Kuliner's posts with tag: indonesia

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag indonesia
ReviewReviewReviewReview1010 Resep Asli Masakan IndonesiaJul 16, '08 3:39 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Cooking, Food & Wine
Author:Tim Tujuh Sembilan Tujuh
Harga: Rp 128.000,-
Ukuran: 15 x 23 cm
Tebal: 590 halaman
Terbit: Juli 2008
Hard Cover

Pola kuliner saat ini mulai berubah. Makanan tradi- sional mulai diminati kembali dan menjadi makanan favorit. Masyarakat beralih dari hidangan cepat saji ke hidangan tradisional. Aneka makanan tradisional pun mulai banyak dijual di berbagai pusat jajan, dan restoran.

Buku ini menghadirkan 1010 resep asli masakan dari hampir seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari hidangan nasi, sop dan soto, serta kue-kue populer yang sering dicari para penikmat kuliner di restoran dan toko kue khas Indonesia hingga resep hidangan yang mulai langka keberadaannya, yang perlu diper- kenalkan kembali dan dilestarikan agar lebih dikenal masyarakat luas.

Buku ini juga akan menjadi inspirasi bagi Anda dalam memasak, baik untuk disajikan dalam acara khusus, sebagai menu sehari-hari keluarga di rumah, maupun sebagai menu favorit di rumah makan yang Anda kelola. Selain itu, buku ini merupakan buku pegangan untuk penyelenggara/pengelola Program Makanan Tambahan Anak Sekolah Dasar (PMT-AS) di berbagai daerah di Indonesia.

ISBN: 978-979-22-3752-8; 21008133
Kategori: Buku Masakan Indonesia


VideoPrimata IndonesiaMay 10, '08 11:11 PM
for everyone
From gibbons to orangutans, learn about the primates of Indonesia and how they differ.
From: NationalGeographic


Import.flv (14.6 MB)

ReviewReviewReviewReviewReviewKuliner Indonesia di Wajan Tanah AirApr 27, '08 12:21 PM
for everyone
Category:Other
Kuliner Indonesia

Menikmati kuliner dari seantero Indonesia di satu tempat? Mudah saja. Kini, ada satu tempat yang menyajikan beraneka ragam masakan asli Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Papua. Mau pilih empek-empek, papeda, soto kwali, bebek goreng Surabaya?

Semuanya ada di Wajan-wajan Tanah Air (Wata) Kitchen yang terletak di basement Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan. Tempat makanan ala foodcourt ini memang bertujuan untuk melestarikan masakan Indonesia. Menu-menu yang disajikan sebagian besar adalah rekomendasi dari pakar kuliner, Bondan Winarno.

Sebagian besar adalah representasi dari tempat-tempat makan yang sudah ngetop di Jakarta. Sebut saja, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Soto Ambengan Surabaya, Sop Kaki Kambing Mang Dudung Roxy, Kambing Bakar Madu, Tebet dan masih banyak lagi.

Bahkan, Mr. Mak Nyuss  (Bondan) ini juga membuka tiga gerai makanan spesial dari dapur rumahnya, Selad Solo, Pakde Maknyuss dan Warung Jenab. Dari kawasan Indonesia Timur, ada aneka macam masakan Papua, seperti papeda, kuah asam gabus, juga aneka macam masakan Manado dari RM Tinoor. Ke daerah Jawa Timur, ada Sate Madura dan Bebek Goreng Surabaya.

Sementara, di Kalimantan, terdapat aneka masakan khas Gorontalo dan Palu. Lalu, di Jawa Tengah, ada selad solo, dan nasi liwet. Menurut Titin, salah seorang pramusaji, restoran yang baru berdiri selama tujuh bulan ini, pada bulan-bulan pertama kehadirannya, sepi dari pengunjung. Namun, seiring berkembangnya waktu dan promosi yang dilakukan, kini, semakin banyak pengunjung yang datang.

"Dulu, orang belum tahu mbak, jadi sepi. Sekarang, setiap hari ramai, sudah banyak yang datang," katanya. Tempat makan yang diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik ini, juga ikut dalam program Visit Indonesia Year 2008. Jadi, tunggu apalagi? Buruan gih berburu masakan asli tanah air....

