihat praktis, namun kami harus menunggu agak lama hingga sang pelayan tiba di meja.
Di restoran Mang Engking ini jangan harap Anda bakal menemukan menu ayam goreng, sebab menu yang ditawarkan adalah seafood khususnya udang. Udangnya sendiri terdiri atas dua jenis udang standard dan udang super yang perbedaannya terletak pada ukurannya. Selain itu terdapat menu lainnya seperti kepiting, ikan gurame dan cumi. Dimana menu seafood tersebut dapat dimasak dengan macam cara baik digoreng, dibakar madu, bakar kecap, saus tiram, saus padang, dll.
Atas rekomendasi sang pelayan, seporsi udang bakar standard madu seharga Rp 62.500/0,5 kg menjadi pilihan utama. Tak ketinggalan seporsi kepiting saos padang, cah kangkung, sambal dadak serta es jeruk dan es campur ikut melengkapi makan siang kami.
Udang Sambil menunggu pesanan datang, pikiran kami pun dibuat rileks oleh suara gemericik air serta alunan lagu Sunda yang terdengar makin menambah kental suasana pedesaan. Tampak beberapa pengunjung saung sedang asyik memberi makan ikan di empang dengan sisa-sisa makanan sampai akhirnya sang pelayan muncul kembali sambil membawa pesanan kami.
Udang bakar madu ditusuk dengan tusuk satai. Tiap tusuk empat ekor. Tampangnya mengkilap kemerahan dengan sedikit jejak gosong. Hmm... bagai gadis genit yang selesai berdandan! Mencium bau harumnya saja sudah membuat air liur hampir menetes... hmm!
Udang yang disajikan merupakan udang dari tambak Engking yang ada di Ciamis, Tasikmalaya, Cianjur dan Yogyakarta. Karena dipasok dari tambak sendiri maka kesegaran udang terjamin. Saat kami mencicipi barulah terasa. Kulit udangnya sendiri cukup renyah krenyes-krenyes, sebagai tanda udang segar. Balutan bumbu cabai plus madunya cukup royal sehingga saat dikunyah terlacak rasa gurih, pedas dan manis madu.
Paduan rasa yang benar-benar menggoda! Agaknya udang digoreng sebentar sebelum dibakar sehingga terasa lebih renyah dan garing. Sementara jejak aroma bakar memberi sentuhan rasa yang spesial. Cah kangkung yang merupakan hidangan pendamping tampil tak terlalu istimewa. Rasanya standar dan tidak terlalu renyah, untunglah rasa udang mampu menutupi kekurangan cah kangkung ini. Sambal dadak yang disajikan dengan porsi kecilpun agak kecokelatan dengan rasa manis yang agak dominan, khas sambal dadak ala Sunda.
Kepiting saos Padang pun disajikan dengan balutan saus yang tidak terlalu seronok seperti lazimnya saus Padang. Sausnya encer sedikit oranye, tidak kental seperti biasanya. Sausnya bahkan agak berminyak, mungkin karena memakai margarine untuk menumis bumbunya. Kepiting yang dipotong 4 tidak terlihat montok berisi, kami menduga ini kepiting jantan yang langsing. Tentu saja rasa dagingnya kurang nendang atau mantap, bahkan agak sulit ditelusuri karena tipis dan cenderung buyar.
Saat mengunyah daging dari capit kepiting, huahh huahh... baru terasanya pedas menggigit. Rupanya cincangan cabai yang berserakan pada saus ini benar-benar menghantam mulut. Wah, kami jadi terengah-engah kepedasan dan bersimbah peluh!
Kenyang dan puas... itulah yang kami rasakan setelah memindahkan semua hidangan ke dalam perut. Apalagi ketika membayar, kami cukup dikejutkan dengan harganya yang tak begitu mahal. Seporsi udang bakar madu dihargai Rp 35.000,00, Kepiting Saos Padang Rp 59.000,00, dan Cah Kangkung Rp 6000,00.
Buat penggemar seafood resto ini bisa jadi alternatif. Sambil menikmati seafood bisa juga bersantai dalam suasana alam pedesaan. Kalau datang dengan rombongan sebaiknya pesan menu paket, ada yang berharga Rp. 340.000,00 untuk 6 orang plus minuman atau Rp 325.000,00 untuk 6 orang tanpa minuman.
Gubug Makan "Mang Engking" Special Udang Galah/Ikan (hidup) Danau Salam Kampus UI Depok Telp: 021-99569150 Jam Buka: 10.00 - 21.00
[dev/Odi] Devita Sari © 2008 detikcom |
 Kepiting Kenari
Belum lengkap rasanya ke Balikpapan, kota minyak di Kalimantan Timur, kalau belum mencicipi kepiting di Restoran Kepiting Kenari di Jalan Iswahyudi, tidak jauh dari Bandar Udara Internasional Sepinggan.
Restoran tersebut, bagi penyuka makanan laut, sangat kondang. Pejabat tinggi negara dari Jakarta yang ke Balikpapan atau yang ke Kalimantan Timur biasanya mampir di tempat itu. Restoran tersebut juga menjadi salah satu pilihan favorit perusahan minyak, batu bara, atau yang bergerak di bidang perkayuan di Balikpapan kalau menjamu tamu.
Datanglah pas jam makan siang. Jika datang terlalu sore boleh jadi kepiting sudah habis dan restoran sudah tutup. Biar aman, lakukanlah reservasi untuk pukul 11.00 hingga 14.00.
Selepas waktu itu, revervasi Anda mungkin akan ditolak. Itulah yang kami, saya dan rombongan dari Tanoto Foundation, alami. Kami baru saja memantau program pelatihan guru di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), sebelah barat Teluk Balikpapan, Rabu pekan lalu. Dian Lestari dari Tanoto Foundation beberapa kali mencoba melakukan reservasi via telepon untuk pukul 15.00-16.00.
Pihak restoran tidak bersedia menerima reservasi itu. Pengelola punya kebiasaan menutup restoran begitu persediaan kepiting habis, dan itu bisa terjadi pada pukul 14.00 atau sebelum pukul 15.00. Jam operasional restoran tersebut sesungguhnya dari pukul 11.00 sampai pukul 22.00.
Pihak pengelola tampaknya tidak mau ambil risiko untuk sebuah reservasi tanpa uang muka yang kemudian batal. Rencana makan kepiting yang sudah dijadwalkan beberapa hari sebelumnya itu pun terancam buyar.
Meski reservasi ditolak, kami berharap restoran itu masih buka saat kami sampai. Speedboat yang mengantar kami dari PPU ke Balikpapan melaju kencang. Belum genap pukul 15.00, kami sudah sampai di Balikpapan. Perjalanan dilanjutkan dengan mobil. Sempat terlontar rencana untuk mencari tempat makan lain.
Sopir yang mengantar kami mengusulkan, "Coba saja lihat dulu, siapa tahu restorannya masih buka." Kami pun setuju. Restoran itu ternyata memang belum tutup saat kami tiba sekitar pukul 15.30. Aha... itu artinya stok kepiting masih ada! Kepiting saus lada hitam merupakan primadona di sini. Selain itu ada kepiting rebus, kepiting goreng, tanco dan saus tiram. Ada juga aneka menu ikan.
Kami pesan kepiting saus lada hitam. Porsinya ternyata jumbo, cukup untuk tiga sampai empat orang. Kepiting yang disajikan dari jenis yang besar-besar. Kata Lisa, salah seorang anggota keluarga pemilik restoran tersebut, kepiting-kepiting itu berasal dari perairan Tarakan. Kepiting dikirim dalam kondisi hidup ke cabang restoran di Balikpapan, Samarinda, dan Surabaya. Daging kepitingnya terasa lembut, gurih, dan sedikit manis. Aroma ladanya sangat terasa sehingga terasa panas di lidah.
Harga per porsi kepiting berbeda berdasarkan jenis kelamin. Seporsi kepiting jantan rasa apa saja harganya Rp 105.000 dan seporsi kepiting betina Rp 125.000. Harga tersebut belum termasuk PPN. Mengapa harga kepiting jantan dan betina berbeda? "Karena kepiting betina ada telurnya," kata seorang pelayan.
Anda bisa menjadikan masakan dari restoran itu sebagai oleh-oleh. Beberapa penumpang pesawat jurusan Jakarta yang terbang bersama kami sore itu membawa oleh-oleh masakan kepiting dari restoran tersebut. Kemasannya dari plastik dan kardus yang dibuat sangat rapi sehingga aroma masakan tidak menyebar keluar.
Hemm... kalau ke Balikpapan jangan lupa kepiting ya.
keterangan foto: Kepiting Kenari saus lada hitam. foto: Egidius Patnistik
Egidius Patnistik © 2008 Kompas 

