Kuliner's posts with tag: bubur

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bubur
ReviewReviewReviewReviewReviewBubur Bali Berteman Urap SayuranJun 23, '08 10:39 PM
for everyone
Category:Other
Enak seken ne

Bali memiliki sejumlah menu masakan yang dijamin menggoyang lidah, tetapi bubur bali tidak termasuk dalam jenis makanan yang populer untuk orang dari Pulau Dewata itu.

Salah satu tempat untuk menyantap bubur bali adalah di Warung Tresni di Jalan Drupadi, Denpasar. Warung milik Made Suwarka (35) ini buka dari pukul 08.00 sampai sore. Namun, bila ingin mencicipi buburnya, jangan datang setelah pukul 10.00 pada hari hujan atau datanglah sebelum pukul 12.00 pada hari terang supaya masih kebagian.

Cara memasak bubur yang dijual dengan harga Rp 7.000 sepiring itu sama seperti membuat bubur di mana-mana: beras dimasak dengan banyak air ditambah daun salam untuk membuat wangi bubur.

Keistimewaan bubur bali adalah pada menu penyerta bubur itu, yaitu urap sayuran dan gecok yang terdiri dari suwiran daging ayam dengan kuah betutu yang rasanya pedas menggigit. Suwarka menyediakan buburnya dengan urap sayuran yang ditaburi kacang goreng, usus goreng, serta popcorn. Tidak lupa tentu saja sambal matah khas Bali.

Tentang popcorn, jagung letus buatan Suwarka itu cara pembuatannya sedikit berbeda dibandingkan dengan popcorn yang biasanya dibuat dengan dibubuhi garam atau margarin. Suwarka mengolahnya dengan memberi bawang putih lalu digoreng dengan minyak. ”Kalau ingin hasilnya lebih baik, jagung dijemur terlebih dahulu,” tutur Suwarka.

Gara-gara inovasi Suwarka dengan jagung letus itu, bubur Suwarka menjadi salah satu bubur bali yang populer di Denpasar.

Urap bali
Bubur dari Bali berbeda dengan bubur daerah lain di Indonesia karena teman menyantapnya adalah urap sayuran dan gecok. Sayuran urap terdiri dari daun singkong dan rajangan kasar kacang panjang. Sayuran rebus itu lalu dicampur dengan bumbu-bumbu, kelapa parut dari kelapa yang telah dibakar, bawang goreng, dan cabai yang dirajang kasar.

Teman makan bubur yang lain adalah gecok. Menu ini terdiri dari adukan daging ayam suwir, kaldu ceker ayam, santan matang, serta bumbu kalas. Bumbu kalas terdiri dari, antara lain, kencur, ketumbar, bawang merah, dan bawang putih lalu dicampur dengan parutan kasar kelapa yang dibakar terlebih dulu.

Untuk lebih menarik, cara penyajian bubur pun dibuat sedekat mungkin dengan cara yang aslinya memakai daun pisang. Hanya saja, Suwarka meletakkan daun pisang di atas piring. ”Daun pisang tidak bisa ditinggalkan karena itu menjadi pemanis sajian sekaligus sedap di buburnya sendiri. Kalau saya tak lagi menggunakan, wah langganan bisa protes,” ujar Suwarka.

Bermacam racikan

Seperti lazimnya tawaran makanan di mana-mana, bubur bali pun memiliki racikan berbeda-beda sesuai dengan resep setiap pedagang yang dipengaruhi daerah asalnya. Menurut Suwarka, buburnya memakai racikan Denpasar. Adapun daerah lain bisa saja memakai sayuran yang berbeda atau kuah betutu berbeda pula.

Sebenarnya di pasar-pasar tradisional juga bisa dijumpai bubur bali, hanya saja soal rasa tentu tidak bisa sama. Begitu juga rasa kuah dan jenis sayuran yang disajikan pun berbeda-beda. Dari beberapa orang yang ditemui, mereka menyatakan paling enak adalah bubur Tresni karena ada popcorn-nya.

Menikmati bubur Warung Tresni ini nikmatnya berpasangan dengan kerupuk dan teh manis panas. Teh manis panas di warung ini pun pasti dihiasi dengan irisan jeruk nipis.

