ReviewReviewReviewPuding Dingin LembutJul 22, '08 3:29 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Cooking, Food & Wine
Author:Linda Carolina Brotodjojo
Harga: Rp 25.000,-
Ukuran: 15 x 18.5 cm
Tebal: 40 halaman
Terbit: Juli 2008
Soft Cover

Saat orang mendengar kata puding, mereka dengan cepat berpikir tentang makanan penutup yang segar, dingin, memiliki tekstur lembut, terbuat dari agar-agar (bubuk rumput laut), dan berbahan dasar susu. Tetapi kini puding dapat dibuat dari bahan dasaryang sangat beragam. Kunci sukses untuk membuat puding yang lezat adalah kebebasan untuk menyesuaikan isipuding sesuai dengan cita rasa kita. Kita harus mengerti metode dasarnya seperti bahan (agar-agar, whipped cream, dan lainnya) dan juga harus mengetahui cara mengolah agar tekstur lembut tetap terjaga. Dalam buku ini kami menyajikan beberapa variasi puding dingin sederhana, yang dapat disajikan setiap hari di rumah untuk keluarga dan juga untuk acara-acara khusus. Tak lupa, kami juga memberikan resep vla atau saus puding.

ISBN: 978-979-22-3866-2; 21008169
Kategori: Puding, Dessert dan Minuman

Tentang Penulis: Linda Carolina Brotodjojo
Memasak bukan hal baru bagi penyusun. Hobi memasak dimulai dengan kegemarannya sejak kecil mencoba-coba memodifikasi resep peninggalan Oma dan juga buku-buku masakan pemberian kedua orangtuanya. Kegemaran ini kemudian tumbuh menjadi kecintaan yang bahkan mendorongnya menyisihkan uang saku saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar untuk membeli perlengkapan memasak makanan-makanan favoritnya dan keluarga. Hal ini terus berlangsung hingga ia beranjak dewasa.

Setelah lulus perguruan tinggi pada tahun 1997, ia memutuskan untuk bekerja di sebuah perusahaan multinasional di bagian Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga tidak cukup lagi waktu tersedia untuk hobinya ini. Keterbatasan ini pun akhirnya mendorong daya kreasinya untuk membuat masakan yang mudah, cepat, dan sehat tanpa mengurangi kelezatannya. Hal ini sangat bermanfaat di kemudian hari terutama saat ia memutuskan menikah dengan pria yang datang dari sebuah keluarga besar penikmat makanan.

Buku ini dibuat untuk membagi pengalamannya dalam menyiapkan setiap hidangan untuk keluarga, terutama bagi para ibu muda yang sibuk.


ReviewReviewReviewReviewReviewKembang Durian, Renyah dan GurihJul 20, '08 2:51 PM
for everyone
Category:Other
Renyah & Gurih

Bunga dijadikan hiasan rumah itu sih biasa. Tapi kalau bunga dijadikan sayur? Hmm... seperti apa ya rasanya?

Kalau melihat buahnya pastilah semua orang kenal dengan bunga yang satu ini. Melihat bunganya pasti Anda tidak akan menyangka jika bunga dari buah yang tajam baunya ini dapat dijadikan santapan yang lezat!

Musim kemarau tiba, bunga-bunga durian mulai bermunculan. Pasti sebentar lagi akan tumbuh bakal buah yang menjadikannya buah durian yang lezat dan siap untuk dipanen.

Tapi apakah Anda tahu, bahwa bunga durian pun bisa menjadi hidangan yang lezat ditemani nasi pulen yang hangat. Buah dengan nama latin Durio Zibethinus ini tidak hanya enak buahnya tapi juga lezat bunganya.

Saya jadi teringat waktu kecil, dulu saat musim durian bunga-bunga durian banyak sekali yang berguguran. Saya sangat rajin mengumpulkan bunga durian yang telah berguguran itu. Karena nenek saya sering membuat sayur bunga durian.

Bunga yang telah dikumpulkan tadi dipilih yang masih segar atau yang baru saja jatuh dari pohonnya. Sehingga kondisi bunganya pun masih bagus. Bentuk bunganya agak sedikit bulat dan warnanya kuning pucat baunya pun sangat harum. Sebelum dimasak, putik bunganya harus dihilangkan dulu agar rasa sayurnya tidak pahit.

Setelah dipilih dan dicuci bersih, siapkan bumbu untuk menumisnya. Seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, daun salam, dll. Bunga durian ini dimasak jangan terlalu lama sehingga masih terasa renyah saat dimakan kres...kres.

Rasanya tentu saja lezat, hampir mirip dengan daging ayam yang disuir-suir tapi lebih renyah. Hmm... Anda siap untuk mulai mencari bunga durian?

(dev/Odi) Eka Septia
© 2008 detikcom


ReviewReviewReviewReviewNasi Khas Warung CiragilJul 19, '08 8:42 PM
for everyone
Category:Other
Ayam Ciragil

Warung yang satu ini memang bukan warung biasa. Ada ketoprak, nasi khas Ciragil, dan tahu telor yang membuatnya makin istimewa. Cobain yuk!

Di dekat rumah baru saja dibuka Warung Ciragil, sejenis warung makan yang menjual berbagai macam makanan khas Indonesia. Ternyata pemilik Warung Ciragil sama dengan Gado-Gado Boplo yang terkenal itu.

Harga yang ditawarkan tidak jauh berbeda dan kebetulan saat saya makan disana untuk pertama kali sedang dalam masa promosi, jadi dapat diskon 20%. Tentu saja hal ini membuat saya dan keluarga makin bersemangat untuk makan disana. Pelayanan cukup baik walaupun terkadang sedikit lama.

Menu makanan yang ditawarkan cukup bervariasi. Yang patut dicoba adalah nasi khas warung ciragil. Rasanya memang sedikit unik dengan berbagai bumbu khas Indonesia. Namun memang patut diacungi jempol dengan segala keunikan rasa. Benar-benar nikmat dan harga yang ditawarkan pun cukup sebanding.

Selain nasi khas warung ciragil ada pula tahu telor yang merupakan makanan khas Indonesia. Namun rasa yang ditawarkan kembali enak, walaupun dapat dikatakan bahwa menu ini sudah umum. Tapi saya suka dengan rasa yang ditawarkan.

Oh ya selain itu, saya dan keluarga juga mencoba gado-gado, sop buntut, soto ayam, soto daging dan nasi rames. Dapat saya katakan bahwa setiap makanan tersebut memiliki rasa ciri khasnya masing-masing yang membuat kami ingin balik lagi untuk menikmati nya.

Warung ciragil pun didesain sangat unik dengan sentuhan minimalis namun juga tradisional. Tempat yang nyaman juga membuat kami betah berlama-lama disana untuk sekedar berbincang-bincang sambil menikmati makanan yang sudah terhidang ataupun setelah itu.

Oya, warung ciragil juga memberikan fasilitas wi-fi untuk setiap tamu yang makan disana loh. Dapat dikatakan bahwa Warung Ciragil memang di desain untuk membuat setiap tamunya merasa nyaman setiap kali berkunjung.

Masalah harga pun bukan menjadi yang utama karena dapat dikatakan bahwa Warung Ciragil hadir dengan harga yang cukup masuk akal. Pernah kami makan disana untuk makan berenam dan membayar sekitar Rp 120.000,00. Porsinya pun juga mengenyangkan. Nah, bagi para pencinta makanan boleh juga cobain makanan disini!

Penulis: Steffy
Email: Ste_Graf[at]hotmail.com
Alamat: Komp GG Blok I-1/33, Jakarta

(dev/Odi)
© 2008 detikcom


ReviewReviewReviewReviewTips Sukses Membuat Adonan KueJul 18, '08 7:10 PM
for everyone
Category:Other
Adonan Kue

Tepung
Selalu gunakan tepung yang sudah disaring untuk membuat segala bentuk/macam adonan kue.

Baskom
Agar baskom tempat adonan tidak bergerak-gerak ketika Anda sedang mengaduk-aduk adonan, sebaiknya taruh lap atau serbet yang basah di bawah baskom tersebut.

