<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>Kuliner Indonesia</title>
<link>http://kulinerkita.multiply.com/</link>
<description>&#x3C;div style=&#x22;text-align: center;&#x22;&#x3E;&#x3C;span class=&#x22;insertedphoto&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.kulinerkita.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SKbwNgoKCBwAABjLHiM1/Merah-Putih-RI.gif?et=%2BRTma4lVBQlk2Q8PPLf%2Bxw&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/span&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;color: rgb(255, 0, 0);&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;span style=&#x22;font-weight: bold;&#x22;&#x3E;Dirgahayu&#x3C;/span&#x3E;&#x3C;br style=&#x22;font-weight: bold;&#x22;&#x3E;&#x3C;span style=&#x22;font-weight: bold;&#x22;&#x3E;Kemerdekaan&#x3C;/span&#x3E;&#x3C;br style=&#x22;font-weight: bold;&#x22;&#x3E;&#x3C;span style=&#x22;font-weight: bold;&#x22;&#x3E;Republik Indonesia&#x3C;/span&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/div&#x3E;
&#x3C;br&#x3E;
&#x3C;p style=&#x22;text-align: center;&#x22;&#x3E;&#x3C;b&#x3E;&#x3C;font color=&#x22;#3366cc&#x22; face=&#x22;Verdana&#x22; size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Cari sesuatu di BLOG ini&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;div style=&#x22;text-align: center;&#x22;&#x3E;&#x3C;form method=&#x22;get&#x22; target=&#x22;_blank&#x22; action=&#x22;http://www.google.com/custom&#x22;&#x3E; &#x3C;p align=&#x22;center&#x22;&#x3E;&#x3C;font face=&#x22;Verdana&#x22; size=&#x22;1&#x22;&#x3E;&#x3C;input maxlength=&#x22;255&#x22; name=&#x22;q&#x22; size=&#x22;16&#x22; style=&#x22;background-color: rgb(255, 255, 255);color: rgb(51, 102, 204);font-family: Verdana;font-size: 10pt;&#x22;&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;font face=&#x22;Verdana&#x22; size=&#x22;1&#x22;&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;font face=&#x22;Verdana&#x22; size=&#x22;1&#x22;&#x3E;&#x3C;input checked=&#x22;checked&#x22; name=&#x22;sitesearch&#x22; value=&#x22;kulinerkita.multiply.com&#x22; type=&#x22;hidden&#x22;&#x3E;&#x3C;input name=&#x22;sa&#x22; value=&#x22;Go.!&#x22; ;=&#x22;&#x22; type=&#x22;submit&#x22;&#x3E;&#x3C;/font&#x3E; &#x3C;input name=&#x22;cof&#x22; value=&#x22;LW:300;L:http://202.155.27.174/image/spsearch.gif;LH:25;AH:left;AWFID:8277e34203b34b0a;&#x22; type=&#x22;hidden&#x22;&#x3E;&#x3C;input name=&#x22;domains&#x22; value=&#x22;kulinerkita.multiply.com&#x22; type=&#x22;hidden&#x22;&#x3E;&#x3C;/form&#x3E;&#x3C;div style=&#x22;text-align: center;&#x22;&#x3E;&#x3C;b&#x3E;&#x3C;font color=&#x22;#99ccff&#x22; face=&#x22;Arial&#x22; size=&#x22;1&#x22;&#x3E;[www.google.com]&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/div&#x3E;&#x3C;/div&#x3E;</description>
<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 22:48:19 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Wed, 20 Aug 2008 22:39:10 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>Kuliner Indonesia</title>
<url>http://images.kulinerkita.multiply.com/logo</url>
<link>http://kulinerkita.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>Antara Temanggung dan Wonosobo</title>
<description>&#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;Membangun Kejayaan Teh dan Kopi&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Di antara Temanggung dan Wonosobo, saya termangu dua kali. Di Desa Rowoseneng, dekat Temanggung, ada sebuah biara Katolik di tengah kebun kopi yang sangat luas. Tempat ini dikenal oleh umat Katolik yang menjadikannya sebagai tempat retret. Kopi dari Rowoseneng juga terkenal di kalangan penggemar kopi.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Beberapa belas kilometer dari Rowoseneng, di sebuah desa bernama Tambi, ada pula sebuah perkebunan teh yang luas. Perkebunan ini sudah mulai beroperasi sejak zaman Hindia-Belanda dulu. Bahkan, selain teh, di kebun ini dulu juga ditanam banyak pohon kina. Maklum, malaria saat itu sedang mewabah di dunia, dan pil kina diperlukan dalam jumlah besar.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ada beberapa hal yang membuat saya termangu dengan nurani terusik. Pertama, di Rowoseneng saya melihat puluhan pekerja perempuan pemanen kopi yang harus berjalan beberapa kilometer mendaki dan menuruni bukit dengan memanggul karung berisi buah kopi seberat rata-rata 60 kilogram. Ada sentuhan kasih Katolik yang tampak ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/photos/album/402/Antara_Temanggung_dan_Wonosobo</guid>
