Kuliner's posts with tag: aceh

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag aceh
ReviewReviewReviewReviewReviewPidie 2000Jul 5, '08 2:42 PM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Margonda Pondok Cina No. 339, Depok
Mie lezat

Mandi Keringat Menyantap Mie Aceh!

Tempatnya sederhana, namun siapa sangka di warung tenda nan sederhana ini tersimpan kelezatan kuliner tanah rencong. Mie dengan racikan bumbu yang kaya rempah dan bercita rasa pedas benar-benar menggetarkan lidah. Shtttt... bisa-bisa Anda ketagihan dibuatnya!

Ya, ditilik dari namanya 'Pidie 2000 Mie Aceh Centre' sudah dapat ditebak bahwa warung makan ini menyediakan hidangan khas Aceh khususnya mie. Letaknya yang tepat berada di Jl. Margonda, Depok membuat warung makan mie Aceh ini tak sulit dicari. Selain sudah cukup dikenal bukan hanya oleh orang Aceh sebagai pelepas rindu, namun juga oleh warga Depok dan sekitarnya.

Meskipun di sisi kiri dan kanannya terdapat berbagai restoran besar, ternyata Pidie2000 tak kalah pamor. Ketika kami menyibak spanduk yang nyaris menutup rapat warung, hampir semua bangku telah terisi penuh. Namun untunglah masih ada sebuah meja kosong yang dapat kami tempati.

Mie yang asal muasalnya dari Cina, di warung tenda ini diracik dengan bumbu khas Aceh. Karena mi jadi kegemaran banyak orang makan racikan mi yang ini juga bikin kami ingin menjajal rasanya. Dari daftar menu yang sederhana, mie tumis dan mi goreng special menjadi pilihan kami.

Sambil menunggu pesanan sang pelayan menyajikan sepiring kue timpan yang menurut teman saya merupakan jajanan khas Aceh. "Cobain deh enak loh," ujarnya sambil mengambil sebuah. Suapan pertama rasa dominan pisang dan manis gula langsung menyerbu lidah. Hmm... benar juga rasanya enak! Tak lama kami pun sudah asyik mengunyah kue yang mirip dodol dan berbalut daun pisang ini. Kue ini terbuat dari tepung ketan, pisang, dan gula yang dilumatkan.

Tempat kami duduk persis bersebelahan dengan tungku tempat memasak mi, maka dengan leluasa kami mengamati proses pembuatan mie. Satu wajan besi besar berisi bumbu merah kecokelatan berminyak, mirip bumbu rendang yang diaduk oleh sang koki. Gaya mengaduknya mirip orang Betawi mengaduk dodol, pakai gaya ‘mendayung’. Kami tahu untuk membuat bumbu dengan belasan rempah ini pasti diperlukan waktu beberapa jam plus kesabaran dalam mengaduk. Aroma harum bumbupun mulai menusuk-nusuk hidung!

Setelah menunggu antrian akhirnya mie tumis tersaji mengepul. Kuahnya 'nyemek', kental, mirip lo mie dengan warna semburat kemerahan. Disajikan dengan sepiring kecil irisan timun bawang merah, cabe rawit dan emping goreng. Tampilan yang sangat eksotik menggoda untuk segera dicicip. Saat diaduk, aroma wangi rempah langsung menyerbu hidung.

Beraroma kari
Mie kuning besar, jenis mi hokkian merupakan ciri khas mie Aceh ini. Dilengkapi dengan irisan tomat, daun bawang dan iris tipis daging plus tauge. Rasa mienya kenyal lembut, dagingnya juga mulus saat dikunyah dan kuahnya memang istimewa. Beraroma kari yang lembut dan rasa ‘panas’nya langsung menyengat, membuat dahi dan muka saya langsung berlelehan keringat! Wuah..sedap nian!

Untuk mie goreng rupanya aroma rempah jauh lebih terasa kuat. Mie nya terlihat agak basah dan berwarna kecokelatan berlumur rempah. Sungguh menggoda dan nyaris membuat saya menitikkan air liur sebelum mencicipinya. Karena mi goreng ini spesial maka isinya juga komplet, udang, daging, seledri, telur, dan tomat.

Ternyata bumbu mi goreng lebih kuat menonjok lidah kami sehingga keringatpun makin deras berlelehan. Rasa pedas inilah yang justru membuat saya tak berhenti menyuapnya. Tenggorokan justru terasa lega setelah dilumuri racikan bumbu tanah rencong ini.

Meskipun berbagai aneka jus segar seperti jus anggur, pear New Zeland, dan jus timun tersedia namun untuk mengalahkan rasa pedas kami memutuskan untuk memesan segelas es teh manis. Seporsi mie tumis dihargai Rp 14.000,00 dan mie goreng Rp 12.000. Sedangkan untuk aneka jus harganya berkisar dari Rp 5000 - Rp 6000,00. Nah, tak mahal bukan?