Ia sendiri telah berkecimpung lebih dari 10 tahun berawal dari bisnis coba-coba ala kaki lima di pinggiran lapangan Puputan Renon. Belum lama berjualan di lapangan, penikmat bubur buatannya pun semakin bertambah setiap hari. Berbekal porsi sekitar 100 piring bubur seharga Rp 5.000 pun ludes setiap hari.

Karena terkena gusuran petugas ketertiban, Suwarka pun menyewa tempat di Jalan Drupadi. ”Saya pun mulai dari nol lagi. Saya berkeyakinan pembeli setia saya pasti akan mencari. Jadi, yakin saja, kalau enak, pasti dicari terus,” ujar dia mantap.

Selain menawarkan bubur bali, Warung Tresni juga menyediakan nasi campur dan jajan khas Bali. Enak seken ne (enak sekali)!

Ayu Sulistyowati
© 2008 Kompas


Blog EntryBubur sayur khas Sulawesi UtaraJun 3, '08 2:15 PM
for everyone





















.
Bubur Tinutuan
.
Bahan:
  • 150 gr beras, cuci bersih
  • 1100 cc air
  • 2 sdt garam
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang serai
  • 300 gr jagung pipilan
  • 500 cc santan kental
  • 200 gr labu kuning potong dadu 2 cm
  • 150 gr ubi merah, potong dadu 2 cm
  • 100 gr daun labu, bersihkan
  • 100 gr daun kangkung
  • 2 sdt kaldu bubuk rasa ayam
  • 5 tangkai daun kemangi, siangi
Pelengkap:
  • 150 gr ikan asin jambal roti, goreng kering
Cara Membuat:
  1. Rebus beras dengan daun salam dan serai sampai lunak.
  2. Masukkan jagung pipilan, santan, garam, kaldu bubuk, aduk rata.
  3. Masak sambil diaduk hingga jagung matang.
  4. Masukkan labu kuning dan ubi merah.
  5. Masak sampai ubi dan labu matang, aduk rata.
  6. Tambahkan dengan daun labu, daun kangkung, daun kemangi.
  7. Aduk rata rampai bubur mengental dan sayuran lunak, angkat.
  8. Sajikan bubur manado selagi panas dengan ikan jambal roti goreng.
Untuk: 5 porsi.

© Tabloid Nova

Blog EntryBubur SukabumiJun 2, '08 9:15 AM
for everyone





















.
Bubur Ayam Sukabumi
.
Bahan:
  • 250 gr beras, cuci bersih
  • 1,5 liter air
  • 2 lembar daun pandan
  • 2 lembar daun salam
  • 800 cc santan kental
  • 500 gr paha ayam, cuci bersih
  • 3 sdm minyak untuk menumis
  • 1/2 sdm gula pasir
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • 3 lembar daun jeruk
  • 1 batang daun bawang, iris halus
  • 700 cc air
  • 5 buah cakwe siap beli, iris tipis
  • 100 gr kacang kedelai, goreng
  • kulit pangsit goreng secukupnya
  • seledri secukupnya, iris halus
Bumbu Halus:
  • 5 butir bawang putih
  • 3 siung bawang putih
  • 3 cm kunyit, bakar
  • 1/2 sdt merica
  • 3 butir kemiri
  • garam secukupnya
Cara Membuat:
  1. Rebus beras dengan daun pandan dan daun salam.
  2. Masukkan santan dan garam.
  3. Masak sambil diaduk-aduk sampai bubur mengental, angkat.
  4. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum.
  5. Masukkan daun salam, serai, dan daun jeruk, aduk rata.
  6. Masukkan ayam dan daun bawang.
  7. Masak ayam hingga berubah warna.
  8. Tambahkan air dan gula pasir.
  9. Masak hingga bumbu meresap pada ayam.
  10. Pisahkan ayam dari kuahnya lalu suwir-suwir.
  11. Sajikan bubur dalam mangkuk.
  12. Tambahkan suwiran ayam, cakwe, kacang kedelai, pangsit goreng.
  13. Taburi seledri.
Untuk: 6 porsi