Mixer
Jika semua bahan yang jenisnya kering telah ditaruh di baskom dan harus diaduk, untuk memudahkan kerja Anda, sebaiknya gunakan mixer.

Suhu normal
Sebelum mengaduk adonan menjadi satu, cara yang terbaik adalah lebih dulu mengeluarkan telur, mentega, dan susu dari lemari pendingin. Diamkan beberapa saat agar suhu menjadi normal. Baru kemudian diolah menjadi adonan.

Alat tuang
Saat mengaduk adonan untuk pancake, muffin, atau cup cake, jika memungkinkan, masukkan adonan tadi ke dalam tempat air atau ceret yang besar. Ini akan memudahkan Anda ketika harus menuang adonan ke cetakan muffin atau pancake. Jadi, Anda cukup menuangnya ke cetakan yang sudah panas seperti Anda tengah menuang air ke cangkir.

Telur segar
Selalu periksa semua telur yang digunakan. Apakah masih dalam keadaan baik dan segar. Lakukan ini ketika Anda harus memisahkan antara kuning dan putih telur.

© Tabloid Nova


ReviewReviewReviewReviewManis, Hangat SekotengJul 17, '08 10:13 PM
for everyone
Category:Other
Sekoteng

Minuman yang satu ini selain enak, juga dapat menjaga stamina tubuh agar selalu terjaga. Siapa sangka kalau minuman yang hanya dijual saat malam hari ini begitu banyak penggemarnya. Mulai dari yang tua sampai yang muda.

Ting..ting..ting! Penjual sekoteng mengetukkan sendok ke mangkuknya untuk memanggil para pembeli. Kontan saja saya langsung menghambur keluar untuk menyambutunya. Sudah lama sekali tidak merasakan kehangatan yang dihasilkan oleh sekoteng ini.

Umumnya sekoteng ini dijual dimalam hari, dan disajikan untuk menghangatkan badan dari cuaca malam yang dingin menusuk. Bahan utama membuat sekoteng adalah air rebusan jahe dan sereh. Atau lebih dikenal dengan wedang jahe. Tak lupa tambahan isi yang komplet, seperti kacang tanah yang telah disangrai, roti tawar yang dipotong dadu, kacang hijau rebus, dan terakhir mutiara merah.

Susu kental manis dijadikan sentuhan terakhir sehingga menambah kenikmatan tersendiri. Tapi bagi Anda yang menyukai rasa original tanpa embel-embel manis susu, Anda dapat menikmatinya dengan memesan wedang jahe dengan isi.

Siapapun yang mencoba pasti tidak akan tahan dengan godaan rasa yang diberikan. Harga yang ditawarkan pun cukup murah hanya dengan Rp 3000,00 semangkuk sekoteng hangat dapat Anda nikmati.

(eka/Odi) Eka Septia
© 2008 detikcom


ReviewReviewReviewReviewReviewLengkap dan EnakJul 16, '08 4:19 PM
for everyone
Category:Other
Bekal Sekolah

Bekal yang Anda siapkan ternyata tak disentuh si kecil, dibawa pulang dalam keadaan utuh. Apa yang bisa Anda lakukan agar bekal yang Anda siapkan selalu menarik minat si kecil? Variasi apa yang perlu dilakukan agar rasanya tak membosankan? Agar tidak salah menyiapkan bekal, ada baiknya simak info berikut ini!

Variasi Menu: Si kecil seperti juga Anda, mudah bosan dengan rasa makanan yang itu-itu saja. Agar bisa memenuhi selera si kecil, cobalah membuat variasi menu yang lebih banyak. Misalnya, dalam seminggu, nasi bisa Anda tampilkan dalam bentuk nasi kukus, kroket nasi, atau nasi goreng dengan isi dan tampilan yang agak berbeda.

Mi dalam berbagai bentuk seperti pizza mi, omelet mi, kroket mi atau mi goreng dengan rasa berbeda bisa jadi alternatif. Pasta dengan beragam jenis dan saus, pancake, sandwich, burger atau hot dog juga bisa jadi pilihan. Usahakan untuk menyusun menu dengan sajian utama berupa sumber karbohidrat yang bisa diolah langsung dengan berbagai bahan atau disajikan terpisah.

Jangan lupa selalu tambahkan sayuran dan buah segar sebagai pelengkapnya, agar si kecil mendapat cukup nutrisi dari bekal yang Anda siapkan. Jika ingin praktis, pilihlah menu yang bisa Anda siapkan juga untuk bekal ke kantor sang ayah juga.

Persiapan: Menyiapkan bekal di pagi hari, dalam waktu terbatas merupakan kesulitan utama. Karena itu sebaiknya susun menu selama seminggu. Usahakan untuk menyiapkan lauk atau nasi komplet pada sore atau malam hari sehingga pada pagi hari tinggal menghangatkan saja.

Gunakan rice cooker atau oven microwave untuk mempersingkat waktu memasak. Jenis isian burger atau sandwich juga bisa disiapkan malam sebelumnya. Jika bisa buat burger atau lauk sekaligus dan simpan dalam freezer, saat diperlukan Anda tinggal mematangkan saja. Selain persiapan menu, siapkan juga wadah bekal yang bersih dengan warna-warna menarik.

Jika ada, usahakan ada 2-3 wadah berbeda yan dipakai bergantian agar si kecil selalu menemukan tampilan berbeda pada kemasan bekalnya. Jika memungkinkan, ajak si kecil memilih dan menentukan jenis bekal yang diinginkannya selama seminggu. Si kecil pasti lebih bersemangat!

Tampilan: Bentuk dan tampilan makanan bekal yang itu-itu saja tentu akan sangat membosankan. Karena itu buatlah sedikit kreasi dengan dekorasi. Misalnya nasi yang ditata dengan bentuk seperti badut, atau burger dengan bentuk seperti muka tersenyum, atau bentuk ikan. Dengan cara ini si kecil selalu tertarik untuk mencicipi bekalnya. Warna dan bentuk wadah yang berganti juga bisa memancing nafsu makan si kecil.

Pelengkap: Untuk melengkapi bekal di kecil, bisa Anda masukkan puding buah, potongan buah segar, tumis atau setup sayuran. Potong-potong dalam ukuran kecil sehingga mudah untuk dimakan. Saus tomat, keap manis, kerupuk atau pangsit juga bisa Anda tambahkan sebagai pelengkap.

Untuk minuman juga bisa Anda siapkan jus buah, jus kacang hijau atau teh. Hindari memberi cokelat, permen atau minuman bersoda yang manis sebagai pelengkap bekalnya. Karena rasa manis akan membuat si kecil kenyang dan tidak tertarik untuk menyantap bekalnya.

(dev/Odi) Odilia Winneke
© 2008 detikcom


ReviewReviewReviewReview1010 Resep Asli Masakan IndonesiaJul 16, '08 3:39 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Cooking, Food & Wine
Author:Tim Tujuh Sembilan Tujuh
Harga: Rp 128.000,-
Ukuran: 15 x 23 cm
Tebal: 590 halaman
Terbit: Juli 2008
Hard Cover

Pola kuliner saat ini mulai berubah. Makanan tradi- sional mulai diminati kembali dan menjadi makanan favorit. Masyarakat beralih dari hidangan cepat saji ke hidangan tradisional. Aneka makanan tradisional pun mulai banyak dijual di berbagai pusat jajan, dan restoran.

Buku ini menghadirkan 1010 resep asli masakan dari hampir seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari hidangan nasi, sop dan soto, serta kue-kue populer yang sering dicari para penikmat kuliner di restoran dan toko kue khas Indonesia hingga resep hidangan yang mulai langka keberadaannya, yang perlu diper- kenalkan kembali dan dilestarikan agar lebih dikenal masyarakat luas.

Buku ini juga akan menjadi inspirasi bagi Anda dalam memasak, baik untuk disajikan dalam acara khusus, sebagai menu sehari-hari keluarga di rumah, maupun sebagai menu favorit di rumah makan yang Anda kelola. Selain itu, buku ini merupakan buku pegangan untuk penyelenggara/pengelola Program Makanan Tambahan Anak Sekolah Dasar (PMT-AS) di berbagai daerah di Indonesia.