. Fuyunghai.Bahan:- 5 butir telur bebek
- 1 sdt garam
- ½ sdt merica bubuk
- 50 gr bawang bombai, cincang
- 100 gr udang, siram dengan air panas, kupas, cincang
- 125 gr daging kepiting
- 1 sdm margarin untuk menumis
- 2 siung bawang putih, memarkan
- 2 buah cabe merah, buang bijinya, iris tipis panjang 3 cm
- 2 sdm kacang polong rebus
Saus:[campurkan jadi satu] - 200 ml air
- 1 sdt cuka
- ½ sdt garam
- 3 sdm gula pasir
- 1 sdt tepung kanji/maizena, larutkan dengan sedikit air
Cara membuat:- Kocok telur bersama dengan garam dan merica hingga berbuih.
- Masukkan bawang bombai, udang dan daging kepiting, aduk rata.
- Panaskan minyak yang banyak ke dalam wajan.
- Masukkan ½ bagian adonan ke dalamnya sampai adonan terendam minyak.
- Goreng hingga bagian bawahnya matang dan berwarna kuning kecoklatan, balikkan.
- Masak hingga matang, angkat dan tiriskan.
- Lakukan hal yang sama untuk sisa adonan.
- Saus: Panaskan margarin di dalam wajan.
- Tumis bawang putih hingga harum.
- Masukkan cabai iris dan kacang polong, aduk.
- Tuangkan saus ke dalam wajan, aduk dan masak hingga mendidih, angkat.
- Taruh telur dalam piring saji, siramkan saus di atasnya.
- Sajikan selagi panas/hangat.
sumber: dekap.com