© Tabloid Nova

Blog EntryBubur khas dari BaliJun 1, '08 8:45 PM
for everyone





















.
Bubur Mengguh
.
Bahan:
  • 200 gr beras, cuci bersih
  • 1200 cc air
  • 2 sdt garam
  • 2 lembar daun salam
  • 500 cc santan kental
  • 500 gr dada ayam
  • 200 gr kacang panjang, iris 1 cm
  • 100 gr kacang tanah, goreng
  • bawang goreng secukupnya
Bumbu Halus:
  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 2 buah cabai merah
  • 2 cm kunyit, bakar
  • 4 buah kemiri
  • 1/2 sdt merica
  • 1 sdt ketumbar
  • garam secukupnya
Bahan Urap:
  • 100 gr kelapa parut setengah tua
  • 200 gr kacang panjang, potong 4 cm
  • 2 siung bawang putih
  • 2 buah cabai merah
  • 1/2 sdt terasi
  • 2 cm kencur
  • 2 sdm gula merah
  • 2 lembar daun jeruk
  • garam secukupnya
Cara Membuat:
  1. Panaskan 2 sdm minyak, tumis bumbu halus hingga harum.
  2. Masukkan daging ayam, daun salam, lengkuas, dan kaldu bubuk.
  3. Tambahkan air 500 cc.
  4. Masak sampai ayam matang dan bumbu meresap, angkat.
  5. Pisahkan ayam dengan kuahnya.
  6. Rebus beras hingga lunak.
  7. Tambahkan santan, garam, dan daun salam.
  8. Masak lagi sampai bubur mengental.
  9. Masukkan kacang panjang.
  10. Masak sampai kacang panjang matang, aduk rata, angkat.
  11. Buat urap: haluskan semua bumbu urap.
  12. Tambahkan dengan kelapa parut, aduk rata.
  13. Kukus bumbu urapan sampai matang, angkat.
  14. Campur bumbu urapan dengan kacang panjang rebus.
  15. Sajikan bubur dalam mangkuk.
  16. Tambahkan kacang tanah goreng, dan urap kacang panjang.
  17. Sajikan selagi hangat dengan taburan bawang goreng dan suwiran ayam.
Untuk: 5 porsi

© Tabloid Nova

Blog EntryKombinasi bubur dengan soto yang lezatDec 4, '07 4:34 PM
for everyone





















.
Bubur Soto Ayam
.
Bahan:
  • 1 ekor ayam, belah dua bagian
  • 1 liter air
  • 3 lembar daun jeruk
  • 2 batang serai, memarkan
  • 2 cm jahe, memarkan
  • 2 sdm minyak goreng
  • 50 gram soun, rendam air dingin, tiriskan
  • 4 butir telur ayam, rebus matang
  • 2 lembar kol, iris halus
Haluskan:
  • 10 siung bawang putih
  • 4 buah kemiri,sangrai
  • 4 cm kunyit
  • 1 sdm garam
  • 1/2 sdt merica bubuk
Pelengkap:
  • bubur beras putih
  • sambal rebus
  • kerupuk
Taburan:
  • irisan daun bawang
  • bawang goreng
Cara membuat:
  1. Panaskan minyak, tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum.
  2. Masukkan ayam, air, daun jeruk, serai, jahe, tutup panci tekan.
  3. Masak hingga ayam lunak, dan ayam tiriskan, setelah dingin suwir-suwir.
  4. Untuk kuah bila terlalu kental tambahkan air dan garam secukupnya.
  5. Siapkan mangkuk isi dengan bubur, tata soun, kol, ayam suwir, telur.
  6. Tuangkan kuahnya, taburi dengan irisan daun bawang.
  7. Sajikan hangat taburi dengan irisan daun bawang dan bawang goreng.
  8. Lengkapi dengan sambal rebus dan kerupuk.
Untuk : 8 orang

foto: Daniel Supriyono
© TabloidNova

ReviewReviewReviewReviewEs Oyen & Bubur Mang OyoDec 2, '07 7:15 AM
for everyone
Category:Other
Jalansutra
Ada Oyen
Ada Oyo


Belum lama ini di milis Jalansutra banyak dibicarakan tentang es sekoteng "Oyen" yang sangat populer di Bandung. Beberapa anggota Forum Jalansutra menyampaikan informasi bahwa "Es Oyen" yang legendaris itu sudah buka beberapa cabang di Jakarta, bahkan juga di Bogor.