ISBN: 978-979-22-3752-8; 21008133
Kategori: Buku Masakan Indonesia


ReviewReviewReviewReviewReviewMencicipi Lezatnya Sop Tulang 10.000Jul 15, '08 10:11 AM
for everyone
Category:Other
Tulang Bakar

Tempat makan ini merupakan salah satu tempat makan favorit saya dan suami. Selain karena lokasinya ada di jalan yang sering saya lewati setiap hari dari kantor ke rumah, juga karena harganya yang reasonable dan rasa sopnya yang enak.

Letaknya di Outer Ring Road Cengkareng. Bila kita dari arah Mall Puri Indah menuju jalan Daan Mogot, tempat makan ini ada di sebelah kiri, sebelum rel kereta. Di daerah yang disebut Interkota, kita akan menemukan ruko dengan tulisan besar 'Sop Tulang Rp 10.000' berwarna hijau disertai gambar kepala sapi.

Pada awal berdirinya, memang sop tulang disini dijual dengan harga Rp 10.000,00 sesuai dengan namanya, Namun kini karena kenaikan minyak dan bahan-bahan lainnya, harganya juga mengalami kenaikan sehingga lebih mahal sedikit.

Sop tulang yang disediakan ada dua macam, yaitu sop tulang biasa dengan harga Rp 12.500 per porsi atau sop tulang iga saja dengan harga Rp 20.000 per porsi. Perbedaan kedua sop ini adalah pada daging yang digunakan, dimana bila sop iga semua dagingnya diambil dari iga sapi yang tekstur dagingnya lebih lembut.

Kelebihan lainnya adalah dagingnya lebih banyak bila dibandingkan sop tulang biasa. Untuk sop tulang, juga disediakan bila kita ingin memesan 1 1/2  porsi dengan harga Rp 20.000,00.

Sop dengan kuah panas dengan taburan bawang goreng dan perasan jeruk nipis, daging yang empuk dan rasa kuah yang sangat terasa sari dagingnya membuat saya sangat menyukai makanan ini. Apalagi sambal tempe teri yang diberikan sebagai pelengkap dari sop ini, hmm... dijamin membuat kita tambah lahap untuk menikmatinya.

Untuk yang tidak menyukai pedas, tidak perlu kuatir dengan sambal ini, karena sambal ini tidak terlalu pedas. Mungkin campuran yang serasi dari cabai, tempe dan ditambah ikan teri asin justru akan membuat sambal menggugah selera makan kita. Tapi sambal tempe teri yang diberikan secara gratis ini hanya sedikit. Nah, oleh karena itu jika bila suka dengan sambal ini, kita harus merogoh saku untuk membeli sambal tempe teri ini lagi.

Selain sop, disini juga disediakan pilihan menu lainnya seperti sate daging sapi dengan harga Rp 12.000,00 per porsi (6 tusuk), tulang bakar dengan harga Rp 20.000,00, paru goreng Rp 5.000,00 per potong. Bila kita mau porsi lebih sambal tempe teri, bisa dibeli dengan harga Rp 5.000,00 per porsi. Walaupun tempatnya mungkin agak jauh, tapi sop enak sini layak untuk dicoba.

Sop Tulang Rp 10.000
Jl. Outer Ring Road Cengkareng
Ruko Inter Kota No.8 M, Jakarta Barat
Telp: 021-70445968, 021-71115968
Jam buka: 10.00 - 22.00 WIB

penulis:
Nama: Laura
Email: frslaura[at]yahoo.com
Alamat: Bangun Nusa 3 No.3
(dev/Odi)
© 2008 detikcom


ReviewReviewReviewReviewReviewBakso Kepiting? Cobalah ke BalikpapanJul 13, '08 5:08 PM
for everyone
Category:Other
Bakso Kepiting

ANDA penggemar bakso dan mie? Rasanya belum lengkap disebut penggemar bakso dan mie jika belum mencicipi bakso dan mie kepiting. Daging kepiting dijadikan campuran dalam bakso dan mie yang biasa menggunakan daging sapi dan ayam.

Tanpa direncanakan, Tribun Kaltim mencicipi bakso dan mi kepiting di salah satu stand Expo UMKM Borneo 2008 yang digelar menyambut PON XVII di Gedung KNPI, Balikpapan hingga 17 Juli mendatang.

Seperti bakso biasanya dalam satu mangkuk berisi mie kuning, mie putih, empat bakso berukuran sedang dan satu butir bakso yang ukurannya lebih besar. Rasa mie memang seperti biasanya. Taburan daging kepiting yang lembut membuatnya semakin nikmat.

Pentolan, begitu biasanya orang Balikpapan menyebut bakso yang berbentuk bulat itu rasanya cukup enak. Pentolan yang ukurannya sedang memang secara keseluruhan terbuat dari daging sapi. Tapi, tunggu saat membelah pentolan yang ukurannya paling besar. Di bagian tengahnya ada campuran daging kepiting yang halus. Rasanya makin nikmat. Tidak ada rasa amis yang mengikutinya.

Jangan lupa cicipi pula, mie kepiting. Jika biasanya mie ayam dengan menggunakan daging ayam, maka kini diganti dengan daging kepiting. Rasanya juga nikmat. Tak ketinggalan ada juga beberapat pentolan bakso dalam satu mangkuk mie kepiting. Pentolan yang paling besar juga dicampur dengan daging kepiting.

Sebagai pelengkap bersantap, Peno, pemilik warung bakso dan mie kepiting ini menyediakan aneka es dengan nama yang unik. Mulai dari es sejuta rindu, es patah hati, dan es tebar pesona. Nama-nama ini bukan dibuat begitu saja.

Tapi, namanya disesuaikan dengan perasaan yang ada. Misalnya es patah hati, ada citarasa kecut. Atau penampilan si tukang tebar pesona yang diterjemahkan dalam es tebar pesona dengan aroma duriannya yang menarik. Jadi, jangan lupa kunjungi Expo UMKM Borneo 2008 yang hanya tinggal beberapa hari lagi. Selamat mencoba.

(amalia husnul)
Tribun Kaltim/Fachmi Rahman
© 2008 Kompas


ReviewReviewReviewReviewReviewRatusan Layang-layang Warnai Langit BaliJul 11, '08 3:17 PM
for everyone
Category:Other
Layang-layang

Ratusan layang-layang dalam beberapa jenis dan ukuran dari sejumlah negara mengudara dalam kegiatan "Bali Kite Festival (BKF)" ke-30 tahun 2008 di Lapangan Pantai Padanggalak, Denpasar yang berlangsung pada 11-13 Juli 2008.
    
Layang-layang sebanyak itu, sebagian besar berasal dari peserta lokal Bali yang mencapai sekitar 739 buah, sisanya dari daerah lain dan beberapa negara di dunia.
   
Ketua BKF, I Gusti Putu Rai Adnyana, di Denpasar, Jumat mengatakan, sebanyak 11 negara ambil bagian untuk eksibisi dalam kegiatan tersebut. Mereka itu antara lain pencinta layang-layang asal Australia, Rusia, Taiwan, Selandia Baru, Pilipina, Malaysia, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, India, dan China.
   
"Peserta dari luar negeri itu akan tampil di nomor layang-layang kreasi, sementara layang-layang tradisional ditampilkan peserta dari dalam negeri," ucapnya.
   
Untuk layang-layang tradisional, ditetapkan tiga jenis yang disertakan dalam festival yakni janggan, pecukan, dan bebean. Sementara layang kreasi, bentuk dan modelnya diserahkan sepenuhnya kepada para peserta.
   
Ditanya menurunnya peserta lokal dalam lomba kali ini, Adnyana mengatakan, bahwa bulan ini masyarakat Bali disibukan dengan kegiatan politik dan adat. "Dua hari lalu warga disibukkan dengan kegiatan pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Dalam pekan ini juga ada berbagai kegiatan upacara adat seperti upacara Pitra Yadnya," katanya.
   