. Sup Kepiting Asparagus.Bahan:- 250 gr daging kepiting
- 200 gr asparagus segar, potong 3 cm, rebus sebentar
- 30 gr margarin
- 1 bh bawang bombai, iris tipis
- 1500 ml air kaldu
- 3 sdm tepung maizena, campur dengan sedikit air
- 1 btr telur, kocok
- 1/4 sdt lada bubuk
- 1 sdt garam
Cara Membuat:- Panaskan margarin, tumis bawang bombai sampai harum.
- Masukkan daging kepiting, garam dan lada bubuk.
- Didihkan air kaldu, campur tumisan bawang bombai dan daging kepiting.
- Masukkan cairan maizena, aduk hingga mengental.
- Tambahkan asparagus, aduk-aduk sebentar.
- Masukkan telur kocok, aduk perlahan.
- Masak hingga mendidih, angkat dan sajikan selagi hangat.
Untuk 6 porsi foto: Agus Dwianto© TabloidNova

. Sup Kepiting.Bahan:- 250 gr daging kepiting segar/kalengan
- 150 gr jagung segar/kalengan
- 1 ltr kaldu ayam
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 2 ruas jahe muda, iris halus panjang
- 1 bh bawang bombai, cincang halus
- 1 sdt garam
- 1 sdm gula pasir
- 3 btg daun bawang, iris halus
- 2 btg seledri, iris halus
- 1 sdm maizena, larutkan dengang sedikit air
- 2 sdm minyak goreng
Cara membuat:- Panaskan minyak goreng.
- Tumis bawang putih, jahe, dan bawang bombai sampai layu dan harum.
- Masukkan tumisan tadi ke dalam kaldu, didihkan.
- Masukkan daging kepiting, jagung, garam, dan gula pasir.
- Tambahkan daun bawang dan seledri, masak sampai matang dan mendidih.
- Tuang larutan maizena sambil diaduk sampai kuah agak mengental, angkat.
- Sajikan selagi hangat.
Untuk 5 orang foto: Widi Nugroho© TabloidNova

. Kepiting Saus Merah.Bahan:- 500 gr kepiting, bersihkan
- 1 bh bawang bombai, cincang halus
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 2 btg daun bawang, potong-potong
- 1 bh tomat, potong-potong
- 2 sdm saus tiram
- 5 sdm saus tomat
- 1 sdm kecap manis
- ½ sdm kecap asin
- 3 lbr daun jeruk, potong-potong
- 2 btg serai, memarkan
- 250 ml air
- 2 sdm minyak goreng
- 2 sdm minyak wijen
Haluskan:- 5 bh cabai merah
- 6 bh bawang merah
- 2 siung bawang putih
Cara membuat:- Tumis bumbu halus, bawang bombai, bawang putih, daun bawang, dan tomat sampai harum.
- Masukkan kepiting, aduk hingga berubah warna.
- Tambahkan saus tiram, saus tomat, kecap manis, kecap asin, daun jeruk, serai.
- Masukkan air, aduk sampai kuah mengental.
- Angkat lalu hidangkan panas.
Untuk 3 Orang. foto: Faduli Barbathully© TabloidNova