<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 22:39:10 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Perkedel Daging Bumbu Wijen</title>
<description>Bola-bola daging ini rasanya gurih sedikit pedas karena memakai saus BBQ Jepang. Aroma harum biji wijen membuat rasanya makin enak saja. Bisa disajikan dengan nasi putih hangat atau kentang rebus atau bakar. Buktikan saja</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/recipes/item/71/Perkedel_Daging_Bumbu_Wijen</guid>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 20:07:04 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Bakwan Daun Singkong</title>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/recipes/item/70/Bakwan_Daun_Singkong</guid>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 19:37:01 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Asem-asem Ikan Layur</title>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/recipes/item/69/Asem-asem_Ikan_Layur</guid>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 18:29:03 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Jika Pekerjaan Terpaksa Dibawa Pulang</title>
<description>&#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;Deadline&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Saat tugas menumpuk dan deadline di depan mata, seringkali Anda terpaksa membawa pekerjaan ke rumah. Namun, alih-alih bisa menyelesaikan tugas, Anda malah tertidur di sofa. Bagaimana menyiasatinya?&#x3C;br&#x3E;&#x3C;ol&#x3E;&#x3C;li&#x3E;Sebelum pulang kantor, beritahu keluarga bahwa Anda akan menyelesaikan pekerjaan di rumah. Sehingga mereka maklum dan tak kaget ketika Anda membawa setumpuk berkas dan dokumen. Paling tidak, mereka sudah siap untuk tak mengganggu.&#x3C;/li&#x3E;&#x3C;li&#x3E;Hindari meletakkan berkas pekerjaan di sembarang tempat. Letakkan di tempat aman seperti di ruang kerja. Bila tak punya ruang khusus, letakkan di tempat yang jarang digunakan orang lain. Hindari&#x26;nbsp; menyelesaikan pekerjaan di dalam kamar, karena pasti Anda akan tergoda untuk tidur.&#x3C;/li&#x3E;&#x3C;li&#x3E;Meski bekerja di rumah, disiplin tetap harus diterapkan. Tentukan jam berapa Anda mulai bekerja. Jika terpaksa harus tidur dulu mengingat otak sudah terlalu lelah, pasang alarm pada jam yang telah ditentukan. Segera basuh wajah Anda dengan air dingin begitu terbangun, karena efekt...</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/reviews/item/482</guid>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 18:01:45 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Variasi Menu Sehari-hari Tanpa Daging</title>
<description>Menu Tanpa Daging

Harga: Rp 33.500,-
Ukuran: 20 x 20 cm
Tebal: 68 halaman
Terbit: Agustus 2008
Soft Cover

Sering kita mendengar orang mengatakan, &#x22;Jika ingin hidup sehat dan panjang umur, konsumsilah makanan tanpa daging merah.&#x22; Hal tersebut banyak dikaitkan dengan pendapat bahwa manusia pada dasarnya bukanlah pemakan daging. Jadi, tak heran jika akhirnya daging merah banyak dipersalahkan sebagai penyebab berbagai penyakit.

Saat ini diet tanpa daging merah tengah mengalami gelombang kepopuleran baru. Untuk mendukung hal itu, Sisca Soewitomo, seorang pakar ilmu kuliner kondang, pun menyusun buku Variasi Menu Sehari-hari Tanpa Daging yang memuat menu variatif untuk 30 hari yang telah disesuaikan dengan selera masyarakat umum dan nilai gizi yang diperlukan. Anda bisa meniru menu yang ada secara penuh atau memvariasikannya sesuai kebutuhan dan keinginan.