Oleh karena itu "sekaa" (perkumpulan) yang dulunya bisa mengikutsertakan layang-layangnya hingga tiga buah, karena kesibukan, mereka hanya mengirim satu buah.

Sumber: Ant
© 2008 Kompas


ReviewReviewReviewDonut PeachJul 8, '08 12:13 PM
for everyone
Category:Other
Donut Peach

Aromanya harum dengan daging buah berwarna kekuningan cantik. Rasanya yang manis legit membuat semua orang menyukai buah yang satu ini. Tak heran jika buah yang satu ini menjadi favorit kaum bangsawan di Cina sejak dulu.

Prunus Persica, adalah nama latin dari buah cantik ini. Diambil dari nama Persia meskipun sebenarnya buah ini asli berasal dari Cina. Beberapa masyarakat Inggris pun menyebutnya dengan sebutan Apel Persia. Varian buah peach ini pun bermacam-macam salah satunya adalah Donut Peach . Sepintas buah ini tidak jauh berbeda. tapi jika diperhatikan lebih dekat bentuknya lebih gepeng hampir mirip dengan kue donat hanya tidak ada lubang ditengahnya. Ada juga yang bilang Saturn Peach karena bentuknya yang seperti cincin planet saturnus.

Beberapa orang lebih memilih Donut Peach karena rasanya yang lebih manis dibandingkan dengan jenis peach yang lain dan tentunya dengan kadar keasaman yang lebih rendah. Bentuknya yang kecil dapat langsung dimakan tanpa harus memotongnya dengan pisau dan selain itu pohonnya yang kuat mampu tumbuh dengan baik di beberapa daerah.

Tidak hanya enak dan sehat, Donut Peach pun dapat digunakan untuk membuat pie, dijadikan salad, atau dijadikan salah satu bahan membuat muffin. Karena kandungan vitamin C nya yang tinggi bisa menggantikan buah jeruk bagi Anda yang tidak bisa mengkonsumsi jeruk. Donut Peach ini yang kini banyak ditanam di California dan Washington ini dapat Anda temukan di supermarket yang menjual makanan organik seperti Bali Deli.

(eka/Odi) Eka Septia
© 2008 detikcom


ReviewReviewReviewReviewReviewSi Merah yang Kaya AntioksidanJul 7, '08 11:20 AM
for everyone
Category:Other
Rosella

Kelopak bunga yang runcing merekah dengan warna merah menyala ini sangat memikat mata. Kini, banyak orang menyeduhnya sebagai minuman kesehatan yang kaya manfaat. Si merah ini ternyata sudah lama ada di Indonesia.

Teh biasanya dibuat dari tanaman teh atau Camelia Sinensis tetapi akhir-akhir ini banyak orang menyukai teh Rosella. Teh ini berasal dari kelopak bunga rosella, nama Latinnya Hibiscus Sabdariffa yang dikeringkan. Tak hanya di Indonesia, bunga merah ini juga sudah dikenal dan dikonsumsi di Thailand, Mexico, Arab bahkan sejak zaman Mesir kuno.

Tanaman ini sudah ada sejak dulu di Indonesia, meskipun tanaman ini berasal dari India dan Afrika. Pada zaman dulu orang mengenal rosella dengan nama frambozen. Sering dipakai untuk sirop dengan warna kemerahan yang cantik dan aroma yang agak manis asam. Hampir di seluruh pelosok Indonesia mengenal tanaman ini.

Biasanya bunga rosella yang sudah masak, dipetik, diambil kelopak bunganya dan disisihkan bagian tengah yang keras. Kelopak bunga bisa dikeringkan atau dapat langsung diseduh dengan air panas seperti membuat teh tubruk. Ada juga yang menambahkan sedikit perasan lemon dan madu alam. Bahkan kini, sudah ada yang jauh lebih praktis dijual dalam bentuk teh celup. Teh ini banyak dijual di toko obat herbal, apotik dan pasar swalayan bagian teh dan kopi.

Tak hanya enak untuk diminum, teh rosella ini sangant banyak manfaatnya untuk kesehatan. Yang paling mencolok adalah kandungan antioksidan yang sangat tinggi. Kandungan antioksidan ini bisa meredam radikal bebas yang memicu pertumbuhan sel kanker. Makin gelap atau pekat warna merahnya, makin tinggi kadar antikoksidannya dan rasanya juga makin asam. Selain itu rosella juga bisa meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, mengatasi batuk dan sakit tenggorokan, menormalkan kadar gula dalam darah.

Nah, sudah siap menikmati si merah cantik yang sedikit asam dengan aroma yang unik?

foto: cybermed
(eka/Odi) Eka Septia
© 2008 detikcom


ReviewReviewReviewReviewReviewPidie 2000Jul 5, '08 2:42 PM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Margonda Pondok Cina No. 339, Depok
Mie lezat

Mandi Keringat Menyantap Mie Aceh!

Tempatnya sederhana, namun siapa sangka di warung tenda nan sederhana ini tersimpan kelezatan kuliner tanah rencong. Mie dengan racikan bumbu yang kaya rempah dan bercita rasa pedas benar-benar menggetarkan lidah. Shtttt... bisa-bisa Anda ketagihan dibuatnya!

Ya, ditilik dari namanya 'Pidie 2000 Mie Aceh Centre' sudah dapat ditebak bahwa warung makan ini menyediakan hidangan khas Aceh khususnya mie. Letaknya yang tepat berada di Jl. Margonda, Depok membuat warung makan mie Aceh ini tak sulit dicari. Selain sudah cukup dikenal bukan hanya oleh orang Aceh sebagai pelepas rindu, namun juga oleh warga Depok dan sekitarnya.

Meskipun di sisi kiri dan kanannya terdapat berbagai restoran besar, ternyata Pidie2000 tak kalah pamor. Ketika kami menyibak spanduk yang nyaris menutup rapat warung, hampir semua bangku telah terisi penuh. Namun untunglah masih ada sebuah meja kosong yang dapat kami tempati.

Mie yang asal muasalnya dari Cina, di warung tenda ini diracik dengan bumbu khas Aceh. Karena mi jadi kegemaran banyak orang makan racikan mi yang ini juga bikin kami ingin menjajal rasanya. Dari daftar menu yang sederhana, mie tumis dan mi goreng special menjadi pilihan kami.

Sambil menunggu pesanan sang pelayan menyajikan sepiring kue timpan yang menurut teman saya merupakan jajanan khas Aceh. "Cobain deh enak loh," ujarnya sambil mengambil sebuah. Suapan pertama rasa dominan pisang dan manis gula langsung menyerbu lidah. Hmm... benar juga rasanya enak! Tak lama kami pun sudah asyik mengunyah kue yang mirip dodol dan berbalut daun pisang ini. Kue ini terbuat dari tepung ketan, pisang, dan gula yang dilumatkan.

Tempat kami duduk persis bersebelahan dengan tungku tempat memasak mi, maka dengan leluasa kami mengamati proses pembuatan mie. Satu wajan besi besar berisi bumbu merah kecokelatan berminyak, mirip bumbu rendang yang diaduk oleh sang koki. Gaya mengaduknya mirip orang Betawi mengaduk dodol, pakai gaya ‘mendayung’. Kami tahu untuk membuat bumbu dengan belasan rempah ini pasti diperlukan waktu beberapa jam plus kesabaran dalam mengaduk. Aroma harum bumbupun mulai menusuk-nusuk hidung!

Setelah menunggu antrian akhirnya mie tumis tersaji mengepul. Kuahnya 'nyemek', kental, mirip lo mie dengan warna semburat kemerahan. Disajikan dengan sepiring kecil irisan timun bawang merah, cabe rawit dan emping goreng. Tampilan yang sangat eksotik menggoda untuk segera dicicip. Saat diaduk, aroma wangi rempah langsung menyerbu hidung.

Beraroma kari
Mie kuning besar, jenis mi hokkian merupakan ciri khas mie Aceh ini. Dilengkapi dengan irisan tomat, daun bawang dan iris tipis daging plus tauge. Rasa mienya kenyal lembut, dagingnya juga mulus saat dikunyah dan kuahnya memang istimewa. Beraroma kari yang lembut dan rasa ‘panas’nya langsung menyengat, membuat dahi dan muka saya langsung berlelehan keringat! Wuah..sedap nian!