. Kepiting Pedas.Bahan:- 3 ekor kepiting
- 100 ml minyak untuk menumis
- 4 sdt bawang putih parut
- 3 sdt jahe parut
- 5 bh cabai merah, buang bijinya, iris tipis
- 6 sdm saus tomat
- 5 sdm saus cabai
- 2 sdm saus tiram
- 1 sdm gula pasir
- 2 sdm kecap manis
- 1 sdt garam
- 200 ml air
Cara membuat:- Rebus air hingga mendidih, masukkan kepiting, masak hingga berubah warna.
- Bersihkan kepiting, buang insang yang menempel.
- Potong badan kepiting menjadi 2 bagian, lepaskan kaki dan capit, keprek.
- Panaskan minyak, goreng kepiting sebentar, angkat, sisihkan.
- Dalam wajan yang sama, masukkan jahe, bawang putih dan cabai merah.
- Masak hingga harum.
- Tambahkan saus tomat, saus cabai, gula, kecap, garam dan air.
- Masak hingga mendidih, kemudian masukkan kepiting.
- Teruskan memasak sampai bumbu meresap ke dalam kepiting.
Untuk 3 Orang foto: Daniel Supriyono© TabloidNova

. Kepiting Masak Kecap.Bahan:- 1 kg kepiting atau rajungan
- 1 bh tomat, potong-potong
- 1 btg daun bawang, potong-potong
- 4 sdm kecap manis
- 4 sdm minyak goreng
- 1 sdm taoco
- ¼ sdt garam
Bumbu halus:- 50 gr cabai merah
- 3 cm jahe
- 6 bh bawang merah
- 3 siung bawang putih
Cara membuat:- Belah kepiting menjadi 2 bagian, cuci bersih, sisihkan.
- Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus sampai harum.
- Masukkan kepiting atau rajungan.
- Aduk hingga berubah warna.
- Tambahkan tomat dan daun bawang, aduk rata.
- Bumbui kecap manis, taoco dan garam, tutup wajan.
- Masak sampai matang.
Untuk 4 orang. Pengirim: Tri Lestari - Riau© TabloidNova

. Gulai Manis Kepiting Bahan:- 3 ekor kepiting, bersihkan, kukus
- 1200 ml santan
- 4 bh cabai merah, belah memanjang
- 2 bh asam kandis
- 2 btg serai, memarkan
- Minyak untuk menumis
Haluskan:- 7 bh bawang merah
- 3 cm kunyit
- 2 cm jahe
- 2 cm lengkuas
- 1 sdt lada butir
- 1 sdt ketumbar
- 1½ sdt garam
Cara Membuat:- Panaskan minyak, tumis bumbu halus dan serai hingga harum.
- Tambahkan cabai merah, masak hingga layu.
- Tuang santan, aduk-aduk agar tidak pecah, masak hingga mendidih.
- Masukkan kepiting dan asam kandis.
- Masak hingga bumbu meresap dan kuah mengental, angkat.
Untuk 3 orang foto: Agus Dwianto© TabloidNova

. Bakso Kepiting Goreng Bahan:- 100 gr daging kepiting
- 50 gr udang kupas
- 50 gr ayam giling
- 1 siung bawang putih dihaluskan
- 3/4 sdt garam
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 putih telur
- 100 gr kulit ayam
- 1/4 sdt gula pasir
- 75 gr tepung kanji
- 1/2 sdt baking powder
- 1 sdm daun bawang yang diiris halus
Cara membuat:- Kulit ayam dipotong-potong halus
- Blender kepiting, daging ayam, udang, bawang putih, garam, merica dan putih telur sampai lembut.
- Tuang ke baskom, masukkan kulit ayam, tepung kanji, baking powder dan gula pasir.
- Banting-banting hingga kalis. Tambahkan daun bawang, aduk rata.
- Bulatkan dengan dua buah sendok hingga sebesar bola pingpong.
- Goreng dalam minyak panas hingga kecokelatan dan matang.
- Sajikan dengan saus sambal.
Untuk 12 butir. foto: Faduli Barbathully© TabloidNova
|  | Perempuan Pekerja di Pulau Saugi Perempuan pekerja memang lebih teliti dan rapi dibanding laki-laki. Seperti yang dilakukan puluhan perempuan pekerja di Koperasi Industri Perikanan Pengolahan Daging Kepiting di Pulau Saugi, Desa Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Mereka menyiangi kepiting yang akan diekspor ke Amerika Serikat. Perempuan pekerja yang rata-rata berpendidikan SLTP, SMA dan SMEA itu dilengkapi dengan pakaian khusus berupa penutup kepala dan sepatu boat panjang, saat bekerja. Kegiatan para perempuan pekerja tersebut diabadikan dalam bidikan kali ini. Wartawan "Pembaruan" Luther Ulag  |