Dna
© 2008 Kompas


ReviewReviewReviewReviewMesam Mesem di Museum Kartun IndonesiaMar 14, '08 11:26 PM
for everyone
Category:Other
Mesem

Anda penyuka kartun? Mau puas menikmati kartun Indonesia? Silakan kunjungi Museum Kartun Indonesia. Museum ini adalah museum kartun pertama di Asia Tenggara, lokasinya di  Sunset Road Nomor 85, Kuta, Bali. Masih fresh from the oven karena baru saja diresmikan kemarin, Kamis (13/3/2008). Di "rumah para kartunis" ini Anda bisa menikmati puluhan lukisan atau gambar kartun. Saat pembukaan dipamerkan 600 karya kartunis-karikaturis Indonesia. Namun, kartun di tempat ini merupakan gambar sindiran alias karikatur.

Museum yang didirikan oleh Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI) ini memuat puluhan gambar baik yang telah dimuat di media maupun yang tertolak di media. Bahkan pengisinya juga karikaturis ternama seperti GM Sidharta, Dwi Koen, Poernomo, dan berbagai daerah se-Indonesia seperti Kokang dari Jogja.

"Kami berharap museum ini mampu menjadi motivator para kartunis agar tidak pesimis. Mari kita bekerja tidak untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat," kata Adi Jangkrik 85, salah satu pemrakarsa museum. Kartun dan karikatur merupakan gambar sederhana yang lucu. Di balik gambar yang membuat orang mesam mesem sendiri ini biasanya ada pesan yang ingin disampaikan. Oleh karena itu,  gambar dalam kartun dan karikatur selalu memiliki makna.  Mau mesam-mesem sampai puas? Kini, Anda tahu harus kemana.

Ayu Sulistyowati
© 2008 Kompas


VideoVisit Indonesia 2008Mar 3, '08 5:30 AM
for everyone
From: sobatsejatie


Import.flv (9.6 MB)

ReviewReviewReviewMasakan IndonesiaJan 31, '08 9:29 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Cooking, Food & Wine
Author:Yasa Boga
Masakan Indonesia

Harga: Rp 90.000,-
Ukuran: 20 x 20 cm
Tebal: 216 halaman
Terbit: Januari 2008
Soft Cover

Beredar serta dicetak berulangkali sejak sepuluh tahun yang lalu, buku ini telah meraih predikat bestseller. Maka tidak saja kumpulan resep masakan khas Indonesia ini dimanfaatkan dan dikoleksi oleh para pemerhati boga dalam negeri, berpuluh ribu eksemplar juga tersebar di manca negara-baik dalarn versi bahasa Indonesia, Inggris, rnaupun Melayu.

Kenyataan tersebut merupakan bukti kualitas karya Yasa Boga yang telah rneluncurkan lebih dari 60 judul buku resep. Yang kini berada di tangan Anda adalah "Masakan Indonesia" versi terbaru. Formatnya lebih trendi dan segar, dengun tujuan rnenyelaraskan diri pada selera generasi era 2000.

ISBN: 978-979-22-3445-9; 21008005
Kategori: Buku Masakan Indonesia

Tentang Penulis: Yasa Boga
Yasa Boga adalah tim pengarang buku masak yang buku-bukunya laris bak kacang goreng. Semua kumpulan resep buatan mereka mudah dibuat, bahan dasarnya mudah diperoleh, takaran, dan teknik pembuatannya dijamin tepat dan cita rasanya dapat dipertanggungjawabkan. Grup ini terdiri dari empat orang ibu rumah tangga yang sekaligus wanita bekerja. Semua resep disusun dan dikumpulkan berdasarkan pengalaman mereka sendiri, yang ingin menyajikan hidangan yang praktis, hemat, namun tetap lezat dan sehat bagi keluarga disela-sela kepadatan aktivitas. Terbiasa dikejar waktu dan keadaan keuangan, mereka cenderung bersikap praktis dan ekonomis, terutama dalam masalah dapur.

Yasa Boga terdiri atas:
- Nies Kartohadiprodjo. Memiliki bakat dan pengalaman dalam mewujudkan aneka resep menjadi hidangan lezat berpenampilan prima. Setelah pensiun dari masa pekerjaannya disebuah majalah favorit wanita, ia menerima pesanan-pesanan khusus untuk mengolah dan menyajikan hidangan pesta.