Untuk mie goreng rupanya aroma rempah jauh lebih terasa kuat. Mie nya terlihat agak basah dan berwarna kecokelatan berlumur rempah. Sungguh menggoda dan nyaris membuat saya menitikkan air liur sebelum mencicipinya. Karena mi goreng ini spesial maka isinya juga komplet, udang, daging, seledri, telur, dan tomat.

Ternyata bumbu mi goreng lebih kuat menonjok lidah kami sehingga keringatpun makin deras berlelehan. Rasa pedas inilah yang justru membuat saya tak berhenti menyuapnya. Tenggorokan justru terasa lega setelah dilumuri racikan bumbu tanah rencong ini.

Meskipun berbagai aneka jus segar seperti jus anggur, pear New Zeland, dan jus timun tersedia namun untuk mengalahkan rasa pedas kami memutuskan untuk memesan segelas es teh manis. Seporsi mie tumis dihargai Rp 14.000,00 dan mie goreng Rp 12.000. Sedangkan untuk aneka jus harganya berkisar dari Rp 5000 - Rp 6000,00. Nah, tak mahal bukan?

Selain tak perlu jauh-jauh datang ke Aceh, untuk merasakan keunikan kuliner Aceh, Anda tak perlu membayar mahal. O ya, selain itu sebagian dari penghasilan warung Pidie 2000 ini akan disisihkan untuk membantu pendidikan anak-anak di Aceh.

'Pidie 2000' Mie Aceh Centre
Jl. Margonda Pondok Cina No. 339, Depok
Telp: 021-78887882 / 77212658

(dev/Odi) Devita Sari
© 2008 detikcom


ReviewReviewReviewReviewMenikmati Kelezatan MakananJul 2, '08 3:40 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Cooking, Food & Wine
Author:Fajar Ayuningsih
Menikmati Kelezatan Makanan Yogyakarta, Semarang, dan Magelang

Harga: Rp 34.000,-
Ukuran: 15 x 21 cm
Tebal: 80 halaman
Terbit: Juli 2008
Soft Cover

BONUS RESEP PILIHAN
Sate Sapi Manis
Kepiting Taoco Ungaran
Kawista Longan Squah
Sate Pisang
Wedang Ronde
Rujak Es Krim
Brongkos Daging
Bakmi Jawa

lngin membuktikan kedahsyatan lumpia Sernarang yang legendaris? Penasaran dengan Pecel Mbok Djoyo yang sudah rnelancong hingga ke New York? Atau sekedar bernostalgia sernbari rnenikrnati sedapnya rnasakan khas Yogyakarta? Jangan khawatir! Buku ini hadir untuk rnenernani Anda menelusuri setiap pojok kenikrnatan rnakanan khas di kota Sernarang, Magelang, dan Yogyakarta.

Buku yang wajib dirniliki oleh pencinta kuliner dan siapa saja yang doyan rnakan enak. Berisi lebih dari 60 tempat rnakan pilihan di sekitar Sernarang, Magelang, dan Yogyakarta.

Sarat inforrnasi seputar kuliner, dilengkapi dengan resep-resep pilihan. Foto-foto yang rnernikat dengan ulasan yang akrab menjadikan buku ini sebagai sahabat andalan Anda saat jalan- jalan sambil rnakan-rnakan.

ISBN: 978-979-22-3857-0; 21008168
Kategori: Tradisional

Tentang Penulis: Fajar Ayuningsih
`Berburu` tempat makan enak dan `menjelajah` resto atau kafe baru adalah kesukaannya. Ditambah lagi dengan pengalamannya selama belasan tahun sebagai food stylist dan food write di beberapa majalah terkenal di Jakarta, semua itu memberinya kesempatan untuk mengenal berbagai seni kuliner tradisional Indonesia dan mancanegara.

Dari sekian banyak tempat makan yang pernah dikunjunginya, resto Nonya termasuk salah satu resto favoritnya. "Citra masakan Nonya sangat akrab dengan lidah melayu saya. Keunikan paduan selera antara seni kuliner Cina dan Malayu, membuat saya ketagihan," begitu kesannya tentang masakan peranakan ini.

Tentang rahasia kepiawaian di dapur penyuka jajan pasar ini punya kiat tersendiri. "Semakin sering seseorang 'terjun' ke dapur, dijamin semakin terampil pula keahlinnya memasak. Soal rasa dan variasi bahan, bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.


ReviewReviewReviewReviewReviewKue Jangkrik Bikin Perempuan 'Jos'Jun 30, '08 12:19 PM
for everyone
Category:Other
Bikin Jos

Jangkrik (gryllus sp) dikenal sebagai pakan satwa piaraan, khususnya burung berkicau. Namun karena kandungan proteinnya yang mencapai 57,32 persen (sesuai penelitian Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto) jangkrik pun layak dikonsumsi manusia.

Lebih jauh, data penelitian menyebutkan jangkrik juga memiliki senyawa kimia seperti asam amino yang dibutuhkan untuk proses pembentukan sel. Selain itu, jangkrik juga mengandung glutation (GSH) dan berfungsi sebagai antioksidan alami pada tubuh manusia.

Atas pertimbangan itu, lima mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas MIPA ITS Surabaya membuat kue kering berbahan jangkrik. Mereka adalah Ria Hayati, Nanin Dwi Retnowati, Putri Yohana Patangga, Nurma Juwita Sandi dan Muhammad Burhan Rosyidi.

Jangkrik sendiri bukan hewan asing bagi kelima mahasiswa itu. Saat perploncoan mahasiswa baru mereka pernah disuruh makan jangkrik. "Kami diajarkan bagaimana bertahan hidup di alam terbuka. Kan sering ada penelitian di hutan atau konservasi alam," tutur Nurma, Sabtu (28/6/2008).

Ide kue kering jangkrik ditulis dalam bentuk proposal dan diajukan untuk Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada September 2007 yang merupakan program Direktorat Penelitikan dan Pengabdian pada Masyarakat di Ditjen Pendidikan Tinggi. Terdapat empat jenis PKM, yaitu Penelitikan, Penerapan Teknologi, Kewirausahaan dan Pengabdian Masyarakat. Kue jangkrik yang masuk PKM Kewirausahaan ini lolos pada Februari 2008 dan mendapat modal Rp 5 juta untuk dikembangkan. Karya ini akan ditampilkan dalam Gelar Produk Mahasiswa di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional di Semarang, 14-18 Juli 2008.

"Kami memproduksi kue kering dan dijajakan di sekitar kampus ITS, tetangga dan teman," kata Nurma. Produk itu dikemas dalam plastik mika ukuran kecil dan diberi nama Gryllus Biscuit. Kata jangkrik sengaja tidak digunakan untuk mengantisipasi kesan pertama pembeli.

Satu pak Gryllus Biscuit dijual Rp 3.000 dan mampu bertahan selama dua bulan. Pada sampul kemasan juga diberi keterangan kandungan gizi yang terdapat dalam kue kering itu berikut komposisi bahannya.

Pemilihan jangkrik bukan asal comot. Ria menjelaskan, jangkrik mengandung 105,49 ppm hormon progesteron dan 259,535 hormon esterogen. Kedua hormon itu diketahui baik untuk membangun vitalitas perempuan. Misalnya, bermanfaat untuk pertumbuhan sekunder serta kesuburan, di samping bisa mengurangi rasa nyeri saat menopause dan membuat siklus menstruasi lancar.

Bahkan jangkrik bisa menghasilkan sumber energi 4,87 kalori per gram, jauh di atas bahan makanan lainnya. "Sebenarnya jangkrik sudah dibuat menjadi obat penghilang nyeri menopause dan lancar haid dalam bentuk kapsul," kata Ria menambahkan.

Nurma dan Ria mempraktikkan pembuatan kue kering jangkrik di rumah kosnya, Jl Hidrodinamika III/6.  Dengan modal Rp 50.000, mereka bisa menghasilkan 1 kg kue kering jangkrik.