ISBN: 978-979-22-3904-1; 21008152
Kategori: Menu Kesehatan

Tentang Penulis: Sisca Soewitomo
Sisca Soewitomo lahir di...</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/reviews/item/481</guid>
<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 23:22:49 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Es Campur Saus Tape Singkong</title>
<description>Minuman segar, menu di awal</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/recipes/item/68/Es_Campur_Saus_Tape_Singkong</guid>
<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 22:28:10 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Mi Goreng Terasi</title>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/recipes/item/67/Mi_Goreng_Terasi</guid>
<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 23:59:26 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ekspedisi Jalan Pos Anjer-Panaroekan</title>
<description>&#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;Komunitas Onthel Antarkan Tim Ekspedisi&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;ADA yang menarik dari Ekspedisi Jalan Pos Anjer-Panaroekan yang pagi tadi dilepas Wakil Pemimpin Redaksi Kompas Taufik H Mihardja yang juga Direktur Eksekutif Kompas.com.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Puluhan penggemar sepeda onthel ambil bagian dalam ekspedisi ini. Berbagai atribut mereka gunakan, seperti baju tentara, pistol, sepatu boot, maupun perlengkapan perang lainnya. Ada juga yang mengenakan baju tenun lurik dilengkapi caping bambu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Mochamad Inan (78), warga Cakung, misalnya, memakai atribut tentara PETA. Kakek yang mengaku suka onthel sejak zaman Belanda ini berencana akan mengantarkan tim ekspedisi Kompas-Polygon sampai sekuat tenaganya. &#x22;Yah, kalau sampai Depok ya Depok. Pokoknya sekuatnya dah,&#x22; katanya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Hal berbeda diungkapkan Nunik (61) yang sering dipanggil Madam oleh teman-temannya di Komunitas Onthel Batavia (Koba). Ia hanya ingin mengikuti sampai di perempatan Mampang. Ia mengaku masih memiliki agenda sendiri. Namun, soal penampilan ia tidak mau kalah, dengan ba...</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/photos/album/401/Ekspedisi_Jalan_Pos_Anjer-Panaroekan</guid>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 23:27:58 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Srimulat, Den Haag 17 Agustus 2002</title>
<description>Gogon, Tukul, Tarzan dan Jujuk, dalam rangka mengisi acara peringatan HUT RI ke 57 di Den Haag, Negeri Kincir Angin-Belanda. Wisma Duta, Wassenar - 17 Agustus 2002.
From:</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/video/item/247/Srimulat_Den_Haag_17_Agustus_2002</guid>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 22:46:45 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Padanggalak</title>
<description>&#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;Pesta Layang-layang di Pantai Padanggalak&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Langit biru di atas Pantai Padanggalak, Denpasar, Bali, awal Juli lalu, terasa semarak oleh ratusan layang-layang berwarna-warni. Layang-layang tradisional Bali, yakni janggan (ular), bebean (ikan), dan pecukan (oval), serta modern (layang-layang dua-tiga dimensi) saling &#x201D;bersaing&#x201D; memperlihatkan keelokan dan kegesitan di atas cakrawala dalam Festival Layang-layang Bali atau Bali Kite Festival Ke-30.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Festival Layang-layang Bali pertama kali digagas budayawan yang juga mantan Gubernur Bali, Ida Bagus Mantra, pada tahun 1978. Dari tahun ke tahun jumlah peserta terus meningkat. Tahun ini, festival diikuti 735 layang-layang yang pesertanya datang dari sekitar 690 banjar se-Bali, sejumlah daerah di Tanah Air, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan; plus kelompok atau perorangan mewakili 40 negara, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Bagi masyarakat Bali, layang-layang adalah bagian integral buday...</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/photos/album/400/Padanggalak</guid>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 22:02:44 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Soto Padang</title>
<description>Hidangan berkuah dari ranah Minang ini memang sangat unik rasanya. Berisi suwiran dendeng daging yang gurih renyah, perkedel yang empuk dan suun yang lentur kenyal. Aroma rempah yang tercium harum dari kaldunya membuat kelezatannya makin lengkap. Anda harus</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/recipes/item/66/Soto_Padang</guid>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 21:32:45 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Tim Ikan Yang Lezat</title>