- Hayatinufus L.Tobing, Mantan koordinator dapur uji dari majalah favorit wanita Indonesia. dua puluh lima tahun hidupnya dijalani dengan menekuni bidang masak-memasak. Dari mengajar memasak SKKA, meneliti resep, menyusun hingga mempraktekkannya. Dapat dipastikan bahwa pengalamannya amat mendukung kualitas buku-buku ini.

- Linda Adimidjaja. Eks redaksi dapur sebuah majalah favorit wanita. Memiliki pengalaman luas dalam mengoleksi aneka ragam resep masakan dari seluruh penjuru dunia. Ia bertanggung jawab atas penampilan foto-foto yang menggugah selera dalam buku-buku ini.

- Cherry Hadibroto. Seorang wirausaha, pernah menimba pengalamannya disebuah majalah wanita. Dialah yang memprakasai terbentuknya kelompok Yasa Boga, serta bertanggung jawab penuh terhadap kualitas produksi buku-buku resep ini.


Photo AlbumDarwin-Kupang Rally (3 photos)Dec 14, '07 8:02 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Berkeliling Indonesia dengan Kapal

Kupang adalah sebuah kota kecil yang mampu memanjakan para pencinta bahari. Sejauh mata memandang, yang tampak adalah hamparan pantai dengan airnya yang jernih membiru. Pemandangan itu kian menarik kala di pantai yang menghadap Teddy's Bar, terdapat kapal-kapal layar berhiaskan beragam bendera. Mereka adalah peserta Darwin-Kupang Rally yang tengah berlabuh sebelum melanjutkan perjalanan.

Para peserta ini berasal dari 20 negara dunia. Sebagian besar, sekitar 30 persen, berasal dari negara tetangga, Australia. Rencananya, para peserta ini akan menghabiskan tiga bulan berkeliling di sebagian wilayah Indonesia. Dari Kupang lalu berlanjut ke Makassar, Bali, Karimun Jawa, Kumai, dan Batam. Peserta yang ikut dalam acara ini tak terbatas pada orang dewasa saja. Beberapa bahkan berlayar dengan membawa serta keluarga masing-masing. Berbulan-bulan mereka harus tinggal di dalam kapal yang berfungsi bak apartemen. Lengkap dengan kamar, dapur, toilet, ruang duduk bahkan ruang bermain dan belajar.

Pasangan Nicholas dan Shao-Tje asal Australia yang sempat Pembaruan temui di kapal mereka, Kindara, mengaku, keikutsertaan mereka dalam ajang ini adalah untuk mengedukasi kedua anak mereka tentang kebudayaan dunia. "Awalnya saya tidak mau ikut acara ini. Namun, suami saya memaksa dengan alasan ingin memberikan pendidikan kepada anak-anak. Dengan berlayar seperti ini, mereka akan langsung berkenalan dengan beragam kebudayaan secara langsung. Akhirnya saya setuju," tutur Shao-Tje.

Selain itu, menurut perempuan keturunan China ini, berlayar bersama keluarga juga mampu menumbuhkan ikatan yang kuat antara ia, suami dan anak-anaknya. Maklum, meski berlatar belakang budaya Timur, keluarga baru yang dimiliki Shao-Tje lebih lekat dengan kebudayaan Barat.

"Di keluarga saya dulu, karena kami orang timur, ikatan keluarga sangat kuat. Biasanya kami tinggal dalam satu rumah atau lingkungan yang sama. Kalau untuk orang barat, seperti suami saya, ikatan keluarga sangat longgar. Makanya, saya berpikir, berlayar bersama seperti ini merupakan kesempatan untuk menumbuhkan ikatan seperti itu lagi," lanjutnya.

Di kapalnya yang mungil, keluarga ini terbiasa melakukan kegiatan sehari-hari mereka. Mulai dari tidur, memasak, membaca, belajar hingga bermain. Memang, untuk yang tidak terbiasa, aktivitas mereka cukup mengagumkan karena semua dilakukan di atas perahu yang bergoyang ke sana kemari, cukup untuk menyebabkan mabuk laut. "Makanya kami membawa berbagai obat anti mabuk laut seperti permen jahe dan alat acupressure ini. Kami sih sudah tidak pernah mabuk laut. Biasanya justru tamu-tamu yang datang yang merasakannya," kata Shao-Tje sambil tersenyum.