Selain jangkrik sebagai bahan dasar, dibutuhkan pula tepung terigu, tepung maizena, telur, gula, margarin, room butter, cokelat bubuk dan keju. Perbandingan jangkrik, tepung terigu dan maizena adalah 1:1:1. Untuk 1 kg jangkrik, dibutuhkan pula 10 butir telur. "Room butter dan margarin ditambahkan separuh dari takaran jangkrik," katanya.

Cara membuatnya, jangkrik dihancurkan hingga lembut, lalu dicampur dengan tepung terigu dan cokelat bubuk. Secara terpisah, dibuat adonan kedua dari telur, room butter, gula dan tepung maizena. Kemudian kedua adonan itu dicampur, digiling, lalu dicetak. Setelah itu dikeringkan dengan oven selama 20 menit. Selamat menikmati. (IDA)

sumber: Kompas   


ReviewReviewReviewReviewReviewBubur Bali Berteman Urap SayuranJun 23, '08 10:39 PM
for everyone
Category:Other
Enak seken ne

Bali memiliki sejumlah menu masakan yang dijamin menggoyang lidah, tetapi bubur bali tidak termasuk dalam jenis makanan yang populer untuk orang dari Pulau Dewata itu.

Salah satu tempat untuk menyantap bubur bali adalah di Warung Tresni di Jalan Drupadi, Denpasar. Warung milik Made Suwarka (35) ini buka dari pukul 08.00 sampai sore. Namun, bila ingin mencicipi buburnya, jangan datang setelah pukul 10.00 pada hari hujan atau datanglah sebelum pukul 12.00 pada hari terang supaya masih kebagian.

Cara memasak bubur yang dijual dengan harga Rp 7.000 sepiring itu sama seperti membuat bubur di mana-mana: beras dimasak dengan banyak air ditambah daun salam untuk membuat wangi bubur.

Keistimewaan bubur bali adalah pada menu penyerta bubur itu, yaitu urap sayuran dan gecok yang terdiri dari suwiran daging ayam dengan kuah betutu yang rasanya pedas menggigit. Suwarka menyediakan buburnya dengan urap sayuran yang ditaburi kacang goreng, usus goreng, serta popcorn. Tidak lupa tentu saja sambal matah khas Bali.

Tentang popcorn, jagung letus buatan Suwarka itu cara pembuatannya sedikit berbeda dibandingkan dengan popcorn yang biasanya dibuat dengan dibubuhi garam atau margarin. Suwarka mengolahnya dengan memberi bawang putih lalu digoreng dengan minyak. ”Kalau ingin hasilnya lebih baik, jagung dijemur terlebih dahulu,” tutur Suwarka.

Gara-gara inovasi Suwarka dengan jagung letus itu, bubur Suwarka menjadi salah satu bubur bali yang populer di Denpasar.

Urap bali
Bubur dari Bali berbeda dengan bubur daerah lain di Indonesia karena teman menyantapnya adalah urap sayuran dan gecok. Sayuran urap terdiri dari daun singkong dan rajangan kasar kacang panjang. Sayuran rebus itu lalu dicampur dengan bumbu-bumbu, kelapa parut dari kelapa yang telah dibakar, bawang goreng, dan cabai yang dirajang kasar.

Teman makan bubur yang lain adalah gecok. Menu ini terdiri dari adukan daging ayam suwir, kaldu ceker ayam, santan matang, serta bumbu kalas. Bumbu kalas terdiri dari, antara lain, kencur, ketumbar, bawang merah, dan bawang putih lalu dicampur dengan parutan kasar kelapa yang dibakar terlebih dulu.

Untuk lebih menarik, cara penyajian bubur pun dibuat sedekat mungkin dengan cara yang aslinya memakai daun pisang. Hanya saja, Suwarka meletakkan daun pisang di atas piring. ”Daun pisang tidak bisa ditinggalkan karena itu menjadi pemanis sajian sekaligus sedap di buburnya sendiri. Kalau saya tak lagi menggunakan, wah langganan bisa protes,” ujar Suwarka.

Bermacam racikan

Seperti lazimnya tawaran makanan di mana-mana, bubur bali pun memiliki racikan berbeda-beda sesuai dengan resep setiap pedagang yang dipengaruhi daerah asalnya. Menurut Suwarka, buburnya memakai racikan Denpasar. Adapun daerah lain bisa saja memakai sayuran yang berbeda atau kuah betutu berbeda pula.

Sebenarnya di pasar-pasar tradisional juga bisa dijumpai bubur bali, hanya saja soal rasa tentu tidak bisa sama. Begitu juga rasa kuah dan jenis sayuran yang disajikan pun berbeda-beda. Dari beberapa orang yang ditemui, mereka menyatakan paling enak adalah bubur Tresni karena ada popcorn-nya.

Menikmati bubur Warung Tresni ini nikmatnya berpasangan dengan kerupuk dan teh manis panas. Teh manis panas di warung ini pun pasti dihiasi dengan irisan jeruk nipis.

Ia sendiri telah berkecimpung lebih dari 10 tahun berawal dari bisnis coba-coba ala kaki lima di pinggiran lapangan Puputan Renon. Belum lama berjualan di lapangan, penikmat bubur buatannya pun semakin bertambah setiap hari. Berbekal porsi sekitar 100 piring bubur seharga Rp 5.000 pun ludes setiap hari.

Karena terkena gusuran petugas ketertiban, Suwarka pun menyewa tempat di Jalan Drupadi. ”Saya pun mulai dari nol lagi. Saya berkeyakinan pembeli setia saya pasti akan mencari. Jadi, yakin saja, kalau enak, pasti dicari terus,” ujar dia mantap.

Selain menawarkan bubur bali, Warung Tresni juga menyediakan nasi campur dan jajan khas Bali. Enak seken ne (enak sekali)!

Ayu Sulistyowati
© 2008 Kompas


ReviewReviewReviewReviewReviewKuliner sehatJun 23, '08 4:38 PM
for everyone
Category:Other
Makanan Alkali
Kunjungan terakhir saya ke Bali minggu lalu menghasilkan satu "penemuan" baru. Jane Chen, seorang teman yang multibakat, memperkenalkan saya kepada makanan alkali (alkaline foods). Gara-gara teman dekatnya menderita kanker parah, Jane jadi mengenal konsep makanan alkali. “Kapan-kapan kalau ke Bali saya masakin makanan alkali,” janjinya.

Jane memenuhi janjinya ketika saya singgah di rumahnya di Canggu yang tampaknya tidak akan pernah selesai dibangun saking besarnya. Karena waktu yang sangat singkat, Jane hanya membuatkan sup sayur dan tumis kembang kol yang memenuhi standar makanan alkali.

Pada dasarnya, sel-sel sehat tubuh kita bersifat alkali (basa). Semakin asam (acidic) sel-sel itu, kita akan menjadi semakin sakit. Tubuh kita menghasilkan asam sebagai hasil sampingan dari metabolisme normal. Karena tubuh tidak memproduksi alkali, maka kebutuhan akan alkali harus dipasok dari luar. Prinsipnya, agar kita sehat, makanan yang kita konsumsi harus terdiri atas 80 persen alkali dan 20 persen asam.

Khususnya bagi penderita kanker pada stadium awal, mengonsumsi makanan alkali secara ketat berpotensi mujarab untuk menyembuhkan mereka. Secara umum diketahui bahwa dalam keadaan normal, tubuh kita bersifat alkali dengan pH 7,4. Dalam keseimbangan ini, proses kimia tubuh berjalan lancar dan semua kotoran yang ditimbulkan oleh proses ini dapat dengan cepat dilenyapkan.

Tetapi, bila kita terlalu banyak makan makanan asam, maka darah dan tubuh kita pun akan menjadi asam. Akibatnya, hati, limpa, jantung, dan ginjal harus bekerja lebih keras untuk membersihkan darah. Inilah yang mengakibatkan tubuh kita menjadi lebih rentan terhadap serangan penyakit. Padahal, selama ini kita terlalu cepat menuding virus sebagai penyebab semua sakit yang kita derita.