Apa sih es sekoteng itu? Bukankah sekoteng sebenarnya mengacu pada minuman panas dengan rasa jahe yang pedas? Es sekoteng "Oyen" terdiri atas kelapa muda, alpukat, kolang-kaling (buah atap) berwarna merah, pacar cina (terbuat dari sagu berwarna merah), diberi serutan es, dengan topping sirup merah dan susu kental manis. Rupanya, kehadiran kolang-kaling merah yang juga merupakan komponen penting dalam wedang sekoteng itulah yang membuat es campur yang satu ini disebut sebagai es sekoteng. Padahal, es sekoteng sama sekali tidak memakai rasa jahe.

Penggemar "Es Oyen" biasanya selalu memuji rasa kelapa muda yang dipakai dalam es sekoteng itu. Kelapa mudanya sangat empuk, hampir mirip dengan kelapa kopyor. Menurut pemilik "Es Oyen", kelapa muda yang dipakai selalu hanya kelapa muda pilihan dari Garut. Kelapa muda dari daerah lain tidak akan punya kualitas sebaik yang dari Garut itu.

Sebagai seorang penggemar "Es Oyen" tentu saja informasi tentang kehadiran cabang-cabang itu tidak dapat saya telan mentah-mentah. Setahu saya, "Es Oyen" tidak pernah membuka cabang.

Untunglah waktu tempuh Jakarta-Bandung kini semakin pendek dengan hadirnya jalan tol baru Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang). Dari Jembatan Semanggi di Jakarta kita bisa mencapai pintu tol di Jalan Pasteur Bandung dalam waktu 90 menit saja. Saya tidak membuang-buang waktu dan langsung pergi ke Jalan Veteran, Bandung. Sampai sekarang pun jalan ini sebetulnya lebih dikenal oleh warga Bandung dengan nama lamanya: Jalan Bungsu.

Ternyata, kecurigaan saya benar adanya. Si pemilik warung "Es Oyen" di Jalan Veteran, Bandung, menyatakan dengan tegas bahwa ia tidak punya cabang-cabang di luar kota Bandung. Satu-satunya cabang yang dimilikinya berlokasi di Ciwalk atau Cihampelas Walk - sebuah food court di pusat penjualan busana jins Bandung.

"Di Bandung sini pun banyak yang meniru, Pak," kata si empunya "Es Oyen" asli. "Dulu mereka pegawai kami di sini. Lalu, karena merasa bisa membuat es seperti ini, mereka lalu mendirikan warung sendiri dengan meniru nama kami."  Oyen ternyata bukan nama pendiri warung es yang tersohor itu. "Itu nama burung jalak kecintaan kakek buyut kami. Kakek buyut itulah yang pertama kali berjualan es campur seperti ini dan menyebutnya dengan nama es sekoteng," katanya menambahkan.

Di Bandung juga ada seorang penjual bubur yang tersohor dengan nama Bubur Mang Oyo. Kali ini Oyo adalah nama orang, bukan nama burung piaraan. Mang Oyo orangnya lucu dan suka bercanda dengan para pelanggannya. Kalau ia melihat pembeli baru, ia tidak segan-segan mendemonstrasikan keistimewaan buburnya. Bubur yang ditaruh di piring ditekan-tekan sedikit, lalu piringnya dibalikkan. Aneh! Buburnya tidak tumpah. Bila piringnya dimiringkan pun buburnya tidak akan 'lari' ataupun tumpah.

Itulah keistimewaan bubur Mang Oyo. Bubur ayamnya versi kering, tanpa kuah, tetapi lembut dan sangat gurih. Menu-nya macam-macam. Ada bubur atel (ayam dan telur) yang terdiri atas suwiran halus ayam goreng dan telur pindang, ditaburi rajangan cakwe, kedele goreng, dan rajangan seledri. Didampingi sepiring kecil kerupuk tapioka. Kalau Anda sudah sering makan bubur tiociu atau bubur Bunut (Sukabumi) yang basah, Bubur Mang Oyo ini merupakan alternatif yang unik.