Untuk anak-anaknya, pasangan ini memilih pendidikan jarak jauh lewat internet. Kedua putra dan putri mereka bisa belajar secara formal melalui internet sambil mengenal kebudayaan dan berwisata. Sebuah pilihan yang mengasyikkan.

Selain berkunjung ke kapal Kindara milik keluarga Nicholas, Pembaruan juga sempat berkunjung ke beberapa kapal milik peserta lain. Secara umum, kondisi kapal mereka sama dengan kondisi Kindara. Sama-sama komplet bak apartemen mini. Satu hal yang sudah pasti dimiliki adalah speedboat kecil yang berguna untuk alat transportasi ke daratan.

"Kami menambatkan kapal di sini kemudian ke pantai dengan speedboat. Entah itu untuk makan, jalan-jalan atau mengambil air minum," tutur Steven, seorang peserta asal Inggris. Jika tidak jalan-jalan ke daratan, beberapa peserta lain memilih menghabiskan waktu di kapal mereka dengan memancing. Tak jarang ada yang berjemur sambil membaca buku di dek kapal.

Panasnya udara pantai Kupang serta sengatan matahari ditemani angin sepoi-sepoi tampak dinikmati betul oleh mereka. Kulit berwarna kecokelatan akibat tersengat matahari merupakan dambaan bagi sebagian besar masyarakat kulit putih, bukan?

Kedatangan para wisatawan dengan perahu layar tersebut mendatangkan keuntungan tersendiri kepada masyarakat lokal. Bertepatan dengan acara Darwin-Kupang Rally ini, digelar pula semacam bazaar yang menampilkan para penjual souvenir dari berbagai kabupaten yang ada di Kupang. Seperti Yoram, misalnya, penjual souvenir ini mengaku telah mengikuti acara ini sejak beberapa tahun lalu. Di stand sederhana yang berlokasi di pelataran parkir Teddy's Bar, ia menggelar dagangannya berupa kain tenun tangan khas Kupang, perhiasan dari mutiara dan perak, serta beberapa barang dari Bali.

"Setiap tahun saya selalu ikut karena prospeknya bagus. Barang saya banyak yang terjual," tutur Yoram.

Kala malam tiba, sebagian besar peserta memilih turun ke daratan. Maklum, pantai tempat mereka ber- labuh biasanya selalu ramai oleh masyarakat sekitar. Apalagi, ada sebuah panggung musik yang menjadi pusat hiburan masyarakat Kupang. Memang sih, musik yang dimainkan adalah musik-musik pop dari penyanyi macam Radja, Ratu atau Peterpan, yang tak familiar di telinga mereka. Namun tampaknya para peserta rally tak peduli.

Mereka menikmati betul udara pantai Kupang di kala malam. Sambil makan minum sekadarnya, berbincang-bincang dengan sesama peserta dari kapal lain atau berkenalan dengan penduduk setempat, interaksi pun terjalin. Ah, indahnya!

Pembaruan/Irawati Diah Astuti

EventFestival Animasi IndonesiaOct 28, '07 4:33 PM
for everyone
Start:     Oct 28, '07 5:00p
End:     Oct 29, '07
Location:     Jambi
Yuk Nonton Festival Animasi Indonesia

Festival Animasi Indonesia 2007 yang diselenggarakan di Kota Jambi, akan dibuka Senin (29/10/2007) malam. Sebanyak 220 film animasi telah terkumpul, yang sebagian besar membawa misi mengkampanyekan sejumlah isu global. Dari seluruh film, 170 di antaranya dikompetisikan. Sedangkan 40 film lainnya merupakan film-film animasi terbaik dari Bosnia, Perancis, Swedia, Amerika, dan sejumlah negara lainnya.

“Dalam festival ini, kita akan menyaksikan betapa telah berkembangnya animasi. Anak-anak muda dari pelosok daerah ikut memberi sumbangan terhadap perkembangannya,” ujar Gatot Prakosa, Ketua Jurusan Animasi Institut Kesenian Jakarta (IKJ), selaku juri animasi dalam festival, Minggu (28/10).

Sejumlah film dikemas dengan nuansa kelokalan, namun mampu mengangkat isu-isu global. Gatot mencontohkan, ada film yang dibuat oleh animator di Wonogiri, mengangkat isu penjualan pasir Indonesia ke Singapura. Ada juga film yang mengkampanyekan penggunaan bahan bakar alternatif. “Bahkan ada ide, kenapa tidak memanfaatkan tinja sebagai bahan bakar. Ini uniknya dikemas dalam sebuah film animasi,” tutur pria yang juga aktif di Yayasan Seni Visual Indonesia ini.