Sampah beracun yang tidak dapat dikeluarkan biasanya mengumpul di persendian, menyebabkan rematik dan gout (penyakit karena asam urat). Bisa juga keluar melalui kulit menjadi jerawat, eksim, bisul, dan lain-lain. Lebih serius lagi, kondisi keasaman darah dan tubuh juga menjadi penyebab berbagai penyakit seperti darah tinggi, wasir, jantung, kanker, dan sebagainya. 

Makanan alkali juga identik dengan makanan tanpa daging. Soalnya, daging, ikan, dan telur bersifat asam. Makanan dan minuman yang mengandung asam antara lain teh, kopi, alkohol, sambal, acar, bumbu, cuka, rempah-rempah, padi-padian (khususnya yang diputihkan atau tepung yang dihaluskan), bawang putih, jamu, minyak, lemak, dan makanan yang mengandung banyak gula.

Nasi yang cocok
Makanan alkali yang perlu ditingkatkan jumlahnya dalam diet kita adalah hampir semua sayuran (khususnya yang berdaun hijau), susu, mentega (khususnya ghee dan butter milk), madu, buah, dan sari buah–terutama buah yang mengandung banyak air seperti pepaya, apel, nenas, tomat, dan pisang.

Nasi yang cocok bagi mereka yang menjalani diet alkali adalah nasi merah atau brown rice. Bila tidak tersedia beras merah, bisa dibuat dari beras putih organik yang dimasak dengan kaldu sayur. Kaldu sayur ini dibuat dengan merebus wortel dan seledri dalam waktu lama, sehingga semua sari patinya diserap oleh air rebusan. Penggunaan kaldu sayur mirip demi glace (brown stock yang dibuat dari daging dan tulang sapi) yang banyak dipakai dalam memasak.

Sup sayur yang dibuat Jane sangat mirip gazpacho–sup dingin dari Spanyol. Bahan utamanya adalah bayam, alpokat, paprika, seledri, dicampur dengan kaldu sayur dan sedikit bumbu. Untuk memperkaya teksturnya, Jane memasukkan segenggam kacang almond ke dalam campuran sup. Semuanya kemudian di-blender. Sentuhan akhirnya adalah perasan lemon.

Lho, bukankah lemon itu asam? Ternyata itu adalah salah kaprah. Hanya karena rasanya asam tidak berarti lemon bersifat asam. Kalau kita minum sari lemon, cairan itu akan teroksidasi menjadi air, karbon dioksida, dan berbagai komponen anorganik yang bersifat alkali. Karena itu, lemon adalah salah satu jenis jeruk (citrus) yang bersifat alkali. Demikian pula halnya dengan berbagai jenis buah yang sekalipun rasanya asam–seperti nenas, jeruk, dan anggur–tetapi bersifat alkali.

Tumis kembang kol buatan Jane lebih mirip masakan India dari segi aroma, penampilan, dan cita rasa. Kembang kol dicincang halus, dan ini rupanya merupakan “siasat” agar menyerap sebanyak mungkin cita rasa bumbu yang sesungguhnya minimalis. Untuk menciptakan tekstur yang kontras, cincangan kembang kol ini dicampur dengan cincangan kacang almond. Dibumbui dengan sedikit bawang putih, red onion, kunyit, dan bumbu kari, tumisan cepat ini diselesaikan dengan guyuran sedikit kaldu sayur untuk membuatnya sedikit nyemek.

Saya sungguh menikmati suguhan Jane Chen sore itu di rumahnya. Masakannya sekaligus membuktikan bahwa makanan sehat tidak harus mengorbankan kecerdasan lidah kita. Secara tekstur, aroma, maupun cita rasa, makanan alkali tetap merupakan produk kuliner yang perlu diacungi jempol.

Di Bali, sekarang banyak dijumpai restoran maupun bakery yang menyajikan makanan sehat – baik makanan alkali, makrobiotik, vegetarian, organik, maupun health foods lainnya. Zula, misalnya, sebuah rumah makan di Jalan Dhyanapura yang menyajikan masakan makrobiotik.

Makrobiotik adalah sebuah metodologi diet yang populer di Jepang pada tahun 1980-an. Makro berarti besar atau panjang, dan bio berarti hidup. Artinya, dengan menjalani metodologi ini orang diharapkan akan hidup lebih panjang usia. Pada dasarnya, konsep ini mengajarkan orang untuk makan biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayur-mayur. Makanan-makanan yang diproses harus dihindari, dan semua makanan harus dikunyah sampai lembut sebelum ditelan.

Secara garis besar, makrobiotik hampir mirip dengan prinsip makanan alkali, khususnya dalam hal pantangan daging serta pilihan terhadap bahan pangan organik.  Tetapi, makrobiotik malah lebih ketat lagi karena berpegang pada prinsip keseimbangan energi yin dan yang. Makanan menimbulkan energi bagi kita. Tetapi, energi itu harus imbang yin-yang-nya, dan keseimbangan itu hanya dapat dicapai dengan pilihan menu yang tepat. Beberapa jenis makanan yang dianjurkan di makanan alkali–seperti alpokat, bit, bayam– dilarang dalam konsep makrobiotik karena dianggap terlalu condong ke yin. Makrobiotik juga merupakan metodologi diet yang dianjurkan untuk penderita kanker.

Sehat lahir batin
Daftar menu di “Zula” yang saya amati selalu menampilkan rumput laut di dalam setiap paket kombo yang ditawarkan. Ini menunjukkan bahwa rumput laut memang merupakan elemen penting sebagai pelengkap menu sehat. “Zula” juga menyajikan teh yang tidak bersifat acidic. Teh yang saya minum rasanya sangat mirip dengan seduan dari beras merah yang disangrai hingga agak gosong.

Apa arti semua pengetahuan baru itu bagi saya? Selama ini saya selalu menekankan pentingnya prinsip “ketahuilah apa yang kau makan” (know what you eat) bagi semua orang yang gemar makan-makan. Ilmu-ilmu baru itu melengkapi pemahaman saya tentang makanan. Sayangnya, profesi yang sedang saya jalani belum memberi kesempatan untuk secara penuh melakukan prinsip-prinsip makrobiotik maupun makanan alkali. Kedua metodologi itu jelas merupakan pilihan masuk akal yang pasti akan saya jalani secara sukarela dalam waktu dekat.

Siapa sih yang tidak ingin hidup sehat lahir dan batin?

Penulis adalah seorang pengelana yang telah mengunjungi berbagai tempat dan mencicipi  makanan-makanan khas, dan akan masih terus melanjutkan pengembaraannya. 
(Email: bondanw@gmail.com)

© 2008 Kompas


ReviewReviewReviewSajian Favorit Untuk BerduaJun 22, '08 5:14 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Cooking, Food & Wine
Author:Linda Carolina Brotodjojo
Harga: Rp 20.000,-
Ukuran: 15 x 18.5 cm
Tebal: 40 halaman
Terbit: Juni 2008
Soft Cover

Banyak hal spesial yang bisa di-lakukan oleh pasangan muda pada akhir minggu, salah satunya adalah makan bersama di rumah dan mempersiapkan menu istimewa bersama pasangan. Para ibu muda dan pasangannya, tidak perlu khawatir, semua resep dalam buku ini disajikan dengan sangat sederhana. Beberapa resep menu istimewa untuk berdua ini juga dapat Anda praktikkan pada sisa waktu Anda setelah sibuk seharian di kantor, karena cara membuatnya mudah dan cepat. Jenis hidangan yang disajikan dalam buku ini sangat bervariasi, mulai dari hidangan dengan bahan dasar pasta, ayam, daging, ikan, hingga sayuran. Jadikan hari-hari Anda dan pasangan lebih bermakna dengan hidangan istimewa yang menggugah selera.

ISBN: 978-979-22-3832-7; 21008157
Kategori: Seri Makanan Favorit

Tentang Penulis: Linda Carolina Brotodjojo
Memasak bukan hal baru bagi penyusun. Hobi memasak dimulai dengan kegemarannya sejak kecil mencoba-coba memodifikasi resep peninggalan Oma dan juga buku-buku masakan pemberian kedua orangtuanya. Kegemaran ini kemudian tumbuh menjadi kecintaan yang bahkan mendorongnya menyisihkan uang saku saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar untuk membeli perlengkapan memasak makanan-makanan favoritnya dan keluarga. Hal ini terus berlangsung hingga ia beranjak dewasa.