Selain tak perlu jauh-jauh datang ke Aceh, untuk merasakan keunikan kuliner Aceh, Anda tak perlu membayar mahal. O ya, selain itu sebagian dari penghasilan warung Pidie 2000 ini akan disisihkan untuk membantu pendidikan anak-anak di Aceh.

'Pidie 2000' Mie Aceh Centre
Jl. Margonda Pondok Cina No. 339, Depok
Telp: 021-78887882 / 77212658

(dev/Odi) Devita Sari
© 2008 detikcom


Photo AlbumBenteng Weh (7 photos)May 6, '08 4:57 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Benteng Tua di Pulau Weh

Pulau Weh terletak di sebelah barat Provinsi di Aceh, pulau paling barat di gugusan pulau di Nusantara. Pulau ini mempunyai beberapa objek wisata yang menarik selain pantainya yang indah.

Salah satu pilihan wisata yang menjadi andalan Pulau Weh adalah wisata peninggalan sejarah kolonial berupa bangunan gedung dan benteng-benteng Jepang yang terletak di Desa Cot Ba'u.

Konon benteng-benteng ini berfungsi sebagai tempat pertahanan dan pengintaian kapal-kapal yang melintas di Selat Malaka. Kebanyakan benteng Jepang ini dibangun pada masa penjajahan Jepang antara tahun 1942 hingga 1945.

Wartawan Suara Pembaruan Ruht Semiono mengabadikan salah satu peninggalan sejarah yang juga salah satu andalan objek wisata di Pulau Weh dalam sorotan foto-foto berikut ini.


Photo AlbumTsunami (6 photos)May 3, '08 3:26 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Taman Edukasi Tsunami di Aceh

GeLombang tsunami yang terjadi pukul 7.30 pagi, 26 Desember 2004 menelan ribuan korban di Provinsi Aceh. Untuk memberi pemahaman yang lengkap tentang bencana itu, Pemprov Aceh bekerja sama dengan PT BMW Indonesia dan Yayasan Mitra Mandiri membuat Taman Edukasi Tsunami seluas 4.500 meter persegi yang dilengkapi simulator tsunami, fasilitas rekreasi, taman bermain dan teater terbuka bagi pengunjung. Taman tersebut untuk mengingatkan bahwa di tempat itu pernah terjadi bencana tsunami yang dahsyat. Wartawan "SP" Luther Ulag menyajikan dalam esai foto berikut ini.


Blog EntryEungkoet Bileih PayeihApr 6, '08 2:45 PM
for everyone





















.
Pepes Teri
.
Bahan:
  • 250 gram ikan teri segar, buang kepala, cuci bersih
  • 4 butir bawang merah, iris halus
  • 2 buah cabai merah, buang biji, iris serong
  • 1 batang daun bawang, iris tipis
  • 1 batang daun salam koja
  • 1 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh gula pasir
  • 2 tangkai daun kemangi, iris kasar
  • daun pisang untuk membungkus
Bumbu halus:
  • 4 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 2 cm jahe
  • 1 sendok teh ketumbar
  • 1 buah cabai merah
  • 1/4 sendok teh merica
  • 2 cm kunyit
Cara membuat:
  1. Lumuri ikan teri dengan 1/2 sendok teh air jeruk nipis.
  2. Aduk rata bahan dan bumbu halus.
  3. Ambil daun pisang. Beri adonan.
  4. Bungkus seperti pepes. Semat dengan lidi.
  5. Kukus 30 menit sampai matang.
untuk 5 buah

© Media Boga Utama

Blog EntryAyam kukus khas dari AcehFeb 16, '08 9:25 PM
for everyone





















.
Ayam Tim Bunga Pekak
.
Bahan:
  • 1 ekor ayam, potong 12 bgn
  • 1 sdt garam
  • 1 sdm kecap asin
  • minyak untuk menggoreng
  • 2 cm jahe, memarkan
  • 3 siung bawang putih, iris halus
  • 1 bh bawang bombai, iris tipis
  • 2 sdm kecap manis
  • 2 sdm taoco
  • 1 bunga pekak
  • 3 bh cabai merah, iris halus
  • 2 btg daun bawang, potong-potong
  • ¼ sdt gula pasir
  • ½ sdt garam
  • 1 bh jeruk nipis, ambil airnya
  • 1 sdt bumbu ngohyong
  • 2 sdm tepung kanji ditambah 50 ml air
Cara Membuat:
  1. Lumuri ayam dengan garam dan kecap asin. Diamkan 15 menit.
  2. Goreng ayam setengah matang lalu masukkan ke pinggan tahan panas.
  3. Tumis jahe, bawang putih, bawang bombai sampai harum.
  4. Masukkan kecap, taoco, pekak, cabai, daun bawang, gula, garam dan air jeruk nipis, aduk rata.
  5. Tambahkan bumbu ngohyong lalu kentalkan dengan larutan maizena.
  6. Aduk hingga meletup-letup.
  7. Tuang tumisan bumbu ke atas ayam lalu kukus selama 25 menit.
Untuk 6 orang.