Jangan heran kalau sulit menemukan Bubur Ayam Mang Oyo. Di papan namanya tidak tertulis Mang Oyo, melainkan "Bubur Ayam Talaga". Tempatnya berjualan pun sering berpindah-pindah. Tetapi, penggemar fanatiknya terus mengejar ke mana pun ia mangkal. Sekarang Bubur Ayam Mang Oyo dapat dijumpai setiap pagi di Kafe Vandel di Jalan Sulanjana. Kafe-nya sendiri buka sore hingga malam, sedangkan pada pagi hari di-subkontrak oleh "Bubur Ayam Talaga" dan "Bakmi Sulanjana".

Selama ini, setiap kali ke Bandung, hampir dapat dipastikan bahwa saya akan singgah ke Jalan Banceuy untuk membeli kopi bubuk "Aroma". Banyak teman-teman di Forum Jalansutra juga melakukan hal yang sama bila bepergian ke Bandung. Ini semua gara-gara 'anjuran' Adi Taroepratjeka dan Marchellinus Hanjaya yang memberikan acungan dua jempol untuk kopi "Aroma".

Toko kopi ini memang betul-betul dari masa van voor de oorlog. Di masa lalu toko semacam ini disebut koffiebranderij (coffee roaster, penggoreng kopi), sama dengan Tek Sun Ho di Jakarta yang kini ber-'metamorfosa' menjadi "Bakoel Koffie". Setiap kota mempunyai koffiebranderij andalan masing-masing. "Aroma" adalah andalan Bandung yang masih berjaya hingga kini.

Widyapratama, pemilik "Aroma" sekarang, masih setia meneruskan tradisi kakek moyangnya. Biji kopi pilihan disimpan dalam karung hingga sekitar delapan tahun di tempat yang dijaga tingkat kekeringannya. Setelah melalui masa aging ini, biji kopi akan digoreng dan kemudian digiling. Tiap hari mereka menggoreng kopi, agar selalu dapat menyajikan kopi paling fresh bagi pelanggannya. Tersedia berbagai jenis kopi - arabika, robusta, maupun blend - berkualitas tinggi.

Sayangnya, "Aroma" tidak menyediakan cafe untuk penggemarnya menikmati secangkir kopi hangat di kedainya. Jangan heran pula bila Widyapratama sering 'menegur' pelanggan yang membeli kopi terlalu banyak. Lebih baik membeli secukupnya, agar selalu mendapat kopi yang segar. Kopi bubuk memang jauh lebih fragile dibanding kopi yang masih berbentuk biji. Kalau sedang kebanyakan stock kopi bubuk, saya biasanya menyimpan persediaan itu di dalam freezer untuk mempertahankan kesegarannya.

Karena "Aroma" tidak menyediakan tempat untuk minum kopi, dalam kunjungan ke Bandung terakhir saya 'menemukan' sebuah tempat ngopi yang 'boleh dipoedjiken kualiteitnja'. Kedai temuan saya itu bernama Warung Kopi "Purnama", terletak di Jalan Alketeri. Saya duga nama ini sebetulnya dari Alkatiri, yaitu nama marga orang Arab, mengingat di dekat situ juga ada Gang Aljabri. Pada pagi hari, Jalan Alketeri ini sangat macet dan sulit memperoleh tempat parkir. Limpahan parkir mobil pengunjung Pasar Baru yang tak jauh dari situ memang membuat kawasan ini selalu macet berat di pagi hari. Kalau mau aman, parkir saja di Jalan Banceuy, dekat Kopi "Aroma". Kita bisa berjalan kaki sekitar lima menit ke Jalan Alketeri untuk minum kopi, dan pulangnya bisa mampir ke "Aroma" untuk beli oleh-oleh kopi bubuk.