Setelah lulus perguruan tinggi pada tahun 1997, ia memutuskan untuk bekerja di sebuah perusahaan multinasional di bagian Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga tidak cukup lagi waktu tersedia untuk hobinya ini. Keterbatasan ini pun akhirnya mendorong daya kreasinya untuk membuat masakan yang mudah, cepat, dan sehat tanpa mengurangi kelezatannya. Hal ini sangat bermanfaat di kemudian hari terutama saat ia memutuskan menikah dengan pria yang datang dari sebuah keluarga besar penikmat makanan.

Buku ini dibuat untuk membagi pengalamannya dalam menyiapkan setiap hidangan untuk keluarga, terutama bagi para ibu muda yang sibuk.


ReviewReviewReviewReviewPuyuh GorengJun 21, '08 9:52 PM
for everyone
Category:Other
Khas Daerah

MENIKMATI makanan khas suatu daerah yang saya kunjungi sudah sejak lama menjadi salah satu kegemaran saya. Apalagi jika sajian itu didapatkan melalui perjalanan panjang.

Pertengahan pekan ini, saya dan beberapa wartawan Jakarta diundang PT Adaro, sebuah perusahaan pertambangan di Tabalong, Kalsel. "Beruntung" saya dan teman-teman ketinggalan pesawat yang hanya sekali menjalani rute Banjarmasin-Tabalong. Di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, kami diberitahu bahwa penerbangan perintis sudah berangkat ke Bandara Warukin di Tabalong sehingga kami harus menempuh perjalanan darat.

Jarak Banjarmasin-Tabalong harus ditempuh melalui perjalanan darat selama sekitar 4 jam. Jalanan mulus beraspal membuat perjalanan menjadi sangat lancar. Sesekali kemacetan kami temui di sekitar SPBU. Setidaknya ada enam SPBU yang harus kami lewati. Krisis BBM yang melanda Kalsel dalam beberapa pekan ini sangat kental terasa. Antrean pembeli BBM selalu memanjang. Di SPBU yang sudah dipasangi pengumuman pertanda habis masih juga ada mobil yang antre.

Namun, belasan mobil dan truk yang antre itu sudah tidak ada sopirnya. Kata penduduk di sekitar SPBU, sopir sengaja meninggalkan mobilnya agar mereka bisa mengisi lebih awal kalau BBM di SPBU itu sudah dipasok lagi. Setibanya di Kabupaten Kandangan perut sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Maklum, kami berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta sejak pukul 06.00 dan rata-rata tidak sempat sarapan pagi. Saat itu, sopir kami yang warga setempat membelokkan mobil ke halaman RM Borobudur.

Belibis
Dalam bayangan saya, inilah saatnya menikmati makanan khas daerah. Tetapi dari daftar menu yang disodorkan pada kami, tidak ada makanan khas daerah yang disediakan. Ternyata yang kami masuki adalah rumah makan khas Jawa Timur sehingga menunya pun tidak beda dengan yang ada di Jawa. Ketika semua teman sudah memilih menu, saya masih mengulik daftar menu. Ada satu menu Burung Goreng. Saya tanya sopir, ini burung apa? "Biasanya burung belibis," kata Pak Sopir.

Seumur-umur saya memang belum pernah makan daging burung belibis. Tentu ini akan menjadi pengalaman yang sangat menarik. Mereka yang memesan ayam goreng, ikan goreng, bebek goreng, hingga gado-gado sudah asyik menikmati menu siang itu. Sedangkan saya masih menunggu pesanan "Burung Belibis".

Sambil menunggu pesanan, saya ngobrol dengan sopir. "Sebenarnya di sini tidak ada makanan khas. Kalau ada ya cuma dijual hari Jumat dan Sabtu saja," katanya.
Sayangnya, Pak Sopir itu tidak tahu apa namanya. Tetapi dia bisa menjelaskan apa makanan khas itu. "Isinya ketupat, diberi bumbu seperti kuah, dimakan dengan kentang goreng," katanya.

Selagi kami ngobrol, beberapa teman tertawa cekikikan melihat menu pesanan saya yang diantar seorang karyawan rumah makan itu. Begitu melihat apa yang tersaji di atas piring, saya hanya tertegun tak percaya.

Diiringi tawa orang-orang di sekitarku, saya amati burung goreng yang sudah siap di depan saya. Saya sempat bertanya, "Ini kodok apa burung?" Apa yang saya lihat memang mirip kodok. Posisinya telungkup, kedua sayap dan kepala dilipat ke dalam dada yang sudah dibelah. Orang akan bisa langsung tahu, jika sudah membalik posisi burung itu.

Dan, ternyata itulah burung goreng pesanan saya. Kontan saja berbagai komentar bersahutan. "Masih untung itu bukan burung emprit!" Ternyata yang namanya burung goreng di rumah makan itu hanyalah burung puyuh goreng. Burung puyuh goreng sudah sangat akrab di lidah saya karena makanan jenis itu banyak dijual di Jawa. Kontan saja saya protes kepada sopir yang merekomendasi menu saya tadi. "Mungkin burungnya lagi beli bis Pak!" katanya. Kontan saja semua orang tertawa terkekeh-kekeh.
 
IGN Sawabi
© 2008 Kompas


ReviewReviewReviewReviewReviewMeracik Jus Buah Yang EnakJun 20, '08 12:02 PM
for everyone
Category:Other
Jus Buah

Kalau si kecil mulai berlibur bersama teman-temannya di rumah sebaiknya siapkan aneka jus buah segar buat penawar hausnya. Jangan memberikan soft drinks yang banyak mengandung gula. Apa saja yang harus diperhatikan saat membuat jus buah segar? Padu padan apa yang bisa dilakukan? Coba intip dulu info berikut ini!!

Jenis Buah: Pilihlah buah segar yang rasanya manis, atau sedikit asam yang bagus kualitasnya untuk dibuat jus. Bisa juga dipilih buah segar yang disukai anak-anak. Misalnya semangka, melon, jeruk, strawberry, pepaya, mangga, leci, atau pir. Jika perlu bisa ditambahkan juga sayuran seperti wortel dan tomat yang masak. Buah banyak mengandung vitamin dan serat karena itu mudah dicerna dan cocok sebagai pemasok energi anak-anak dalam waktu singkat.

Blender atau Juicer: Blender dan juicer bisa dipakai untuk menyiapkan jus. Untuk buah yang lunak seperti semangka, pepaya atau strawberry sebaiknya gunakan blender agar serat buah ikut diminum. Gunakan juicer untuk buah berserat kasar seperti jambu biji, nanas atau apel. Sebaiknya siram blender dan juicer dengan air panas sebelum dipakai agar seluruh kotorannya larut.

Pemanis Alami: Setiap jenis buah memiliki kandungan gula buah yang berbeda. Karena itu usahakan untuk tidak menambahkan gula pasir atau sirop gula dalam jus. Jika ternyata rasa jus terlalu asam, tambahkan sedikit madu. Usahakan untuk memberikan jus dengan rasa sealami mungkin agar anak-anak terbiasa meminum jus yang enak dan segar.

Padu Padan Jus: Agar tidak bosan, jus buah bisa dipadukan dengan beberapa jenis jus lainnya. Misalnya melon dengan jeruk, semangka dan pir atau mangga dan pepaya. Mencampurkan sua jenis buah sebaiknya dengan rasa yang berbeda, biasanya rasa asam dan manis agar terbentuk rasa jus yang baru.

Jangan disimpan:
Buat jus saat akan diberikan pada anak-anak. Jangan menyimpan jus terlalu lama karena akan menyebabkan kandungan vitaminnya menguap. Jika ingin rasa dingin, buah-buahnya bisa didinginkan dahulu atau tambahkan sedikit es batu.

(dev/Odi) Odilia Winneke
© 2008 detikcom


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.