<description>&#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;Kukus lezat&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ikan tim atau kukus merupakan sajian yang mudah disiapkan dan menyehatkan. Apakah benar tim ikan selalu anyir? Bagaimana menyiasati agar tim ikan tetap enak dan tidak anyir? Coba intip info praktis berikut ini!&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Peralatan:&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sebelum mengukus ikan, siapkan dahulu kukusannya. Pilih kukusan yang lebar dengan lubang-lubang yang berukuran besar. Jika tak ada, bisa dipakai wajan besar, taruh kukusan bambu di atasnya. Isi kukusan dengan air yang cukup (jangan sampai terlalu banyak karena akan meluap) dan panaskan dengan api sedang. Pastikan air dalam kukusan sudah mendidih sebelum ikan dimasukkan dalam kukusan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Jenis Ikan:&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Jenis ikan air laut paling enak dibuat tim karena rasa dagingnya yang manis. Ikan bawal putih, kerapu, kakap merah atau kakap putih paling enak ditim. Pilih ikan yang paling segar, bahkan jika ada yang masih hidup agar rasa dagingnya kenyal dan aromanya tidak anyir. Aroma anyir muncul saat ikan yang dikukus tidak segar lagi. Bersihkan sisik dan isi perutnya. Kerat-kerat...</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/reviews/item/480</guid>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 21:14:21 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Seafood Laut Sulawesi</title>
<description>&#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;Kepiting Jumbo&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Tak hanya sop palumara alias sop ikan bandeng ini saja yang menggugah selera, namun kepiting jumbo dan kerang dara rebus resto seafood ini patut diacungi jempol. Apalagi jika Anda penyuka pedas, pastilah bakal kepincut oleh sambal mangganya yang jempolan!&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Dalam rangka traktiran ulang tahun bapak mertua, dua minggu yang lalu saya dan keluarga mencari-cari tempat makan. Sesuai dengan pesanan beliau, saya diminta untuk hunting resto yang menyediakan menu seafood. Akhirnya diputuskan untuk menuju ke daerah permata hijau. Tak lama saya mencoba masuk ke restoran yang bernama &#x27;Seafood Laut Sulawesi&#x27;. Lokasinya persis di depan BINUS Arteri Permata Hijau.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Berdasarkan list di menunya, restoran ini menyediakan bermacam-macam seafood dan aneka makanan asal Makasar. Entah karena kalap atau memang kami terbiasa untuk memesan macam-macam makanan (berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah karena porsinya takut gak cukup).&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Menu pesanan kami antara lain kerang dara rebus, jalang kote (2 potong)...</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/reviews/item/479</guid>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 15:47:01 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Jantung Pisang Masak Cabai</title>
<description>Jangan sepelekan bunga pisang, kalau biasanya dibiarkan terbuang, bunga pisang bisa diolah menjadi sajian yang menggugah selera. Coba saja lauk yang sedap ini. Bunga pisang dengan paduan sedikit daging ayam, cabai dan daun bawang, menjadi sangat enak. Rasanya empuk, renyah dan sedikit</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/recipes/item/65/Jantung_Pisang_Masak_Cabai</guid>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 15:16:25 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Gondangdia Lama</title>
<description>&#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;Antara Rawon, Sate Ponorogo dan Pecel Madiun...&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Menyusuri Jalan Gondangdia Lama yang kemudian berganti nama menjadi Jalan RP Soeroso, bahkan hingga ke lorong di bawah jalur kereta api, Jalan Cikini IV, mata akan disuguhi berbagai kedai makan di kiri dan kanan jalan. Beberapa warung makanan tradisional bertebaran di kawasan itu.&#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp; &#x26;nbsp;&#x3C;br&#x3E;Misalnya, warung yang lebih mirip rumah, persis di samping warung mi legendaris, Mi Gondangdia. Pada pagar halaman terpancang dua penanda dalam ukuran yang terbilang mungil, Sate Ponorogo dan Pecel Madiun.&#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; &#x3C;br&#x3E;Jangan salah masuk ke sisi kiri. Pilihlah pintu masuk ke dalam rumah. Masuk ke warung ini memang bagaikan bertamu ke rumah seseorang.&#x26;nbsp; Pasalnya, warung ini memang semula rumah tinggal, dan masih berbentuk rumah, yang kemudian berubah fungsi menjadi warung. Suasana Jawa cukup terasa dengan hiasan beberapa wayang di dinding tembok.&#x3C;br&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; &#x3C;br&#x3E;Seperti yang tertulis pada penanda di pagar luar, menu andalan di sini memang pecel madiun d...</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/photos/album/399/Gondangdia_Lama</guid>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 00:43:54 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pangsit Kuah</title>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/recipes/item/64/Pangsit_Kuah</guid>
<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 23:55:05 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Bentara Music Performance</title>
<description>&#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;Cinta Bangsa&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Gendang ditabuh Bang Kaconk. Gesekan biola yang ditingkahi merdunya alunan suara nada seruling dan bas tiba-tiba membuat bulu roma berdiri. Penonton pun hanyut dibawa arus alunan musik negeri Serambi Mekah, Bungong Jeumpa. Apalagi membayangkan Aceh yang luluh lantak dan sekitar 200.000 jiwa melayang, tatkala gempa dan tsunami empat tahun lalu menerjang daerah itu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Suasana seperti itu muncul ketika Taman Suropati Chamber mengawali penampilannya dalam Bentara Music Performance, Kamis (14/8/2008) malam, di halaman Bentara Budaya Jakarta (BBJ). Rupanya, kelompok musik yang berlatih dan kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan di alam terbuka sekali seminggu, tiap Minggu mulai pukul 10.30 WIB sampai selesai itu, di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, visinya memang demikian.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x201D;Melalui musik, Taman Suropati Chamber ingin menggugah semua warga, khususnya generasi muda sebagai generasi penerus bangsa, untuk peduli dengan lagu-lagu yang diangkat dari berbagai tradisi di seluruh Indo...</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/reviews/item/478</guid>