foto: Faduli Barbathully
© TabloidNova

Blog EntryHidangan menyegarkanFeb 5, '08 10:15 AM
for everyone





















.
Rujak Aceh
.
Bahan:
  • 2 bh mangga kweni, serut kasar
  • 1 bh nanas, serut
  • 5 bh jambu air merah, serut kasar
  • 1/2 bh jeruk bali, ambil daging buahnya
  • 200 gr gula pasir
  • 1500 ml air matang
  • 1 sdm garam
  • 2 sdt cuka/ 5 sdm air jeruk nipis
Haluskan:
  • 3 bh cabai merah
  • 5 bh cabai rawit
Cara membuat:
  1. Campur dan aduk rata mangga kweni, nanas, jambu air, jeruk bali.
  2. Tambahkan gula pasir, air matang, garam, dan cuka/air jeruk nipis.
  3. Aduk semua bahan sampai rata, cicipi asin dan manisnya.
  4. Sesuaikan dengan selera Anda.
  5. Bila suka hidangkan dengan es batu.
Untuk 4-6 orang

foto: Daniel Supriyono
© TabloidNova

Blog EntryKhas dari AcehJan 17, '08 8:05 PM
for everyone





















.
Dalca
.
Bahan:
  • 500 gr daging kambing
  • 100 gr wortel, potong-potong
  • 150 gr nangka muda, potong-potong
  • 100 gr labu siam, potong-potong
  • 200 gr kentang, potong-potong
  • 100 gr daging mangga muda, potong korek api besar
  • 10 lonjor kacang panjang, potong 3 cm
  • 2 bh tomat, potong-potong
  • 750 ml santan dari 1 btr kelapa
  • ½ bh bawang bombai, potong-potong
  • 3 cm jahe, memarkan
  • 2 btg serai, memarkan
  • 2 lbr daun pandan
  • 4 sdm minyak untuk menumis
  • 4 bh cabai hijau, belah 2 memanjang
  • 1 ½ sdm garam
Cara membuat:
  1. Rebus daging kambing hingga lunak, sisihkan.
  2. Tumis bawang bombai, jahe, serai dan tomat hingga harum.
  3. Masukkan daun pandan dan daging kambing, aduk rata.
  4. Tuang santan, masak sambil diaduk hingga mendidih.
  5. Masukkan wortel, nangka dan kentang, rebus hingga matang.
  6. Tambahkan labu siam, kacang panjang dan mangga, masak sampai lunak.
  7. Tambahkan garam dan cabai hijau.
  8. Rebus hingga kuah mengental dan bumbu meresap.
Untuk 6 orang

foto: Faduli Barbathully
© TabloidNova

Photo AlbumKilometer Nol (7 photos)Dec 30, '07 11:46 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Monumen Kilometer Nol

Desa Iboih Ujong Baru yang terletak 29 kilometer sebelah barat kota Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, merupakan ujung barat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di desa inilah terdapat Monumen Kilometer Nol, untuk menghitung panjang bentang wilayah NKRI dari Sabang hingga Merauke.

Monumen ini berada di atas tebing setinggi 22,5 meter berhadapan dengan Samudera Hindia. Wisatawan dapat menjangkau tempat ini dari kota Sabang dengan mobil selama sekitar satu jam. Wartawan "SP" Ruht Semiono yang mengunjungi monumen itu belum lama ini menyajikannya dalam bidikan foto berikut.


Photo AlbumRumah Instan (4 photos)Dec 6, '07 11:16 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Rumah Sederhana untuk Aceh

Gempa bumi dan tsunami yang melanda NAD dan Sumut 26 Desember 2004, mengakibatkan banyak masyarakat di daerah tersebut yang kehilangan rumah tinggal. Diperkirakan daerah tersebut membutuhkan 500.000 unit rumah. Tentu saja pembangunan rumah tersebut harus segera dilaksanakan. Organisasi Imigrasi International (IOM - International Organization for Migration) tertarik rumah instan sehat dan sederhana (Risha) hasil penelitian dari Puskim (Pusat Penelitian Permukiman) Depkimpraswil yang kemudian bersama PT Katama Surya Bumi memproduksi rumah ini di Cibitung Bekasi. Dari Februari sampai Juni 2005, IOM memesan 1.000 unit Risha untuk daerah tersebut. Berikut ini bidikan foto fabrikasi Risha.