. Bakwan Kepiting Bahan:Bola-bola kepiting (aduk rata):- 150 gr dada ayam
- 100 gr udang kupas, cincang
- 100 gr daging kepiting rebus/kalengan
- 100 gr wortel, kupas, serut kasar
- 3 bh jamur hioko
- 1 btg daun bawang, iris halus
- 1 sdt garam
- 1/4 sdt lada bubuk
- 1 sdt tepung maizena, cairkan dengan sedikit air
- 1,5 ltr air
Kuah:- 1 sdm minyak untuk menumis
- 4 siung bawang putih, cincang halus
- 2 cm jahe segar, memarkan
- 2 sdt garam
- 200 gr rebung kalengan, potong bentuk korek api
- 1 sdt minyak wijen
Cara membuat:- Dada ayam, ambil tulangnya untuk kaldu, cincang dagingnya
- Jamur hioko, rendam air panas, tiriskan, cincang kasar
- Buat kaldu: rebus tulang ayam dengan air.
- Panaskan minyak.
- Tumis bawang putih sampai harum lalu masukkan jahe ke dalam kaldu ayam.
- Masukkan garam, rebung, dan minyak wijen, didihkan.
- Campur semua bahan bola-bola kepiting, aduk sampai rata.
- Bentuk adonan seperti bakso dengan menggunakan 2 bh sendok teh, langsung masukkan ke dalam kaldu mendidih.
- Masak sampai bola-bola kepiting mengapung dan matang.
- Angkat dan sajikan selagi hangat.
Untuk 4 porsi foto: Rynol Sarmon© TabloidNova

. Sup Daging Kepiting Bahan:- 200 gr daging kepiting
- 2 btr telur, kocok lepas
- 2 siung bawang putih, memarkan, cincang
- 500 ml air kaldu
- 1 sdm mentega untuk menumis
- 1/2 sdt garam
- 1 sdt lada bubuk
Cara membuat:- Panaskan mentega, tumis bawang putih hingga harum.
- Masukkan daging kepiting aduk rata. masak hingga harum
- Masukkan air kaldu, masak hingga mendidih.
- Masukkan telur kocok sedikit demi sedikit.
- Sambil diaduk-aduk, hingga menyerupai serabut.
- Masak hingga mendidih,angkat.
Untuk 4 porsi © 2001 TabloidNova

. Sup Kepiting Bahan:- 4 ekor kepiting ukuran sedang bersihkan
- 150 gr wortel, kupas, potong dadu
- 150 gr kentang, kupas, potong dadu
- 100 gr daun kol potong kasar
- 1 bh tomat, potong-potong
Bumbu:- 1 sdm margarin
- 3 bh bawang merah, iris tipis
- 2 siung bawang putih, iris tipis
- 1 btg daun bawang iris 1 cm
- 1 bh seledri, iris-iris
- 1 sdt garam
- ½ sdt lada
- 2 cm jahe memarkan
- 1 lbr daun salam
Cara membuat:- Cairkan margarin, tumis bawang merah, bawang putih hingga harum.
- Masukkan kepiting masak hingga kepiting berubah warna.
- Tambahkan air, jahe, daun salam, garam, lada masak hingga mendidih.
- Masukkan wortel, kentang, daun kol, tomat, daun bawang.
- Masak hingga semua bahan matang.
- Sajikan sop kepiting dengan taburan bawang goreng, dan seledri.
Untuk 6 orang Pengirim: Teti Chandrayanti - Padang© 2001 TabloidNova

. Omelet Kepiting Bahan:- 5 btr telur kocok lepas
- 75 gr daging kepiting
- 1 btg daun bawang, iris tipis
- ½ bh bawang bombai, iris tipis
- 75 gr sayuran beku
- ¼ sdt garam
- ¼ sdt merica bubuk
- 1 sdm kecap ikan
- 4 sdm minyak goreng
Cara membuat:- Aduk telur, daging kepiting.
- Masukkan daun bawang, bawang bombai, bawang putih dan sayuran beku, bumbui garam, merica dan kecap ikan, ratakan.
- Panaskan minyak di wajan anti lengket.
- Tuang campuran telur, masak sampai membeku, balik.
- Diamkan hingga matang.
Untuk 4 orang. © 2001 TabloidNova
| |