Menurut si pemilik warung kopi, "Purnama" didirikan kakeknya pada tahun 1932. Sejak dulu, kakeknya juga menggoreng sendiri kopi yang disedu di warung itu. Warung kopi itu memang sempat tutup bertahun-tahun, sampai generasi ketiganya merasa bahwa saat ini justru warung kopi bergaya tempo doeloe seperti itu bisa menarik pelanggan. Menurut si pemilik, "Purnama" adalah terjemahan dari nama lama dalam bahasa Tionghoa. Tetapi, ia sendiri tak tahu apa namanya ketika itu. Mungkin sekali dulu ia bernama "Yue Yuan" (Mandarin = bulan bulat).

Kopinya kental, disajikan dalam cangkir tebal yang berat. Sungguh mantap! Di dekat kasir tersedia berbagai jajanan seperti pisang goreng, bakcang, dan berbagai kue kering. Dari kartu menu dapat pula dipesan roti bakar, telur setengah matang, mi bakso, dan berbagai makanan yang cocok untuk sarapan. Para pengunjungnya pun tampaknya adalah pelanggan-pelanggan tetap yang sudah mengenal satu sama lain.

Bondan Winarno


Blog EntryBubur sayur tinutuanNov 28, '07 6:05 PM
for everyone





















.
Bubur Manado
.
Bahan:
  • 250 gr beras
  • 1 ltr air
  • 2 btg serai
  • 1/8 sdt garam
  • 2 bh jagung muda, disisir
  • 5 lonjor kacang panjang, potong 2 cm
  • 1 ikat bayam, petik daunnya
  • 1 ikat kangkung, petik daunnya
  • 200 gr labu kuning, potong 2 x 2 cm
  • 20 lembar daun kemangi
Pelengkap:
  • 100 gr ikan asin jambal, goreng hingga matang
Sambal dabu-dabu:
  • 2 bh cabai merah, iris tipis
  • 6 bh cabai rawit, iris tipis
  • 3 bh bawang merah, iris tipis
  • 1 bh tomat, potong kotak-kotak
  • 1 sdm air jeruk nipis
  • 1/8 sdt garam
Cara membuat:
  1. Cuci bersih beras, masak bersama air, serai, dan garam.
  2. Masak hingga beras menjadi bubur.
  3. Masukkan labu kuning, dan jagung.
  4. Masak hingga labu kuning dan jagung empuk.
  5. Tambahkan daun bayam, kangkung, masak hingga bahan matang.
  6. Sambal dabu-dabu: campur irisan cabai merah, cabai rawit, bawang merah, tomat, air jeruk nipis, dan garam, aduk rata.
  7. Angkat, hidangkan panas-panas dengan pelengkapnya.
Untuk 6 porsi

foto: Agus Dwianto
© TabloidNova

Blog EntryBubur biji delimaNov 13, '07 3:26 AM
for everyone





















.
Mutiara Ayu
.
Bahan:
  • 200 gr biji delima warna putih
  • 200 gr pisang tanduk, potong bulat 1/2 cm
  • 1/4 bks tepung hunkwe
  • 200 gr gula pasir
  • 1200 ml air
  • 4 lbr daun pandan
Saus santan:
  • 500 ml santan kental
  • 2 lbr daun pandan, sobek-sobek
  • 2 lbr daun jeruk purut
  • 1/4 sdt garam
Saus gula merah:
  • 200 gr gula merah, sisir
  • 50 ml air
  • 1/4 sdt garam
  • 1 lbr daun pandan, sobek-sobek
Cara membuat:
  1. Rebus air bersama biji delima, tepung hunkwe, gula pasir dan daun pandan.
  2. Masak hingga lunak, kental dan mendidih.
  3. Saus santan: rebus santan bersama daun pandan, daun jeruk purut dan garam hingga mendidih, angkat.
  4. Saus gula: rebus gula merah, air, garam dan daun pandan.
  5. Masak hingga mendidih dan kental, angkat.
  6. Penyajian: tuang bubur biji delima ke dalam mangkuk.
  7. Siram dengan saus santan dan saus gula.
  8. Sajikan hangat-hangat.
Untuk 4 porsi