Sedangkan isu lain yang tak kalah menarik untuk diangkat, antara lain perjuangan atas hak asasi manusia, gender, kekerasan, hingga penyelamatan hutan. Ada lagi film-film animasi musikal. Sebanyak 20 film video musik ini kiriman dari Surabaya, Solo, Yogyakarta, dan Jakarta. Mereka menyelipkan kritik pada pemerintah, namun dengan bahasa yang universal, sehingga dapat dinikmati, yaitu lewat musik.

Untuk pertama kalinya Festival Animasi Indonesia (FAI) diselenggarakan di luar Jawa, yaitu Kota Jambi. Menurut Gatot, perkembangan animasi di Sumatera tidak kalah. “Malah ada komik Taguan Harjo yang pernah sangat populer mulai tahun 1960-an. Komik itu buatan Medan. Ada juga studio film animasi di Medan yang memberi sumbangan terhadap perkembangan animasi Indonesia,” ujarnya lagi.

(ITA)
Copyright Kompas

ReviewReviewReviewWarisan Kuliner IndonesiaSep 7, '07 12:57 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Cooking, Food & Wine
Author:Tim Penggerak PKK Kota Tomohon
Hidangan Populer Sulawesi Utara Khas Kota Tomohon

Harga: Rp 30.000,-
Ukuran: 15 x 21 cm
Tebal: 64 halaman
Terbit: September 2007
Soft Cover

Daya tarik Kota Tomohon dapat digali melalui seni kulinernya. Pesona kekayaan wisatanya sudah tidak diragukan lagi. Kawasan ini begitu tersohor di seluruh dunia karena rumah adat besar yang dibuat dengan sistem knock down atau dapat dibongkar pasang. Julukan sebagai "kota bunga" untuk Minahasa juga sudah terpateri lama. Untuk melengkapi elemen pariwisata yang begitu kuat daya tariknya maka Tim Penggerak PKK Daerah Tomohon tergerak untuk menulis buku dengan judul Hidangan Populer Sulawesi Utara Khas Kota Tomohon. Keunggulan buku ini adalah keotentikan resep-resep yang ditampilkan di dalamnya. Sebagai contoh, makanan khas Kota Tomohon, yaitu tinutuan - yang populer disebut "bubur manado", dan cakalang fufu, yaitu ikan cakalang yang diasapi. Selain itu, masih ada makanan-makanan khas lain yang menarik. Bagi mereka yang menyukai hidangan dengan bahan segar dan sehat, aneka penganan khas Tomohon dapat dijadikan alternatif. Oleh sebab itu, silakan lengkapi koleksi menu Nusantara Anda dengan membeli buku makanan khas "Kota Bunga" ini, yaitu Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

ISBN: 979-22-3173-0; 21007198
Kategori: Warisan Kuliner Indonesia


ReviewReviewReviewSoto IndonesiaJul 23, '07 1:01 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Cooking, Food & Wine
Author:Tim Boga GPU
25 Nuansa Soto Khas Indonesia

Harga: Rp 24.000,-
Ukuran: 16 x 20 cm
Tebal: 53 halaman
Terbit: Januari 1996
Soft Cover

Sejak tahun pertama penerbitannya, tahun 1996, hingga tahun 2003 telah mengalami cetak ulang empat kali. Menampilkan resep-resep hidangan soto yang banyak disukai orang seperti soto Bandung, soto ayam kediri, soto Padang dan lain-lain.

ISBN: 979-655-091-5; 21096091
Kategori: Tradisional

Tentang Penulis: Tim Boga GPU
Tim Boga GPU terdiri dari para anggota Redaksi Boga Gramedia Pustaka Utama. Merekalah yang bertanggung jawab terhadap penerbitan buku-buku masak, sejak menerima naskah dari pengarang, mengedit naskah menguji coba resep, menata hidangan untuk pemotretan, hingga siap cetak menjadi sebuah buku. Banyaknya buku masak tak menyurutkan keinginan mereka untuk membagi resep-resep koleksi mereka bagi para pembaca. Mereka menghimpunnya dalam beberapa buku masak yang cukup sukses di pasaran.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.