<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 23:33:11 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Sate Lembut</title>
<description>&#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;Manisnya Sate Lembut&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Warga Jakarta, pernah makan sate lembut gak? Hmm... kalau belum pernah wajar sih tetapi sangat disayangkan karena sate lembut ini memang sudah langka di pasaran. Penasaran?&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ya, makanan bernama &#x27;Sate Lembut&#x27; ini memang sudah langka di pasaran. Salah satu penjual yang sempat saya jumpai pun berjualan di tempat yang agak nyempil. Pokoknya sama sekali tidak menyerupai warung dan tidak ada papan nama yang menujukkan nama warung atau makanan yang dijualnya. Jadi ciri ciri warungnya cuma ada tempat bakar sate di depan rumah.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Penjualnya bernama Mpok Atikah. Menurutnya warung ini buka dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore, tetapi khusus untuk sate lembut ini biasanya jam 2 juga sudah amblas diserbu oleh pelanggan. Jadi kalau ingin mencicipi sate lembut khas warung ini jangan terlalu siang.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sebenarnya apa sih sate lembut itu? Sate lembut sendiri merupakan daging sapi cincang yang ditumbuk lagi secara manual sehingga lebih halus. Setelah itu dimasak setengah matang dan dicampur deng...</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/reviews/item/477</guid>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 21:13:53 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ayam Keluak</title>
<description>Kalau bosan dengan ayam goreng atau ayam ungkep berbumbu kuning, Anda bisa mencoba ayam berbumbu keluak. Aroma keluak yang unik plus tambahan cabai dan tomat membuat rasa ayam lebih gurih dan enak. Makin enak saat disantap dengan nasi</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/recipes/item/63/Ayam_Keluak</guid>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 21:00:19 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Kering Kentang Kacang</title>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/recipes/item/62/Kering_Kentang_Kacang</guid>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 20:35:04 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Perkedel Kornet Saus Madu</title>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/recipes/item/61/Perkedel_Kornet_Saus_Madu</guid>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 20:24:38 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Nasi Ketela</title>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/recipes/item/60/Nasi_Ketela</guid>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 20:07:18 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Sate Udang Goreng Renyah</title>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/recipes/item/59/Sate_Udang_Goreng_Renyah</guid>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 19:56:08 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Tumis Babat</title>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/recipes/item/58/Tumis_Babat</guid>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 19:40:16 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Bosscha di Malabar</title>
<description>&#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;Tiwok di Kaki Malabar&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sisa hawa dingin malam sebelumnya masih terasa menggigit kulit ketika memasuki kawasan Wisata Agro Malabar, Jawa Barat, pada Minggu pagi, 3 Agustus lalu. &#x22;Pada puncak musim kemarau seperti sekarang ini, cuaca sedang dingin-dinginnya, terutama pada pagi hari,&#x22; kata Deni Fauzi, karyawan Wisata Agro Malabar. Bisa dimaklumi, Perkebunan Teh Malabar terletak di ketinggian 1.550 meter di atas permukaan air laut.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Namun, keadaan seperti itu tidak menghalangi rombongan pembaca setia Suara Pembaruan untuk segera melangkahkan kaki menembus jalan-jalan kecil di sela-sela pepohonan teh. Kegiatan yang diberi nama Tiwok 2008 pada Minggu pagi itu, diikuti 150 orang, sebagian besar pembaca setia sejak Suara Pembaruan masih terbit dengan nama Sinar Harapan, yang kemudian dicabut izin terbitnya oleh pemerintah pada Oktober 1986.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sejauh mata memandang, pepohonan teh menghampar bagai permadani hijau menutup perbukitan. Pada bagian-bagian tertentu, permukaan hamparan teh itu memantulkan wa...</description>
<guid isPermaLink="true">http://kulinerkita.multiply.com/photos/album/398/Bosscha_di_Malabar</guid>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 19:01:30 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>