foto: Daniel Supriyono
© TabloidNova

Blog EntryKhas jawa baratOct 31, '07 8:49 AM
for everyone




















.
Bubur Ayam Kuah Kuning
 
Bahan:
  • 300 gr beras putih
  • 3 ltr air
  • 4 lbr daun salam
  • 2 sdt garam
  • 2 sdm minyak goreng
  • 1 ekor ayam ( 700 gr)
  • kecap manis
  • 2 btg daun bawang, iris halus
  • 2 btg seledri, iris halus
  • bawang goreng
  • kerupuk/emping
Haluskan:
  • 12 bh bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 3 cm kunyit
  • 2 sdt ketumbar, sangrai
  • 5 btr kemiri, sangrai
  • 1/2 sdt lada butiran
Kuah:
  • 1,5 ltr air kaldu
  • 2 sdt garam
  • 1/2 bh biji pala, memarkan
Cara membuat:
  1. Masak beras, air, dan daun salam sampai bubur menjadi lembut.
  2. Bila beras belum menjadi bubur, tambahkan air panas secukupnya.
  3. Rebus ayam sampai empuk, angkat, sisihkan.
  4. Setelah agak dingin, goreng ayam sampai kekuningan, angkat, suwir-suwir.
  5. Buat kuah: panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus bersama biji pala sampai harum.
  6. Tuang air kaldu bekas merebus ayam, aduk rata, didihkan.
  7. Sajikan bubur ayam dengan kuah, kecap manis, suwiran ayam.
  8. Beri daun bawang, seledri, bawang goreng, kerupuk/emping, dan sambal botol.
Untuk 8 orang

© TabloidNova

Blog EntryBisa sebagai sajian buka puasaSep 12, '07 12:03 PM
for everyone





















.
Bubur Sumsum

Bahan:
  • 175 gr tepung beras
  • 1750 ml santan dari 1,5 butir kelapa (kupas parut)
  • 1 sdt garam
  • 2 lbr daun pandan, ikat
Kinca:
  • 300 gr gula merah, sisir
  • 50 gr gula pasir
  • 150 ml air
  • 1 lbr daun pandan
Cara membuat:
  1. Larutkan tepung beras dengan sebagian santan, sisihkan.
  2. Rebus sisa santan bersama garam dan daun pandan sampai mendidih.
  3. Tuangkan larutan tepung beras, aduk-aduk sampai kental dan matang. Angkat.
  4. Kinca: rebus gula jawa, gula pasir, air, dan daun pandan sampai mendidih dan gula larut.
  5. Angkat lalu saring.
  6. Sajikan bubur sumsum bersama kinca.
Untuk 4 porsi

foto: Faduli Barbathully
© TabloidNova

Blog EntryResep Tradisional MalukuAug 27, '07 6:17 AM
for everyone




















.
Bubur Sagu Ubi

Bahan:
  • 100 gr sagu lempengan
  • 1 lt air
  • 100 gr gula pasir
  • 100 gr gula merah, sisir
  • 2 lbr daun pandan, simpulkan
  • 100 gr kenari
  • 100 gr ubi merah
Saus:
  • 250 ml santan dari 1 btr kelapa kupas parut
  • 2 lbr daun pandan
  • 1 sdt garam
Cara membuat:
  1. Kenari, kupas, cincang kasar untuk taburan.
  2. Ubi merah, potong dadu 1/2 x 1/2 cm
  3. Rendam sagu dalam 500 ml air selama 1 jam hingga mengembang.
  4. Tiriskan dan buang airnya.
  5. Masak 1 liter air bersama gula pasir, gula merah, dan daun pandan hingga gula larut.
  6. Angkat lalu saring.
  7. Didihkan kembali air gula, masukkan ubi merah dan sagu yang telah lunak.
  8. Masak sambil terus diaduk hingga matang dan kental.
  9. Saus: didihkan semua bahan sambil terus diaduk hingga santan kental.
  10. Angkat, sisihkan.
  11. Taruh bubur sagu dalam mangkuk saji.
  12. Beri saus dan taburi kenari cincang. Sajikan.
Untuk 4 porsi