Wartawan "Pembaruan" Luther Ulag

Blog EntryKhas tradisional AcehNov 7, '07 4:08 AM
for everyone





















.
Kalio Kikil
.
Bahan:
  • 1 kg kikil sapi
  • 500 gr batang talas
  • 750 ml santan
  • bawang goreng
  • 2 lbr daun jeruk
  • 1 lbr daun kunyit
  • 1 bh asam kandis
  • 2 btg serai, memarkan
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt gula merah
Haluskan:
  • 5 bh bawang merah
  • 5 bh cabai merah
  • 2 ruas jahe
  • 2 ruas kunyit
Cara membuat:
  1. Rebus kikil sampai empuk, potong-potong, sisihkan.
  2. Bersihkan batang talas, ambil bagian dalamnya.
  3. Potong bulat, remas-remas dengan sedikit garam.
  4. Diamkan selama 15 menit. Cuci bersih, tiriskan.
  5. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk, daun kunyit, asam kandis, serai, dan lengkuas sampai harum.
  6. Tambahkan garam dan gula merah, aduk rata.
  7. Masukkan kikil dan batang talas.
  8. Aduk rata sampai bumbu meresap, tuang santan.
  9. Masak sampai matang dan mendidih, angkat.
Untuk 8 orang

foto: Agus Dwianto
© TabloidNova

Blog EntryKhas tradisional dari AcehAug 9, '07 12:13 PM
for everyone





















.
Ikan Tongkol Asam Sunti

Bahan:
  • 500 gr ikan tongkol, potong-potong
  • 1 sdt garam
  • 1sdt air jeruk nipis
  • 300 ml air
  • minyak untuk menggoreng
  • 10 bh bawang merah, iris tipis
  • 1 sdm cabai giling
  • 1 bh asam sunti atau asam kandis
  • 1 sdt garam
  • ¼ sdt gula pasir
Cara membuat:
  1. Lumuri ikan dengan garam dan air jeruk nipis.
  2. Diamkan selama 5 menit.
  3. Didihkan air, rebus ikan sampai berubah warana.
  4. Angkat, lalu tiriskan.
  5. Goreng ikan sampai kekuningan.
  6. Angkat lalu ambil daging ikannya dan sisihkan tulangnya.
  7. Tumis bawang merah, cabai giling, asam kandis atau asam sunti, gula dan garam sampai harum.
  8. Masukkan daging ikan tongkol, aduk sampai bumbu meresap.
  9. Angkat, sajikan.
Untuk 6 orang.

foto: Widi Nugroho
© 2001 TabloidNova

Blog EntryResep Tradisional AcehJul 28, '07 2:07 AM
for everyone





















.
Roti Jala

Bahan:
  • 6 btr telur ayam
  • 250 gr tepung terigu
  • 500 ml santan dari 1 btr kelapa kupas parut
  • 1 sdt garam
Cara membuat:
  1. Kocok telur hingga mengembang.
  2. Masukkan tepung terigu secara bertahap sambil diaduk hingga rata. Saring.
  3. Tuangi santan dan beri garam sambil terus diaduk hingga rata, sisihkan.
  4. Siapkan wajan dadar diameter 15 cm, panaskan.
  5. Tuang adonan dengan menggunakan cetakan roti jala di atas wajan dadar secara berputar hingga membentuk jala.
  6. Masak hingga matang, angkat dan sisihkan. Lipat bentuk kipas.
  7. Lakukan hingga adonan habis.
Untuk 25 buah

foto: Faduli Barbathully
© 2001 TabloidNova

Blog EntryJajanan tradisional AcehJul 27, '07 9:12 PM
for everyone




















.
Timpan

Bahan:
  • 7 bh pisang raja yang tua
  • 5 sdm gula pasir
  • 300 gr tepung ketan
  • 100 ml santan dari 1/2 btr kelapa
  • daun pisang untuk membungkus
Isi:
  • 1/2 btr kelapa setengah tua, kupas dan parut panjang
  • 2 lbr daun pandan, robek-robek
  • 100 gr gula merah, iris halus
  • 1/4 sdt garam
  • 75 ml air
Cara membuat:
  1. Haluskan pisang dengan garpu, masukkan gula pasir, aduk rata.
  2. Tambahkan tepung ketan, aduk sambil dituangi santan hingga tercampur rata.
  3. Isi: campur semua bahan isi, masak hingga agak mengering.
  4. Ambil selembar daun pisang, taruh 1-2 sdm adonan pisang dan pipihkan.
  5. Taruh sedikit adonan isi di atasnya lalu bungkus bentuk lontong.
  6. Semat kedua ujungnya dengan lidi. Kukus sampai masak.
Untuk 25 buah

foto: Faduli Barbathully
© 2001 TabloidNova

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.