foto: Agus Dwianto
© TabloidNova

Blog EntryEs buah pisang yang menyegarkanAug 1, '07 9:40 AM
for everyone





















.
Es Bubur Pisang

Bahan:
  • 10 buah pisang kepok, kukus, potong serong
Bubur sumsum:
  • 125 gr tepung beras
  • 650 cc santan kental
  • 1 sdt garam
  • 2 lembar daun pandan
Bubur ketan:
  • 150 gr beras ketan hitam, rendam air
  • 200 gr gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 700 cc air
Sirup gula:
  • 350 gr gula merah, sisir
  • 100 cc air
  • 2 lembar daun pandan
Cara membuat:
  1. Buat bubur: campur tepung beras dengan sedikit santan, aduk rata.
  2. Didihkan sisa santan dengan garam dan daun pandan, aduk rata.
  3. Masukkan tepung beras yang telah dicairkan, aduk sampai rata.
  4. Masak sampai meletup-letup, angkat.
  5. Buat bubur ketan: masak bubur ketan sampai lunak.
  6. Tambahkan gula pasir dan garam.
  7. Masak sampai mengental dan matang, angkat.
  8. Buat sirup gula: didihkan gula merah, daun pandan, dan air, aduk rata, angkat.
  9. Buat kuah santan: masak santan, garam, dan daun pandan, angkat.
  10. Siapkan mangkuk, tata dengan sedikit bubur sungsum, bubur ketan hitam dan sirup gula merah.
  11. Tambahkan pisang dan durian tuangi santan.
  12. Sajikan dengan es serut.
Untuk: 7 porsi

Pengirim: Eny Diyah Widaningrum
© 2001 TabloidNova

Blog EntryRasanya segar gurih & bergizi lengkapJul 31, '07 5:36 AM
for everyone





















.
Bubur Jamur & Telur

Bubur yang agak kental ini sangat gurih rasanya dan padat isinya. Jagung manis, bayam, jamur dan telur membuat rasanya segar gurih sekaligus nutrisinya sangat lengkap. Cocok disantap hangat saat tubuh mulai turun staminanya.

Bahan:
  • 100 g beras pulen
  • 750 ml kaldu ayam
  • 2 siung bawang putih, cincang
  • 1/2 cm jahe, memarkan
  • 1 sdt garam
  • 2 buah jamur shitake, iris tipis
  • 2 sdm biji jagung manis segar
  • 1 sdm kecap asin
  • 1/2 sdt minyak wijen
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam
  • 1 butir telur ayam, kocok
  • 100 g daun bayam, potong kasar
Cara membuat:
  1. Rebus beras, kaldu, bawang putih, jahe dan garam hingga beras matang.
  2. Masukkan jagung manis dan jamur.
  3. Kecilkan api, aduk sekali-sekali hingga bubur mulai mengental.
  4. Masukkan kecap, minyak wijen, merica dan garam. Aduk hingga rata.
  5. Tambahkan daun bayam dan telur, didihkan hingga layu dan matang.
  6. Angkat, sajikan panas.
Untuk 4 orang

(dev/Odi) Odilia Winneke
© 2007 detikcom

ReviewReviewReview25 Cita Rasa Bubur Dan Kolak NusantaraJul 20, '07 1:26 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Cooking, Food & Wine
Author:Tim Boga GPU
Harga: Rp 27.500,-
Ukuran: 16 x 20 cm
Tebal: 53 halaman
Terbit: Januari 1996
Soft Cover

Masyarakat Indonesia ternyata menyantap bubur dan kolak tidak hanya pada bulan Ramadhan saja. Dikesempatan lain bubur pun banyak penggemarnya. Buku ini menampilkan 25 resep bubur manis dan gurih dan patut dicoba diantaranya adalah bubur candil hijau, kolak biji salak, bubur ayam dan lain-lain.

ISBN: 979-655-041-5; 21096041
Kategori: Tradisional

Tentang Penulis: Tim Boga GPU
Tim Boga GPU terdiri dari para anggota Redaksi Boga Gramedia Pustaka Utama. Merekalah yang bertanggung jawab terhadap penerbitan buku-buku masak, sejak menerima naskah dari pengarang, mengedit naskah menguji coba resep, menata hidangan untuk pemotretan, hingga siap cetak menjadi sebuah buku. Banyaknya buku masak tak menyurutkan keinginan mereka untuk membagi resep-resep koleksi mereka bagi para pembaca. Mereka menghimpunnya dalam beberapa buku masak yang cukup sukses di pasaran.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.